Polemik SMAN 3 Padang Berakhir Damai


Rabu, 27 April 2016 - 04:10:16 WIB

PADANG, HALUAN – Heboh postingan siswa SMAN 3 Padang di kolam renang berakhir damai.  Kasi Penyidik Satpol PP Kota Padang Amrizal Rengganis secara resmi minta maaf, Selasa (26/4). Amrizal mengaku sama sekali tidak ada niat untuk merusak nama baik keluarga besar SMA Negeri 3 Padang.

Dari pantauan Haluan di SMAN 3 Padang pukul 11.30 WIB, dengan menge­nakan kaos polo merah, Amrizal datang seorang diri dan langsung masuk ruangan Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Padang. Dalam pertemuan Amrizal dengan Kepala SMAN 3 Padang, turut juga dihadiri oleh 6 orang perwakilan orang tua siswa serta beberapa guru SMAN 3 Padang

Dalam dialog selama kurang lebih 1 setengah jam, keluarga besar SMA 3 mengemukakan pendapat dan panda­ngannya terkait polemik pesta di kolam renang tersebut.

Danil Satria, salah seorang orang tua siswa saat itu mempertanyakan niat Am­rizal dalam postinganya tersebut. Menurut­nya, seharusnya Amrizal lebih cermat menilai apa yang telah dilihatnya pada Sabtu malam tersebut.

“Jangan sepotong-sepotong menilainya, orang lagi ditolongin dibuat (posting) peluk-pelukan,” ujarnya.

Danil mengatakan, Amrizal seharusnya dapat membedakan mana yang bersifat insidentil dan mana yang bersifat sengaja. “Ini kan insidentil, tidak ada unsur nafsu di sana. Itu kelihatannya berpelukan tapi keadaan yang sebenarnya tidak demikian,” kata dia.

Danil dan orang tua murid lainnya meminta Amrizal sese­gera mungkin membuat klarifi­kasi dan meluruskan opini publik yang sudah terlajur terbangun lewat akun facebooknya.

Sejumlah guru yang juga ha­dir pada siang itu juga menyam­paikan unek-uneknya kepada Amrizal. Arti dan Rita misalnya, mereka mengungkapkan akibat postingan Amrizal tersebut guru-guru SMA 3 Padang telah diha­kimi oleh masyarakat.

“Banyak yang bilang kami (guru) tidak pantas menjadi guru dan kami dinilai gagal mendidik anak. 35 tahun saya mengajar dan mendidik anak-anak dengan tulus kemudian karena postingan itu saya dihakimi oleh orang banyak,” tutur Arti sambil ber­urai air mata.

Sementara itu, salah seorang alumni yang hadir pada siang itu, Gilang mengungkapkan akibat postingan Amrizal, beberapa siswa SMA 3 Padang yang tengah mengurus SKCK guna mengurus syarat sebagai calon anggota kepolisian juga mendapat perla­kuan kurang menyenangkan oleh petugas.

“Adik-adik saya kemarin men­dapat perlakuan tidak me­nyenangkan gara-gara postingan bapak (Amrizal). Mereka bilang ke adik-adik saya Oh kamu anak SMA 3 yang mandi-mandi kolam berenang itu ya? tidak pantas kamu jadi Polisi,” ujar Gilang.

Amrizal yang selama mediasi lebih banyak mendengarkan mengaku sangat menyesalkan akibat yang telah ditimbulkan dari postingannya tersebut. Am­rizal mengaku sama sekali tidak ada niat untuk merusak nama baik keluarga besar SMA Negeri 3 Padang.

Dia menegaskan niatnya da­tang ke SMA Negeri 3 Padang tulus untuk meminta maaf dan melakukan klarifikasi tanpa paksaan siapapun.

“Saya harap pihak-pihak ter­kait bisa memahami dan mene­rima permintaan maaf saya,” ujarnya.

Amrizal juga mengatakan apa yang dipotingnya di facebook tersebut tidak sesuai dengan faktanya yang sebenarnya terjadi. Dia mengaku telah khilaf dan keliru saat melihat acara pesta kolam berenang tersebut.

“Saya akui saya khilaf dan keliru karena faktanya tidak sesuai seperti apa yang saya tulis,” ujarnya.

Terkait permitaan orang tua murid yang meminta Amrizal membuat klarifikasi di face­booknya Amrizal mengatakan akan segera memenuhi permin­taan tersebut.

 ”Kemarin saya juga sudah minta maaf kepada Ikasmantri, postingan di facebook juga sudah saya hapus semua,” ujarnya.

Sementara itu, kepala SMA 3 Padang, Rahmadansyah me­nyam­­but baik niat  Amrizal menyelesaikan persoalan ter­sebut. “Sekolah selaku pendidik, pasti menerima permintaan maaf tersebut,” ujarnya.(h/mg-ang)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]