Yuli, Pemilik Bordir Maulana

Orang Gajian yang Kini Menggaji Pekerja


Rabu, 27 April 2016 - 03:02:14 WIB

PADANG, HALUAN — Yuli (35) bertahun-tahun menjadi orang gajian, kini menggaji sejumlah pekerja di usaha jahitannya, Bordir Maulana. Ia tak pernah menyangka kalau kemampuan menjahit bisa mengubah nasibnya lebih baik dan menjadi tumpuan hidup orang lain.

Yuli merintis usaha bor­dirannya pada 2012. Di Bordir Maulana, selain membuat bordiran, ia juga membuat sulaman dan krancang. Jenis jahitan itu ia buat dalam bentuk mukenah, baju, jilbab, taplak makan dan bed cover. Di Bordir Maulana, ia juga menerima jahitan, khusus pakaian wanita. 

Yuli menjual hasil jahitan da­ri Bordir Maulana dengan harga bervariasi, tergantung ba­han dasar dan motif. Ia menjual mukenah bordiran de­ngan harga Rp180.000 hing­ga Rp500.000. Sementara harga krancang bisa mencapai Rp1 juta, sedangkan baju wa­nita harganya Rp200.000 sam­pai Rp300.000 per helai. Se­mentara untuk harga bed co­ver, ia jual Rp210.000 per set.

Produk Bordir Maulana dibeli oleh konsumen yang memesan langsung. Di luar pemesanan,

Yuli memasarkan pro­duk­nya dengan mengirimnya ke da­erah lain. Untuk Jakarta, ra­ta-rata ia mengirim lima ko­di per bulan. Sementara untuk Ulakan, Pariaman, rata-rata ia mengirim dua kodi per bulan.

“Kalau harga grosiran le­bih murah lagi,” ujar Yuli ke­pa­da Haluan di rumahnya, Kom­plek Perumahan Taruko I Blok RR No. 17 RT 04/ RW 10, Korong Gadang, Keca­ma­tan Kuranji, Padang, Selasa (26/4).

Dari beragam produk itu, Yu­li memeroleh penghasilan ber­sih rata-rata Rp3 juta per bu­lan. Penghasilannya bisa le­bih banyak dari itu kalau ba­nyak pesanan. Ekonomi ke­luarga Yuli sangat hidup de­ngan penghasilan sebesar itu.

Yuli menuturkan, kele­bi­han membuka usaha sendiri, se­­lain bisa membantu orang la­­in sebagai pekerja, tugas se­ba­gai ibu rumah tangga juga bi­­sa dilaksanakan dengan baik.

Kini Yuli memiliki enam pekerja (anak jahit), lima orang di antaranya berdo­misili di Ulakan, sementara satu orang tinggal di Padang.

“Para anak jahit tersebut saya beri kain, benang, lalu mereka bekerja di rumah masing-masing. Saya upahkan kepada mereka membordir atau sulaman. Kalau mem­buat krancang dan bed cover tidak rutin, hanya kalau ada pesanan,” ungkapnya.

Kini, setelah nasibnya bisa dikatakan jauh lebih baik daripada belasan tahun lalu, ia mengenang semua perjalanan hidupnya. Yuli menceritakan, tamat SMP ia masuk STM karena ber­cita-cita menjadi sarjana Tek­nik Sipil. Setelah lulus STM Negeri 2 Padang pada 1999, ia ingin kuliah, tak jadi. Per­katanya, ia gagal masuk per­guruan tinggi nege­ri. Ka­lau kuliah di swasta, orang­tua­nya tak ada biaya. Ia akhirnya ma­suk kurshus men­jahit di Pa­dang.

Lulus kursus menjahit, Yuli belum berminat menjadi penjahit. Ia malah berangkat ke Malaysia menjadi tenaga kerja wanita. Di negeri jiran ia bekerja di kilang elektronik di Penang. Empat tahun dila­lui­nya, setelah itu, ia kembali ke Padang. Di Padang ia be­ker­ja sebagai penjahit. Hanya bertahan lima bulan, ia lalu bekerja di toko kue di kawasan Pondok selama setahun.

Pada 2006, rantau kembali memanggilnya. Kali ini ia merantau ke Jakarta. Di sana ia bekerja di toko pakaian di Tanah Abang. Rantau agak­nya tak mampu mengubah nasibnya. Setahun di Jakarta, ia kembali ke Padang. Pada 2007, ia dipersunting oleh Apriman. Setelah menikah, lebih banyak berada di rumah.

Lima tahun kemudian, Yuli bekerja di peercetakan di kawasan Jl. Perintis Kemer­dekaan. Hanya hitungan bu­lan, ia mengundurkan diri. Dari sinilah babak baru hidup­nya dimulai: ia membuka usaha sendiri.

Bermodalkan satu unit mesin jahit dan uang tunai Rp5 juta, ia membuka usaha jahitan. Uang Rp5 juta ia gunakan untuk membeli ba­han berupa kain dan benang untuk memproduksi mukenah bordiran.

“Itulah mulanya saya mem­buka usaha bordiran dan berlangsung hingga kini. Al­ham­dulillah, ada pening­ka­tan,” imbuhnya. (h/rb)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]