Pencabul Bocah Dituntut Lima Tahun


Selasa, 26 April 2016 - 16:07:06 WIB

PADANG, HALUAN — Teng­­ku Pangeran Aria (21), ter­­dakwa kasus pencabulan de­ngan korban Bunga (sa­ma­ran) yang masih berusia de­lapan tahun, mengaku pi­kir-pikir terlebih dahulu ter­­hadap putusan vonis lima ta­­hun penjara yang dija­tuh­kan Majelis Hakim Pe­nga­dilan Negeri (PN) Pa­dang kepadanya, Senin (25/4).

Pantauan Haluan, si­ang itu terdakwa mengenakan baju koko yang dibalut rom­pi tahanan pengadilan. Ter­dak­wa yang dalam persi­da­ngan sebelumnya telah me­ngakui perbuatannya, tam­pak tidak punya kata-kata lain, selain penyesalan dan permohonan agar vonis yang dijatuhkan kepadanya bisa mendapat keringanan.

Menurut putusan maje­lis hakim yang diketuai Yo­se Ana Roslinda dan be­rang­gotakan Nasorianto dan Sutedjo, selain hukuman lima tahun, terdakwa juga diwajibkan membayar den­da sebesar Rp60 juta subsi­der 3 bulan penjara. Sejum­lah putusan tersebut sama persis dengan tuntutan dari Suriati selaku Jaksa Penun­tut Umum (JPU) dalam kasus ini.

“Terdakwa terbukti se­ca­ra sah telah bersalah me­lang­gar pasal 76 E Jo pasal 82 Undang-Undang nomor 35 tahun 2014 tentang pe­ru­bahan atas Undang-Un­dang 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak,” ucap Yose. Sementara terdakwa terlihat berusaha tenang saat vonisnya dibacakan.

Berdasarkan keterangan JPU dalam pemeriksaan se­belumnya, perbuatan ca­bul yang dilakukan terdak­wa terhadap Bunga berawal dari kedekatan keduanya. Saat itu, terdakwa yang bekerja di salah satu rumah makan di Kota Padang, tinggal di rumah nenek korban, di mana korban juga tinggal di rumah tersebut.

Terdakwa melancarkan aksi bejadnya dengan cara membujuk korban untuk berjalan-jalan ke Plaza An­da­las. Saat jalan-jalan, ter­dakwa membelikan kor­ban baju, sandal, kotak pensil, sandal dan memberikan uang dengan tujuan menge­labui korban sebelum me­lan­carkan aksi bejadnya.

Pada satu kesempatan yang tidak diingat tang­galnya oleh terdakwa, terdakwa pun melakukan pencabulan terhadap korban, dimulai dari mencium pipi korban, memeluk dan membuka celana korban hingga mela­kukan sodomi terhadap korban. Saat itu, korban yang berusaha melawan bahkan diancam untuk di­bu­nuh. Kejadian ini pun terungkap setelah korban menceritakannya kepada orangtuanya yang langsung melaporkan terdakwa ke pihak yang berwajib. (h/isq)

 

 

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 30 Juli 2015 - 19:16:25 WIB

    Kasus Dugaan Pencabulan Ketua DPRD Dihentikan

    PADANG, HALUAN — Kasus dugaan pencabulan de­­ngan ter­la­por Ketua DPRD Pa­dang, Eris­man di­henti­kan pen­­ye­li­di­kan­nya oleh pen­yi­dik Res­krim Polresta Padang, karena dianggap tid.

  • Ahad, 07 Juni 2015 - 20:54:01 WIB

    Pengacara Laporkan Akun FB “Pencabulan”

    SERET NAMA KETUA DPRD PADANG

    PADANG, HALUAN — Isu pen­cabulan yang menyeret-nyeret nama Ketua DPRD Padang, Erisman sepertinya akan ber­balik arah. Setelah salah satu pendiri LSM Formas, Agus Su.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]