Sentra Sayur Bayang Utara Perlu Dimaksimalkan


Selasa, 26 April 2016 - 03:18:14 WIB

PAINAN, HALUAN — Sen­tra sayur-mayur di Bayang Uta­ra perlu dimaksimalkan. Wi­layah Bayang Utara yang men­janjikan untuk dikem­bang­­kan tersebut masih meng­­hadapi sejumlah per­soa­lan.

Wali Nagari Muara Air, Joenaidi menyebutkan, ken­dala utama dalam penge­lolaan kawasan pertanian di nagari Muara Air adalah penguasaan teknologi perta­nian yang masih sederhana. Di beberapa tempat, proses poduksi justru jauh dari pela­tan dan ilmu pertanian.

“Selain itu, warga petani juga dihadapkan pada sulit­nya memperoleh benih ung­gul untuk pengembangan jenis tanaman tertentu. Mi­sal­nya bawang merah. War­ga di sini kadang tidak men­dapatkan bibit bermutu un­tuk ditanam, dengan demi­kian hasil yang diperoleh masih belum me­muaskan,” ujar Joenaidi.

Asrizal, Wali Nagari Koto Ranah menyebutkan, kendala utama warga di Koto Ranah dalam mengembangakan ber­bagai tanaman pangan adalah penguasaan tatalaksana perta­nian yang masih tradisional. Warga di sini cenderung meng­gunakan alat dan tata cara yang masih lama, sehing­ga hasil yang didapatkan tidak maksimal.

“Tapi selain itu, tentu pemerintah kabupaten, dalam hal ini dinas terkait, perlu juga memikirkan soal benih dan pemasaran produk perta­nian. Pemasaran produk per­ta­nian juga berkaitan dengan pengelolaan hasil pertanian pasca panen. Jadi, semua kendala saling berkaitan. Artinya, perlu penguatan dan peningkatan kapasitas masya­rakat,” tutur Asrizal.

Lain lagi di Nagari Pan­cung Taba dan Limau Ga­dang. Di daerah ini, pengem­bangan tanaman pangan dan sayuran terkendala dengan beratnya medan dan mahal­nya biaya angkut di daerah tersebut. Medan yang berbu­kit dan jalan sempit menyu­litkan petani untuk memo­bilisasi produksi pertanian.

Azwir,  Wali Nagari Li­mau­gadang Senin (25/4) me­ngatakan, hingga kini pe­ngem­bangan lahan pertanian di daerah itu masih diha­dapkan pada besarnya ongkos angkut dan sulitnya men­dapatkan benih.

“Warga Ngalau Gadang, misalnya, bila panen cabai atau bawang, harus membayar mahal upah angkut meng­gunakan ojek untuk bisa sam­pai ke Pasar Pancuang Taba, apalagi bila diangkut ke Pasar Baru Bayang, tentu akan lebish besar lagi,” ungkapnya.

Ia menerangkan, akbat biaya transportasi besar usaha pertanian warga se­tempat hanya bisa jalan ditempat. Warga bercocok tanam ber­bagai sayuran rata rata hanya untuk kebutuhan di rumah tangga, bukan untuk dijual.

Berdasarkan catatan Di­nas Pertanian Tanaman Pa­ngan Hortikultura, Peter­nakan dan Perkebunan Pes­sel, di tiga nagari tersebut cocok dikembangkan bawang merah, kol, cabai, dan ber­bagai jenis sayuran lainnya. (h/har)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 25 Maret 2020 - 19:39:56 WIB

    Menaker Jaring BLK Jadi Sentra Pencegahan Corona

    Menaker Jaring BLK Jadi Sentra Pencegahan Corona JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Guna mencegah peningkatan pandemi Virus Corona (Covid-19), Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, mengoptimalkan fasilitas Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai sentra pencegahan Covid-19. BLK diarahk.
  • Senin, 10 Februari 2020 - 17:30:02 WIB

    Siapkan Lahan Seluas 6.000 Hektar, Sumbar Targetkan Jadi Sentral Bawang Putih

    Siapkan Lahan Seluas 6.000 Hektar, Sumbar Targetkan Jadi Sentral Bawang Putih PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Pemprov Sumbar optimis menjadi sentra produksi bawang putih pada tahun 2021 mendatang. Untuk mewujudkan impian itu, pemerintah telah menggenjot penanaman bawang di sejumlah wilayah yang ada di daer.
  • Senin, 10 Oktober 2016 - 02:07:58 WIB

    BNI Buka Kantor Sentra Kredit Menengah di Padang

    BNI Buka Kantor Sentra Kredit Menengah di Padang PADANG — HALUAN, BNI selalu mengedepankan kemudahan dan kenyamanan bertransaksi kepada semua nasabah. Untuk mem­berikan kemudahan akses kepada masyarakat sekaligus perluasan jaringan bisnis dan peningkatan kualitas layanan.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]