Kecelakaan di KM 18 Bukittinggi-Payakumbuh

4 Sekeluarga Tewas Terhimpit Truk


Rabu, 27 April 2016 - 04:12:17 WIB
4 Sekeluarga Tewas Terhimpit Truk

Tragis, empat orang sekeluarga terdiri atas ibu, bapak dan anak  tewas terhimpit truk setelah menabrak sepeda motor. Sang sopir truk melarikan diri.

PADANG, HALUAN — Di­duga mengantuk, sopir truk Mitsubishi bernopol BA 8146 EU menabrak se­peda motor jenis Hon­da Revo di Ke­lok Jala, Jorong Ta­ngah, Padang Ta­rok, Kecamatan Baso, Agam, Te­patnya di titik KM 18 Bukittinggi-Payakumbuh, Selasa (26/4) sekitar pukul 07.00 WIB.

Akibat kece­laka­an tersebut, satu keluar­ga tewas, Iswandi (40), Rita Disyanti (38) dan dua anak­nya Rama (7) dan Tasya (5). Sedangkan sopir truk melarikan diri dari lokasi kejadian. Hingga berita ini diturunkan, polisi masih memburu sopir truk tersebut.

Informasi yang dihimpun Haluan, kejadian yang menimpa satu keluarga itu berawal ketika truk terlihat oleng sekitar 50 meter sebelum sampai di lokasi kejadian. Tapi truk tetap melaju hingga menabrak dan menindih sepeda motor berikut korban. Dua kendaraan itu pun terseret sejauh 12 meter dari lokasi tabrakan.

Warga yang berada di sekitar lokasi kejadian langsung menolong korban kecelakaan yang terhimpit badan truk. Setelah beberapa menit, warga berhasil melepaskan tubuh keempat korban dari himpitan badan truk tersebut. Sayangnya, Iswandi dan dua anaknya, Rama dan Tasya didapati dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

Sementara istri Iswandi, Rita Disyanti langsung dilarikan ke Rumah Sakit Ahmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi dalam kondisi kritis. Sesampai di rumah sakit, Rita sempat mendapat penanganan medis. Namun, nyawanya sudah tidak dapat tertolong lagi. Sedangkan sopir truk melarikan diri setelah kejadian naas tersebut.

Kepala Satuan Lalulintas (Kasatlantas) Kepolisian Resor (Polres) Agam, AKP Arnanda Putra, terkait peristiwa ini menerangkan bahwa ada dugaan sopir mengantuk sehingga laju bus menjadi tak terkendali, oleng dan kemudian menabrak sepeda motor korban.

“Korbannya satu keluarga, suami dan dua anaknya tewas di tempat, sedangkan istrinya tewas saat mendapat penanganan medis di RS Ahmad Mochtar. Sementara, sopir truknya kabur setelah kejadian. Kami sudah menurunkan personel untuk memburunya,” kata Arnada.

Korban adalah warga Jorong Guguak, Nagari Guguak VIII Koto, Kecamatan Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota. Wali Nagari Guguak VIII Koto, Rismardi Datuak Rajo Putiah, kepada Haluan mengatakan bahwa korban memang pergi ke Bukittinggi untuk suatu ke­perluan. “Keterangan dari warga, korban ke Bukittinggi tadi pagi (kemarin, red) untuk suatu ke­perluan keluarga,” ucap Rismardi.

Dijelaskannya, korban sudah dua tahun tinggal di Jorong Guguak setelah sebelumnya tinggal di Koto Baru Simalang­gang. Sejak tinggal di Jorong Guguak, Iswandi selaku kepala keluarga sehari-hari berprofesi sebagai mekanik di usaha bengkel miliknya sendiri. (h/isq/ddg)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]