Nagari yang Dicari


Selasa, 26 April 2016 - 03:23:09 WIB

Pemerintah sudah mengucurkan dana desa. Di Sumbar, dana sebesar Rp600 juta itu dikucurkan kepada setiap nagari, yang dianggap sebagai pemerintah administrasi terendah dan setara desa. Tahun ini Kementerian  Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) dan Transmigrasi mengucurkan dana untuk Desa sebesar Rp 47 triliun guna mendorong berbagai kegiatan pembangunan di pede­saan, namun Sumbar lebih kecil di­ban­dingkan Aceh.

Provinsi Aceh saja mendapat kucuran dana sebanyak Rp 3 triliun lebih di tahun ini, Sementara itu Tahun 2015 Sumbar dapat sekitar Rp 200 miliar lebih, semen­tara Aceh mencapai Rp1,5 triliun. Dengan jumlah dana sekitar Rp 678 miliar itu jelas masih belum mencukupi di Sumbar

Tahun 2016 pagu anggaran dana desa Sumbar naik menjadi Rp600 juta per nagari/desa dari sebelumnya rata-rata hanya Rp300 juta. Total untuk 880 desa/nagari di daerah itu, Pemprov Sumbar akan mene­rima Rp528 miliar. Setiap satu desa/nagari nantinya akan menerima Rp556 juta, ditambah 10 persen ber­dasarkan kriteria

Sesuai dengan Peraturan Menteri Desa nomor 21 tahun 2015 tentang penetapan prioritas penggunaan dana desa tahun 2015, masing-masing kabupaten kota di Sumbar harus segera mengalokasikan, menyalur­kan, memantau dan menge­valuasi penya­luran dana desa.

Alokasi dana desa yang masuk pada tahap I itu sebesar 60 persen dari total dana tahun 2016. Terkait penggunaan dana harus disesuaikan dengan Peraturan Menteri Desa Nomor 21 Tahun 2015 tentang Penetapan Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2016.

Kendati jumlahnya tak setara dengan jumlah yang diterima daerah lain, penga­wasan terhadap penggunaan dana ter­sebut menjadi sangat penting. Bila perlu di­umum­kan saat rapat Musrenbang nagari dan kecamatan supaya ada transparansi.

Selain itu,  pemerintah desa atau nagari yang terima dana Desa itu buat terobosan dengan melakukan Mouu dengan BPKP dan juga auditor independen supaya penge­lolaan dana itu bisa terarah dengan benar dan jelas peruntukannya.

Di tengah berhadapan dengan kendala birokrasi, jumlah nagari atau desa di Sumbar jauh dari angka yang ideal. Disebutkan beberapa pihak, karena factor geografis dan tata letak daerah, angka Nagari memang jauh dari ideal. Minimal, setara kan jumlah yang diterima pemerintah terendah itu dengan tetangga.

Akumulasi yang diterima provinsi Aceh, seperti yang disebut di atas, mencapai 12 digit alias triliunan. Tentunya, dengan jumlah sebanyak itu, pembangunan di tingkat desa bisa dijalankan dengan baik, melalui sinergi di setiap daerah. Jangan sampai ada tumpang tindih. Harus ada penataan dari yang terkait sehingga potensi desa/nagari setiap hari bisa dioptimalkan.

Belum lagi serbuan rupiah yang masuk ke Sumbar jika memang nantinya, proses lanjutan dengan melobi pusat memper­banyak jumlah nagari di Sumbar bisa berhasil. Dampaknya tak akan dirasakan desa saja, tapi juga akan dirasakan daerah lain. (*)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 21 September 2019 - 01:17:45 WIB

    Kecamatan Koto Baru Akan Gelar Shalat Istisqa Serentak Seluruh Nagari

    Kecamatan Koto Baru Akan Gelar Shalat Istisqa Serentak Seluruh Nagari DHARMASRAYA, HARIANHALUAN.COM –Camat Koto Baru Berlian Oemar dimana wilayahnya merupakan salah satu wilayah terdekat dengan Provinsi Jambi, tanggap dengan mengadakan rapat koordinasi bersama Forkopimcam, terkait kebakaran h.
  • Ahad, 21 Juli 2019 - 21:38:50 WIB

    Opitimisme Pengelolaan Bersama Hutan Nagari di Sumpur Kudus

    Opitimisme Pengelolaan Bersama Hutan Nagari di Sumpur Kudus SIJUNJUNG,HARIANHALUAN.COM-Pasca ditanda tanganinya kesepahaman bersama enam nagari di kluster Sumpur Kudus untuk Pengelolaan Hutan secara bersama pada bulan Maret lalu, dinamika dalam pengelolaan bersama hutan memasuki tahap.
  • Selasa, 11 Juli 2017 - 10:41:52 WIB

    Menjadikan Nagari sebagai Lembaga Koperasi Syariah

    Menjadikan Nagari sebagai Lembaga Koperasi Syariah Dalam mempersiapkan masa depan yang penuh tantangan, di mana kelompok konglomerat dan kapitalis asing lainnya makin menguasai ekonomi Indonesia di semua bidang dan lapisan usaha, dari hulu sampai ke muara, baik di darat, laut.
  • Sabtu, 12 November 2016 - 19:57:30 WIB

    Mengujungi Nagari yang Pernah Menjadi Pusat Negara Masa PDRI

    Mengujungi Nagari yang Pernah Menjadi Pusat Negara Masa PDRI Hawa dingin dan sejuk begitulah yang terasa pertama kali ketika akan memasuki Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh. Suhu di utara Kabupaten Limapuluh Kota itu, berbeda dengan suhu di kecamatan lainnya didaerah penghasil.
  • Selasa, 27 September 2016 - 02:39:08 WIB

    Membangun Ekonomi Desa/Nagari

    Masyarakat desa yang selalu diper­sep­sikan sebagai masyarakat yang udik, miskin, kolot dan tidak maju harus segera dihapus. Desa memiliki potensi ekonomi, terutama di sektor pertanian. Desa harus kita bangun. Masyarakat de.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]