DPRD Nilai PDAM Masih 'Sakit'


Selasa, 26 April 2016 - 02:52:34 WIB

AROSUKA, HALUAN—Tak habis dirundung masalah, seperti itulah potret pelayanan Perusahaan Daerah Air Mi­num (PDAM) Kabupaten So­lok, yang selalu menuai kri­tikan dari masyarakat dan pelanggan air minum di Kab. Solok. Meski telah “pasai” kena kritik yang datang tak hanya dari masyarakat hingga anggota DPRD, namun kelu­han dan harapan masyarakat itu belum mampu dijawab dengan memberikan pela­yanan prima bagi pelanggan.

Anggota DPRD kab. So­lok Patris Can menilai pela­yanan PDAM Kabupaten So­lok masih jauh dari harapan masyarakat, sebab pihaknya mengaku masih banyak me­nerima keluhan dari masya­rakat, termasuk masalah kar­yawan yang bekerja di PDAM tidak kompak dan cenderung saling sikut.

Selain itu, kata politis PPP ini, masyarakat masih banyak me­nge­luhkan masalah pem­ba­yaran yang membengkak dan be­sarnya tarif tagihan asal dibu­at-buat saja oleh kar­yawan PDAM. “Masa air ti­dak dipakai dan mati, tetapi bayarnya masih dia­tas Rp 90 ribu. Itu kan sama sa­ja lebih dari 30 kibik dan tidak pro­­fesional,” tutur Patris Chan, Minggu (24/4).

Pihaknya berharap agar pengganti Dirut PDAM Ka­bu­paten Solok bisa lebih baik dan transfaran. Selain itu, karyawan yang tidak jujur di PDAM dan tidak membantu tugas Dirut, agar segera di­ganti saja. “PDAM sampai sekarang masih kita subsidi dari pemerintah untuk tahun 2015 lalu sebesar Rp.750 juta. Namun kita tidak berharap mereka untung dulu, yang penting, bisa membenahi ditu­buh PDAM sendiri saja itu sudah bagus,” tutur Patris Chan.

Sebelumnya Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Solok, Dendi, SAg, meminta Bupati Solok, untuk segera meng­ganti Dirut Perusahaan Dae­rah Air Minum (PDAM) Ka­bu­paten Solok, Eri Kardo, karena dinilai sudah tidak kapabel lagi karena pelayanan PDAM dari tahun ke tahun semakin menurun. “Kita dari DPRD sebagai yang mewakili masyarakat banyak, meminta kepada Bupati Solok, untuk segera mengganti Dirut PD­AM, karena dinilai lamban dalam mengatasi segala perso­alan yang ada di PDAM dan bahkan kepemimpinan Dirut yang sekarang malah banyak menimbulkan masalah dika­langan pelanggan PDAM,” tutur Dendi.

Pihaknya beranggapan, kalau air dikelola secara baik tentunya akan meraih keun­tungan karena modalnya ham­pir tidak ada. Selain itu untuk menata air PDAM, libatkan masyarakat nagari dan wali­nagari yang dilalui PDAM. “Saya masih dengar masih ba­nyak rumah yang tidak pakai meteran dan masih banyaknya masyarakat yang belum memba­yar karena di­du­ga ada permai­nan dengan karyawan lapangan PDAM,” sambung Dendi.

Sementara itu, Direktur PDAM Kabupaten Solok Eri Kardo menyebutkan, sejak Juli 2015 memang sudah di­ber­lakukan kenaikan tarif pem­bayaran air PDAM ber­dasarkan Surat Keputusan Bupati Solok Nomor 500-280-2015. Tarif dasar air yang sebelumnya Rp 900 naik men­jadi Rp 1.200.

Eri tak menampik, jika sampai hari ini pihaknya be­lum maksimal memberikan pelayanan kepada masya­rakat. Kondisi ini tidak lepas dari sarana dan persediaan air yang terdapat di Kabupaten Solok. “Kalau masyarakat bertanya, kenapa air sering mati, karena perlatan kita seperti pipa sudah banyak yang tua dan tidak mampu lagi menampung kebutuhan pe­lang­gan yang terus ber­tam­bah,” tutur Eri Kardo.

Sementara untuk pema­sangan tarif PDAM bagi war­ga yang baru memasang, akan dikenakan tarif Rp1,4 juta. Sedangkan terkait masih ada­nya prilaku dari oknum kar­yawan PDAM yang masih suka berprilaku nakal di lapa­ngan, Dirut PDAM ini ber­janji akan menyelidiki sampai ke lapangan dan akan menin­dak tegas kalau memang ada indikasi berbuat nakal. “Kita akan tertibkan petugas yang nakal, kalau terbukti akan kita beri sanksi tegas,” katanya. (h/ndi)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]