Diduga Palsukan Surat Tanah

Ketua KAN Lb. Alung Dipolisikan


Selasa, 26 April 2016 - 03:36:43 WIB

PADANGPARIAMAN, HA­LU­AN — Merasa dirugikan akibat dugaan rekayasa/pemalsuan surat tanah milik keluarganya, Aljufri (44) melaporkan Ke­tua KAN Lubuk Alung Kab. Pa­dang­pariaman, S. Dt.Pado Basa dan Ny. Ernita (kakak iparnya) kepada polisi.

“Akibat dugaan pemalsuan itu, Saya beserta dua kakak saya yakni Elviwarni, Fitrah dan adik Jalius Budhi, telah kehi­langan hak kepemilikan atas dua bidang tanah,” ujar Aljufri pada Haluan, kemarin.

Aljufri yang didampingi Drs. Nurmansyah, mantan Ketua BPAN Lubuk Alung mengatakan, dugaan pemal­suan surat tanah itu telah dilaporkan pada 18 Maret 2016, No.LP/30/III/2016. Di­te­ri­ma AIPDA Darmawel Kanit I SPKT Polres Padang Pariaman.

Kehilangan kepemilikan tersebut diduga akibat perbua­tan terlapor, yakni Ketua KAN Lubuk Alung, S.Dt.Pado Basa dan Ny.Ernita (50), istri dari Maizarwan Dt.Rangkayo Ba­lai (Alm), kakak kandung Aljufri.

“Setelah kakak saya Mai­zar­wan meninggal, Ernita diduga menjual tanah milik kami berlima dengan menser­tifikatkan tanah itu lewat prona (program nasional),” katanya menjelaskan.

Ketua KAN Lubuk Alung telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) tentang pe­ngua­saan fisik bidang tanah pada tanggal 27 Mei 2014. “Padahal, surat tentang kepe­milikan ini sudah ada sejak 23 Juni 1997. Artinya, Ketua KAN diduga telah menge­luarkan keputusan sendiri tan­pa melalui sidang pleno ang­gota KAN,” tambah Alju­fri.

“Itu betul. Surat Keputusan Ketua KAN yang dikeluarkan tanpa melalui sidang pleno ninik mamak nan 10 selaku fungsionaris KAN, tidak sah,” tegas Nurmansyah.

Kini, jelas Aljufri, tanah milik keluarganya itu  sudah berpindah tangan jadi milik M.Yasin, setelah membelinya pada Ny.Ernita dengan bukti kepemilikan Sertifikat No.­5667 seluas 5.440 meter dan Sertifikat No.5668 seluas 11.400 meter.

Aljufri mengaku tak ingin ribut-ribut tentang masalah itu, namun karena merasa korban dugaan permainan, maka Ke­tua FKPM Padang Pariaman ini, akan menuntut hak keluar­ganya sampai tuntas.

“Saya pun tak takut habis-ha­bisan dalam masalah ini, yang jelas hak kami kakak be­radik harus dikembalikan. Se­bab, waktu mediasi yang kami sediakan hampir sebulan, tidak  dimanfaatkan terlapor. Ma­kanya upaya penyelesaian me­lalui jalur hukumlah yang akan menyelesaikannya,” kata­nya.

Dikatakan dia lagi, kini dua bidang tanah dengan nomor sertifikat 5667 dan 5668 atas  nama M.Yasin sudah diblokir. “Kami barusan keluar dari Kantor  BPN Kab. Padang Pariaman,” ujar Aljufri.

Sementara itu Ketua KAN Lubuk Alung, S.Dt.Pado Basa  membenarkan dirinya dipang­gil polisi atas laporan Aljufri beserta keluarga terkait dugaan pemalsuan surat-surat tanah tersebut.

 “Iya benar, saya dipanggil polisi. Tapi itu resiko peker­jaan sebagai pelayan masya­rakat bidang administrasi. Saya tidak menjual tanah, namun hanya membuatkan admi­nis­trasinya sesuai permintaan masyarakat. Kalau ambo nan manjua tanah masyarakat, iyo salah tu. Kini apo untuangnyo dek ambo. Untuangnyo un­tuak inyo, ruginyo untuak ambo. Tapi itulah resiko ka­rajo,” ujar S.Dt.Pado Basa via handphonenya. (h/rel/ita)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]