Embargo Senjata Pantai Gading Bakal Dicabut


Kamis, 28 April 2016 - 04:17:22 WIB

NEW YORK, HALUAN — Dewan Keamanan PBB siap mencabut embargo senjata yang telah berlangsung se­lama 12 tahun terhadap Pantai Gading pada Kamis (28/4) dan memperbaharui misi pemeliharaan per­da­maian PBB selama satu tahun terakhir.

Negara Afrika Barat itu telah keluar dari krisis sela­ma satu dsawarsa yang me­muncak pada perang singkat 2011 dan menjadi negara dengan perekonomian yang terus meningkat. Embargo senjata terhadap Pantai Gading diberlakukan pada 2004 setelah awal perang sipil 2002-2003 di negara itu.

Sebuah resolusi yang disusun Prancis akan meng­hapus embargo senjata serta pembekuan aset dan la­ra­ngan perjalanan bagi enam orang, termasuk man­tan Presiden Pantai Gading Lau­rent Gbagbo yang diadili pada Mahkamah Pidana Inter­nasional untuk keja­hatan terhadap kema­nu­siaan.

Pasukan penjaga per­da­maian PBB telah dike­rah­kan di Pantai Gading sejak 2004 dan rancangan resolusi kedua akan memperbaharui misi PBB untuk terakhir kalinya sampai dengan 30 April 2017. Saat ini ada sekitar 6.900 tentara dan polisi PBB di Pantai Gading, menurut laman resmi PBB.

Duta Besar Prancis un­tuk PBB Francois Delattre menggambarkan Pantai Ga­ding sebagai kisah sukses PBB dan mengatakan kedua resolusi PBB akan diadopsi oleh kelima belas anggota Dewan Keamanan PBB pa­da Kamis.

“Ini adalah bukti pe­ralatan dewan (DK PBB), baik operasi pemeliharaan perdamaian atau rezim sank­si, memang bisa memberikan hasil, memang bisa menjadi penentu dalam membantu negara secara sungguh-sung­guh untuk bangkit kembali setelah krisis,” kata dia.

Pada 2014, Dewan Ke­amanan PBB meringankan sebagian embargo senjata terhadap Pantai Gading dan menghapus larangan ekspor berlian, suatu langkah yang menurut ahli-ahli PBB telah gagal menghentikan per­dagangan gelap.

Para ahli PBB, yang me­nga­wasi embargo senjata, mengatakan awal tahun ini pemimpin pemberontak yang berubah menjadi ketua parlemen Pantai Gading Guillaume Soro meng­gu­nakan perang saudara 2011 dan dampak perang itu un­tuk mengakuisisi ratusan ton senjata, yang dalam jumlah besar masih berada di bawah kendali loyalisnya di kelompok militer. (h/rol)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]