Kemdes PPDT Bakal Rekrut 19.096 Pendamping


Selasa, 26 April 2016 - 03:14:10 WIB

JAKARTA, HALUAN — Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemdes PPDT) menjadwalkan proses rekrutmen pendamping dana desa akan dimulai pekan ini. Rencananya, kebutuhan jumlah personalia untuk pendamping dana desa mencapai 19.096 orang.

Erani Ahmad Yustika, Direktur Jenderal Pem­bangunan dan Pem­ber­da­yaan Masyarakat Desa Kem­des PPDT mengatakan, pa­da tahun lalu pihaknya telah merekrut pendamping dana desa 21.049 orang. “Nanti, dengan tambahan kuota pada gelombang kedua ini, total pendampingnya akan mencapai 40.000 orang,” kata dia dilansir kompas, Senin (25/4).

Adapun rincian formasi kebutuhan pendamping da­na desa pada tahun 2016 yakni, kuota tenaga ahli pendamping masyarakat (TAPM) sebanyak 1.600 orang, pendamping desa (PD) sejumlah 10.893 orang, serta pendamping lokal desa (PLD) mencapai 6.603 orang.

Nantinya, setiap satu orang PLD akan bertang­gung­jawab pada empat desa, sedangkan formasi PD akan ditempatkan di kecamatan yang jumlahnya disesuaikan dengan jumlah desa. Semen­tara, formasi TAPM akan ditempatkan di kabupaten/kota yang akan terdiri dari enam macam unit kegiatan.

Menurut Erani, pelak­sanaan rekrutmen akan me­li­batkan banyak pihak, mu­lai dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, serta perguruan tinggi nege­ri. “Kami menggandeng satu universitas negeri di masing-masing provinsi untuk membantu tahapan seleksi tertulis dan wawan­ca­ra,” kata dia.

Ia menjelaskan, tahapan re­krutmen akan dilakukan ter­buka baik secara manual mau­pun online. Sehingga, nan­tinya seluruh kabu­pa­ten/kota wajib memuat pe­ngu­­muman mulai dari pen­daf­­taran hingga hasil se­leksi di surat kabar lokal setem­pat.

Kenaikan Anggaran

Terkait dengan ang­ga­ran, Erani mengatakan, pihaknya memproyeksikan akan ada kenaikan untuk alokasi dana pendamping de­sa ini. “Semula ang­ga­ra­n­nya ditetapkan Rp 1,8 tri­liun, namun nanti akan di­tam­bah menjadi Rp 2,4 triliun,” kata dia.

Erani bilang, anggaran ini dialokasikan untuk pem­­biayaan rekrutmen, pelatihan, serta pembayaran gaji para pendamping sela­ma satu tahun kontrak. Ren­ca­nanya, dana pendamping ini akan berasal dari pin­jaman Bank Dunia dari sisa proyek program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) mandiri.

Asal tahu saja, saat ini jumlah pendamping desa yang ada mencapai sekitar 30.589 orang. Ini terdiri dari sebnayak 21.049 orang hasil perekrutan pada 2015 lalu, dan 9.540 tenaga pendam­ping eks PNPM yang masih dikontrak untuk mengisi kekurangan tenaga pen­dam­ping sampai 31 Mei depan.

Lana M Kolopaking, Ketua Pusat Studi Pemba­ngunan Pertanian dan Pede­saan Institut Pertanian Bo­gor mengatakan, kualitas pendamping sangat mem­pengaruhi keberhasilan pem­bangunan di desa. Se­bab itu, pemerintah harus menjamin pelaksanaan re­krut­men bersih dari kepen­tingan politik tertentu.

Selain itu, pendamping juga harus memiliki ke­mampuan untuk meme­ta­kan sekaligus mengelola usa­ha ekonomi yang ber­ba­sis masyarakat desa. “Pen­dampingan perlu mem­beri tempat pada pe­muda se­bagai sociopreuner dalam kerangka sistem eko­nomi yang terintegrasi,” kata dia. (h/yan)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]