Kemenristek Targetkan 12 Ribu Riset Kampus


Rabu, 27 April 2016 - 02:59:40 WIB

SLEMAN, HALUAN — Kementrian Riset dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) memetakan riset- riset unggulan. Menteri Ristekdikti, Mohammad Natsir menuturkan, Indonesia memiliki 4.300 perguruan tinggi sehingga potensi riset di negeri ini sangat besar.

Namun sayangnya banyak penelitian yang tidak bisa dimanfaatkan secara langsung karena keter­batasan waktu dan pendanaan.

“Maka itu, sekarang kita sedang melakukan pemetaan penelitian unggulan untuk mengetahui penelitian sebuah perguruan tinggi itu kuatnya di bidang apa. Persebarannya di Indonesia bagaimana,” ujar Natsir saat berkunjung ke Laboratorium Eleminate Dengue UGM, Selasa (26/4).

Ia menuturkan, saat ini jumlah hasil riset yang terdata di Kemenristekdikti hanya sekitar sembilan ribuan. Padahal, menurutnya, di luar itu pasti masih ada hasil riset yang belum tercatat dalam sistem Kemenristekdikti. Hal ini tentunya dipengaruhi oleh kedisiplinan perguruan tinggi untuk melakukan pencatatan hasil riset dan melaporkannya ke Kemenristekdikti.

Dengan demikian Natsir mengimbau agar perguruan tinggi dapat melakukan sistem pencatatan dan pelaporan hasil riset secara disiplin. Karena dalam beberapa bulan ke depan, hasil dari pemetaan riset unggulan akan diumumkan, sekaligus dengan peringkat hasil penelitian perguruan tinggi.

Natsir menargetkan, dalam waktu dekat ini, jumlah hasil riset perguruan tinggi bisa mencapai minimal 12 ribu. Di sisi lain, Ia membenarkan, jika rendahnya hasil riset di Indonesia dipengaruhi oleh mekanisme pertanggungjawaban pendanaan dari pemerintah yang sangat rumit.

“Makanya banyak peneliti yang malas, karena proses pertanggungjawabannya ribet. Tapi ke depan­nya hal itu tidak akan menjadi masalah lagi, Kemenkeu sudah menyetujui untuk menyederhanakan proses pertanggungjawaban dana riset,” kata Natsir.

Selain untuk melihat persebaran riset unggulan, pemetaan yang tengah di lakukan Kemenristekdikti akan sangat berpengaruh terhadap kebijakan pendana­an aktivitas penelitian. Menurut Natsir, jika karya unggul perguruan tinggi sudah terpetakan, peluang kerja sama dengan industri dapat terbuka lebih lebar. Hal ini tentunya akan membantu mekanisme pendanaan kegiatan riset. (h/rol)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 05 Juni 2020 - 23:55:54 WIB

    Soal Vaksin COVID-19 di RI, Begini Penjelasan Kemenristek

    Soal Vaksin COVID-19 di RI, Begini Penjelasan Kemenristek HARIANHALUAN.COM - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro mengatakan vaksin dikembangkan melalui tiga platform pendekatan, yakni vaksin protein rekombinan, vaksin DNA atau mRNA dan vaksin yang dilemahkan.
  • Selasa, 05 Mei 2020 - 13:23:08 WIB

    Belum Ada Vaksin, Kini Kemenristek Teliti Pil Kina untuk Obat Virus Corona

    Belum Ada Vaksin, Kini Kemenristek Teliti Pil Kina untuk Obat Virus Corona JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan multicenter clinical trial atau tes kepada berbagai jenis oba.
  • Rabu, 20 April 2016 - 02:33:45 WIB

    Kemenristekdikti Sediakan 2.700 Beasiswa untuk Dosen

    SURABAYA, HALUAN ‚ÄĒ Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemen¬≠ristekdikti) menyediakan 2.700 beasiswa untuk dosen di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS)..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]