Songket Silungkang, Kartini dan Kartono


Selasa, 26 April 2016 - 02:44:30 WIB

Kerajinan tenun songket Silungkang terus mengalami perkembangan di tengah masyarakat Sawahlunto. Jika tiga tahun lalu jumlah pengerajin hanya dua ratusan, kini telah mendekati angka seribu pengerajin.

Bagi Ketua TP PKK Sawahlunto, Ny. Yenny Ali Yusuf, perkembangan kerajinan song­­ket Silungkang, meru­pakan bagian dari upaya me­num­buhkan Kartini-Kartini di setiap keluarga dan rumah tangga.

Memang, sebagian besar pengerajin tenun songket Silungkang itu merupakan ibu-ibu, kaum hawa. Mereka kaum ibu yang mau me­man­faatkan waktu yang mereka miliki, dengan menjadi penge­rajin, yang membuat mereka menjadi produktif di tengah keluarga mereka.

Begitu banyak cerita kaum ibu Sawahlunto, yang menga­ku mendapatkan sumber eko­nomi dengan menekuni kera­jinan. Mulai dari Nurhelmi, ibu tiga anak yang awalnya berprofesi guru PAUD, memi­lih fokus mengembangkan kerajinan songket Silungkang.

Juga ada Desmi Yumiati, wanita 41 tahun warga Luak Badai itu, mengaku kehi­dupan keluarga mengalami perubahan, setelah menekuni kerajinan songket Silungkang, semenjak dua tahun terakhir.

Menekuni kerajinan tenun songket Silungkang, tidak hanya memotivasi kaum ibu menjadi kartini-kartini yang berjuang dalam mening­kat­kan kesejahteraan keluarga. Kerajinan tenun songket Si­lung­kang juga mulai ditekuni kaum Adam.

Tidak hanya kartini yang muncul, namun para ‘Kar­tono’ juga mulai menekuni kerajinan tenun songket Si­lung­kang, yang kini mulai kembali dikenal dan me­ma­suki pasar nasional dan inter­nasional.

Setidaknya itu bisa ditun­jukan dengan data yang dimi­liki Dinas Perindagkopnaker Sawahlunto. Dari data 947 pengerajin tenun songket Silungkang yang ada di Sa­wah­lunto saat ini, 10 persen­nya merupakan pengerajin kaum adam alias ‘Kartono’.

Tidak dipungkiri, mun­culnya para ‘Kartono’ tidak terlepas dari motivasi dari nilai perekonomian yang diha­silkan songket Silungkang itu sendiri.

Akmal misalnya, warga Lumindai yang semula berta­ni, kini lebih yakin dengan menjadi pengerajin tenun songket Silungkang. Padahal, Akmal menekuni tenun song­ket Silungkang dengan me­manfaatkan jam istirahat sang istri yang juga pengerajin berbahan baku benang itu.

Maklum saja, keluarga Akmal hanya memiliki satu unit alat tenun bukan mesin, sehingga suami istri tersebut harus saling bergantian, dalam mengembangkan kerajinan tenun songket Silungkang itu.

Tenun songket Silungkang memang memberikan hara­pan bagi para Kartini maupun Kartono tadi. Kebutuhan pa­sar, tingginya permintaan, serta marjin keuntungan yang dihasilkan, menjadi pendo­rong utama bagi masyarakat untuk mengembangkannya.

Apalagi, songket Silung­kang mulai masuk ke pasar internasional, dengan promosi yang dilakukan para pengu­saha mode. Semoga saja, song­­­ket Silungkang terus ber­kem­bang dan terus men­du­kung perekonomian masya­rakat Sawahlunto, khususnya pengerajin tenun Silung­kang.(***)

 

Oleh: FADILLA JUSMAN

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 12 Juli 2017 - 16:39:33 WIB

    Merajut Asa dari Rendo Songket

    Merajut Asa dari Rendo Songket SAWAHLUNTO, HARIANHALUAN.COM—Tidak saja tenun songket Silungkang, ternyata usaha renda (rendo) songket mempunyai peluang usaha yang menjanjikan untuk menambah pendapatan ekonomi masyarakat Sawahlunto..
  • Kamis, 18 Agustus 2016 - 03:05:11 WIB

    Ketua IKLB Mufidah JK: Songket Tanah Datar Bernilai Ekonomis Tinggi

    BATUSANGKAR, HALUAN — Tokoh pe­rantau Ikatan Keluarga Lintau Buo (IKLB) Jabodetabek Ny.Mufidah Jusuf Kalla meng­inginkan semua lapisan warganya yang ber­mukim di kampung halaman mampu merubah taraf ekonominya menjadi le.
  • Selasa, 07 Juni 2016 - 02:27:50 WIB

    24 Warga Dapat Pelatihan Tenun Songket Silungkang

    24 Warga Dapat Pelatihan Tenun Songket Silungkang SAWAHLUNTO, HALUAN — Bidang Perindustrian Dinas Pertambangan,Perindustrian, Perdagangan Koperasi dan tenaga Kerja (Perindag­kop­naker) Sawahlunto kembali memberikan pelatihan tenun bagi masyara­katnya, kali ini 24 warga .
  • Selasa, 17 Mei 2016 - 03:21:24 WIB

    Konveksi Tas Aras Berpadu dengan Songket Silungkang

    Konveksi Tas Aras Berpadu dengan Songket Silungkang SAWAHLUNTO, HALUAN — Ketika usianya masih sepuluh tahun, bapak dua anak ini telah belajar dan bekerja di salah satu konveksi tas di Kota Bukittinggi. Kini pria kela­hiran 15 Juli 1980 itu, bersama rekannya Sudarmono, menco.
  • Selasa, 19 April 2016 - 02:49:07 WIB

    Kerajinan Tenun Songket Jadi Pilihan

    Kerajinan Tenun Songket Jadi Pilihan SAWAHLUNTO, HALUAN — Menjadi pengerajin tenun songket Silungkang tampaknya menjadi pilihan yang menjanjikan bagi sebagian masyarakat Sa­wahlunto. Selain menjanjikan pening­katan perekonomian, ke­raji­nan tenun songket S.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]