Hari Bakti Pemasyarakatan

Lapas dan Rutan di Sumbar Dibersihkan dari Narkoba


Rabu, 27 April 2016 - 04:11:10 WIB

PADANG, HALUAN – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkum dan HAM) Sumbar, Ansaruddin akan mela­kukan pemusnahan barang sita­an dari Lembaga Pemasyaraka­tan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) dalam rangka mempe­ringati Hari Bakti Pemasyara­katan. Pelaksanaan Hari Bakti Pemasyarakatan akan dipusat­kan di Rutan Padang yang ada di Anak Air, Kelurahan Bati­puah Panjang, Kecamatan Koto Tangah.

“Banyak barang sitaan yang nantinya akan kita musahkan. Mulai dari handphone, benda-benda tajam, alat isap sabu berupa bong dan barang terla­rang lainnya yang dibawa masuk ke Lapas,” kata Ansaruddin saat ditemui Haluan di ruang kerja­nya Selasa, (26/4) siang.

Dengan momentum Hari Bakti Pemasyarakatan ini akan menjadi awal untuk Kanwil Kemenkum dan HAM melaku­kan bersih-bersih Lapas/Rutan dari narkoba. “Narkoba meru­pakan musuh bersama. Jadi, kita akan bersihkan semua Lapas dan Rutan yang ada di Sumbar dari barang haram ini,”ujarnya.

Sementara ke depan Kanwil Kemenkum dan HAM juga akan memperbaiki layanan di Lapas/Rutan yang ada di Sumbar. Salah satunya dengan mengaktifkan kembali Warung Telkom (War­tel) di dalam Lapas/Rutan. “Se­hingga tidak ada lagi narapidana (napi) yang menyembunyikan alat telekomunikasi ke Lapas, karena sudah ada Wartel,” tandasnya.

Untuk transaksi di dalam Lapas/Rutan nantinya Kanwil Kemenkum dan HAM akan meng­aktifkan kembali e-money. Dimana setiap napi akan di­buatkan rekening masing-ma­sing. Maka nantinya napi hanya bertransaksi menggunakan e-money tersebut.

“Kenapa ini kita aktifkan lagi. Ini bertujuan agar tidak ada lagi tindakan berupa pemerasan dari petugas Lapas/Rutan kepada napi, karena mereka melakukan transaksi melalui e-mo­ney,” ungkapnya.

Menghindari agar tidak terja­di transaksi yang mencurigakan nanti rekening para napi ini akan dikontrol oleh pengawas ke­uangan. Sehingga setiap uang masuk akan terpantau.

“Kita tentu bisa menentukan berapa sewajarnya berapa kebu­tuhan setiap napi itu. Misalanya untuk membeli makanan atau untuk membeli yang lain di dalam Lapas/Rutan. Tidak wajar dong kalau napi punya rekening berjuta-juta,”tandasnya.

Cegah Rusuh di Lapas

Belakangan ini Lapas di Indo­nesia seperti tengah bergejolak. Namun, di Sumbar masih tetap aman-aman saja meski dalam kondisi kapasitas yang belebih (Over capacity).

Ternyata rahasianya ada pada pendekatan yang dilakukan pihak Kemenkum dan HAM Sumbar. Kanwil Kemenkum dan HAM Ansaruddin menyebutkan, pen­dekatan agama yang selama ini dilakukan bisa meredam peri­laku anarkis pada napi.

“Mereka diberi pembekalan bahwa dengan berkelakuan baik, dengan berserah diri kepada Tuhan YME maka pintu untuk menjadi orang baik akan terbuka lebar. Pendekatan ini yang tidak dimiliki daerah lain di Indonesia. Hanya di Sumbar hal ini bisa diterapkan,”ungkapnya.

Dilanjutkan Ansaruddin, di­ban­ding dengan Lapas Benceuy, Bandung dan Lapas Malabero di Bengkulu, Lapas Klas II A Mua­ro, Padang jauh lebih banyak penghuninya. Namun, hingga saat ini tidak pernah rusuh.

“Kita di Lapas Muaro saja itu 10 orang petugas mengawal lebih 1.500 orang. Sementara yang di Banceuy itu hanya 250 dan Mala­bero sekitar 500 orang. Tapi, Alhamdulilah dengan pende­katan kita tidak ada rusuh,” ungkapnya.

Meski demikian Kanwil Ke­menkum dan HAM masih akan tetap meminta penambahan petu­gas jaga sekitar 150 orang. Ini pun telah disampaikan ke Ke­menterian Hukum dan HAM.

“Nanti penambahan ini akan kita tempatkan di Rutan Anak Air, Kelurahan Batipuah Pan­jang, Padang itu 40 orang, Lapas Narkotika Sawahlunto 40 orang. Sementara sisanya akan kita sebar di Lapas/Rutan yang masih kurang. Jumlah ini belum terma­suk tenaga administra­sinya,” pungkasnya.

Ansaruddin tidak mau ada alasan kekurangan petugas men­jadi penyebab sering kaburnya napi dari Lapas/Rutan. Menu­rutnya, masih adanya tahanan kabur lebih disebabkan adanya Standar Operasi Prosedur (SOP) yang tidak jalan.

“Kita bayangkan sendiri kon­sep Lapas itu berupa kurungan untuk napi dengan menggunakan sel-sel yang menggunakan jeruji besi dan itu tertutup. Namun, masih saja lepas itu tentunya ada yang salah dari SOP-nya,” tuturnya.

Ditegaskan Ansaruddin, un­tuk napi dan tahanan yang kabur itu pihak Kanwil Kemenkum dan HAM akan terus melakukan pengejaran sampai bisa di­kembalikan ke Lapas kembali. “Kita telah koordinasi baik itu dalam daerah mapun ke luar daerah. Untuk mempersempit ruang gerak napi yang kabur ini,”tandasnya.

Kaburnya Napi Painan Jadi Pelajaran

Kaburnya napi dari Rutan Klas II B Painan menjadi sorotan Kanwil Kemenkum dan HAM pada Hari Bakti Pemasyarakatan kali ini. Memanfaatkan napi untuk membantu pekerjaan ru­mah, menyupir dan pekerjaan lain di luar tahanan sudah melanggar aturan.

“Kita telah ingatkan kepada Kepala Lapas/Rutan, jangan main-main dengan hal ini. Apa­bila saya menemukan sendiri adanya napi yang dibawa ke luar Rutan/Lapas untuk melakukan pekerjaan rumah, saya akan evaluasi jabatannya,”kata An­saruddin.

Menurutnya, praktek ini ba­nyak dilakukan oleh oknum Lapas/Rutan. Setidaknya keja­dian di Rutan Klas II B Painan harus menjadi pelajaran bagi semua pihak.

“Meski napi itu telah kita tangkap kembali dan KPR (Ke­pala Pengamanan Rutan), Idris sudah kita panggil ke Padang. Ini haruis jadi perhatian hen­dak­nya,”tutup Ansaruddin.

Dihubungi terpisah Ketua Komisi I Bidang Pemerintahan Dewan Perwakilan Rakyat Dae­rah (DPRD) Sumbar, Aristo Munandar menyebutkan, mo­mentum Hari Bakti Pemas­yara­katan bisa dijadikan Kanwil Kemenkum dan HAM untuk menyusun dan memperbaiki program pemasyarakatan untuk warga binaan. Apakah itu ben­tuknya kepada kegiatan produktif atau pun kegiatan lain yang menyibukkan napi, sehingga tidak membuat mereka berpikir untuk kabur.

“Hal ini kalau tidak bisa dilakukan sendiri, bisa diker­jakan bekerja sama dengan pe­merintah daerah. Sehingga ketika mereka telah disibukkan dengan kegiatan positif, pikiran rusuh atau pikiran jahat lainnya tidak akan muncul,”katanya kepada Haluan Selasa, (26/4) malam melalui sambungan telepon dari Padang.

Selain itu, Kanwil Kemen­kum dan HAM bisa menye­dia­kan program pemasyarakatan yang membuat warga binaan setelah dari Lapas/Rutan nanti dapat diterima di masyarakat. “Intinya mereka tidak akan me­ngulang perbuatan mereka yang lalu. Akan tetapi melakukan hal positif seperti membuat barang produktif yang sebelumnya di­ajar­kan di Lapas/Rutan,” ung­kapnya.    (h/isr)   

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 22 April 2020 - 15:55:36 WIB

    Napi Asimilasi Ditembak Karena Curi Gadget, Kalapas Klas II A Padang: Bukan Napi Kita!

    Napi Asimilasi Ditembak Karena Curi Gadget, Kalapas Klas II A Padang: Bukan Napi Kita! PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Terkait seorang napi asimilasi Covid-19 yang ditembak jajaran Polresta Padang saat ditangkap karena mencuri handphone yang berasal dari Lapas Klas II A Padang dibantah langsung oleh Kalapas Kelas I.
  • Rabu, 06 September 2017 - 22:23:49 WIB

    Rekam Data KTP el, Dukcapil Sasar Lapas dan Sekolah

    Rekam Data KTP el, Dukcapil Sasar Lapas dan Sekolah PADANG, HARIANHALUAN.COM--Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Padang sasar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A, Muaro, sekolah-sekolah dan panti asuhan untuk merekam data warga dalam penerbitan Kar.
  • Rabu, 22 Juni 2016 - 19:40:38 WIB
    Kasus Kepemilikan Sabu

    Oknum Pengaman Lapas Muaro Dituntut Lima Tahun

    Oknum Pengaman Lapas Muaro Dituntut Lima Tahun PADANG, HALUAN - Syahrial (36), warga Kuranji yang juga oknum petugas pengamanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Muaro Padang, dituntut dengan hukuman lima tahun penjara atas kasus kepemilikan narkotika jenis sabu,.
  • Kamis, 28 April 2016 - 04:56:44 WIB
    Kanwil Kemenkum dan HAM Sumbar

    Aktifkan Wartel dan e-Money di Lapas/Rutan

    Aktifkan Wartel dan e-Money di Lapas/Rutan PADANG, HALUAN — Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkum dan HAM) Sumbar akan mengaktifkan kembali warung telkom (wartel) dan e-money di 22 Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) yang ada.
  • Sabtu, 26 Maret 2016 - 04:32:00 WIB

    Kanwil Kemenkum-BNNP Sepakat Perangi Narkoba di Lapas Sumbar

    PADANG, HALUAN — Kan­tor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkum dan HAM) Sum­bar memberikan kewe­na­ngan penuh kepada Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumbar untuk mem­bersihkan Lembaga Pe­mas­ya.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]