LKMA Gapoktan Albasiko II Pasbar

Koperasi yang Sukses Angkat Ekonomi Petani


Kamis, 28 April 2016 - 04:20:55 WIB

PASAMAN BARAT, HA­LUAN — Koperasi ternyata mampu menyatukan para pe­tani dan petani peng­garap, bu­ruh tani, rumah tangga mis­kin di pede­saan di Pasa­man Barat. Di sana, ma­sya­rakatnya berasal dari daerah dan suku berbeda, yakni Jawa, Sun­da, Ni­as, Man­­­­dai­ling dan Minang.

Hal itu dibuktikan oleh Ko­pe­rasi Lem­ba­ga Ke­ua­ngan Mikro Agribisnis Ga­­bu­ngan Ke­lompok Tani Al­basiko II (Koperasi LKM-A Gapoktan Al­ba­siko II), yang beralamat di Jalan Tengku Umar, Jo­rong Pa­dang Canduh, Nagari Kinali, Kecamatan Kinali.

Koperasi yang berawal dari Ga­poktan yang dibentuk 17 Ma­ret 2009 itu, terdiri dari enam kelompok tani yang ber­mukim di empat desa, yaitu De­sa Ala­­­manda, Ba­ngun­rejo, Si­do­dadi, dan Koto Gadang Ja­ya (Alba­siko). Koperasi itu ke­mudian terus ber­kembang, la­lu men­jadi motor penggarak eko­no­mi ma­sya­rakat yang ter­pe­­caya.

Ketua Koperasi LKM-A Gapoktan Albasiko II, Kar­no Fahrudin mengatakan, hingga akhir 2015, anggota koperasi itu berjumlah 586 orang, yang tergabung da­lam 12 kelom­pok tani. Ko­perasi itu men­jalankan usa­ha unit simpan pinjam, de­ngan perolehan pendapatan kotor sebesar Rp1,6 miliar. Selain itu, juga mengelola pupuk organik, rata-rata sekitar 20 ton per bulan, dijual dengan kemasan 50 kg, seharga Rp50.­000,-. Se­lain untuk kebutuhan ang­gota, baik untuk tanaman palawija maupun tanaman ke­la­pa sawit, juga dipa­sarkan ke ber­bagai daerah di Sum­bar. Dari penjua­lan pupuk, koperasi mempe­roleh laba bersih Rp2,5 juta.  

Adapun Unit Warung serba ada (Waserda), kope­rasi itu menyediakan berba­gai kebutu­han anggota, dan menampung berbagai pro­duk anggota, teru­tama beras dan dedak, lalu dipasarkan. Sejak Agustus 2015, anggota yang hendak memesan beras dan dedak, diantar langsung oleh koperasi ke alamat anggota pemesan.

Pelayanan antar lang­sung ke alamat itu disambut gem­bi­ra oleh anggota, yang terga­bung dalam kelompok-kelom­pok tani atau pero­rangan. Se­bab, sebagian be­sar anggota ju­ga punya usaha di bidang pe­ter­nakan, seperti beternak ayam, sapi, kam­bing dan bebek ser­ta ikan. Ternak sapi saja ada se­kitar 200 ekor  yang dipe­li­hara ang­gota. Pihaknya me­ngan­­tarkan beras dan dedak ber­­kisar 14 hingga 15 ton per bu­lan.

“Roda usaha koperasi ini dijalankan oleh tiga orang manajer, yang dibantu 100 orang lebih tenaga kerja di berbagai bidang, antara lain kolektor, pembukuan, kasir, pemasaran, satpam, dan sopir,” ujarnya kepada Haluan, Rabu (27/4). 

Ia menuturkan, simpa­nan pokok anggota koprasi itu Rp50.000 dan simpanan wajib Rp30.000 per bulan. Hingga 2015, koperasi itu telah memi­liki modal sen­diri sebesar Rp781 juta, mempunyai tiga mobil ren­tal, nilai aset men­capai Rp9,6 miliar, dan Sisah Hasil Usaha (SHU) 2015 se­besar Rp501 juta.

Didampingi Kusen, Ma­na­­jer LKM-A (Unit Simpan Pin­jam), Karno F men­jelaskan, Unit Simpan Pin­jam mampu memberikan pinjaman mak­simal kepada anggota sebesar Rp100 juta, dengan bunga 1,4 per­sen per bulan bagi anggota, dan calon anggota bunganya 1,6 persen per bulan. Selama 2015, total pinjaman yang di­kucurkan mencapai Rp12 mi­liar kepada 837 orang ang­gota.

Kini sedang dibangun kan­tor baru permanen ber­tingkat dua berukuran 8x16 meter di atas tanah seluas 1.000 meter persegi. Total investasi untuk gedung dan tanah sebesar Rp600 juta. “Target kami sele­sai akhir Juli 2016. Semua kegiatan usaha akan kami kon­sen­trasikan di kantor baru ter­se­but ,” imbuh Karno. (h/rb)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]