Marleni, Pengusaha Kue Bawang Pedas

Modal Rp100 Ribu, Omzet Rp4,8 Juta


Kamis, 28 April 2016 - 04:22:33 WIB
Modal Rp100 Ribu, Omzet Rp4,8 Juta MARLENI, pengusaha kue bawang pedas dengan merek dagang “Usaha Rika” memperlihatkan kue buatannya di rumahnya Jalan SPN Padang Besi, Gang Sipanjang, RT 06/ RWII, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Padang, Rabu (27/4). (RUSDI BAIS)

PADANG, HALUAN — Keinginan Marleni (31) menjalankan usaha guna menambah pendapatan keluarga, sudah tertanam sejak lama. Namun, keinginan itu baru terwujud tatkala sudah memiliki dua orang anak. Ia mengawali usahanya dengan menjual roti goreng, dengan modal yang sangat terbatas.

Pagi, Marleni memasak roti goreng, lalu me­nitip­kannya di warung-warung dekat tempat tinggalnya, Jalan SPN Padang Besi, Gang Sipanjang, RT 06/ RWII, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Ki­la­ngan, Padang.

Berbulan-bulan Marleni menjajakan roti goreng, tetapi hasilnya kurang me­muas­kan. Jerih payahnya membuat kue belum seban­ding dengan penghasilan yang didapatnya. Namun isteri Deni (34), karyawan PT Igasar Padang ini tetap punya semangat tinggi.

Keuletan Marleni itu terbaca oleh kakak iparnya, pengusaha kue bawang pe­das yang sudah terbilang sukses di Pekanbaru, Riau. Sang kakak ipar merasa terpanggil untuk menu­larkan keterampilannya. Tatkala kakak iparnya itu pulang kampung, Marleni diajari membuat kue ba­wang pedas. 

Setelah yakin dengan keterampilan yang diajari sang kakak ipar, Marleni mengubah haluan dari mem­buat roti goreng ke kue bawang pedas. Ibu yang memiliki tiga anak ini sa­ngat optimistis dengan pro­duk baru itu, meski modal yang dipunyainya tidak se­be­rapa. Ia menyadari bahwa yang besar itu pasti diawali dari yang kecil.

Hal itulah yang menam­bah semangat Marleni un­tuk memulai babak baru. Modal awal hanya Rp­100.­000, ia mulai berproduksi. Dengan uang sedikit itu, ia hanya dapat menghasilkan 20 bungkus, dengan isi per bungkus dua ons. Merek dagang yang ditampilkan di kemasannya adalah “Usaha Rika”.

 “Saya mulai beralih ke kue bawang pedas per­te­ngahan tahun 2013,” ujar wanita kelahiran Padang, 17 Maret 1985 ini kepada Ha­luan, Rabu (27/4).

Marleni menitipkan pro­­duk perdananya itu di sebuah kedai di Indarung. Ia baru bisa menerima hasil penjualan setelah tujuh hari kemudian. Artinya, ia me­ne­rima setoran uang pen­jualan setelah kuenya ter­jual. Menjelang uang hasil penjualan didapat, ia men­jadi pengangguran buat sementara.

“Mau bagaimana lagi, modal cuma sebanyak itu. Jadi, saya tunggu dulu kue terjual,  baru saya bisa me­masak lagi,” ujar wanita lulusan SMK Negeri 7 Pa­dang itu.

Marleni merasakan be­­ta­­pa beratnya per­jua­ngan yang ia hadapi, na­mun harus ia lalui sembari mengasuh tiga anak yang masih kecil. Ber­kat keta­bahan dan keuletan­nya, dan dibantu suaminya, se­cara bertahap omzetnya meningkat, meski terima uang hanya sekali sepekan.

“Kalau meminjam di bank, saya tak punya agunan. Makanya kami lalui saja apa adanya, sesuai dengan mo­dal yang tersedia,” ungkap anak ketiga dari empat ber­saudara dari pasangan Ya­nuar-Ermaidawati itu.

Yang menggembirakan Marleni, pemasaran kuenya mulai meluas ke berbagai mini market di Padang, seiring dengan peningkatan produksi. Produksi rata-rata kuenya berkisar 120 bungkus hingga 150 bung­kus per minggu, atau sekitar 600 bungkus per bulan. Har­ga penjualan ke mini market Rp8.000 per bung­kus. Dengan demikian, om­zetnya sekitar Rp4.800.000 per bulan.

Walau pun omzetnya tidak begitu besar, namun Marleni tetap bersyukur kepada Tuhan karena usaha dirintisnya dari bawah de­ngan modal yang sangat terbatas itu akhirnya ber­jalan cukup menggem­beri­kan. Yang jelas, penghasilan dari membuat kue telah ikut meringankan beban keluar­ganya. (h/rb)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 10 Juli 2020 - 21:37:11 WIB

    Bingung Buka Usaha Apa? Cobain Nih 10 Bisnis Modal Kecil

    Bingung Buka Usaha Apa? Cobain Nih 10 Bisnis Modal Kecil HARIANHALUAN.COM – Modal menjadi salah satu hambatan ketika memulai bisnis. Tapi siapa sangka ada bisnis-bisnis yang tidak memerlukan modal besar..
  • Kamis, 02 Juli 2020 - 20:50:56 WIB

    Pengusaha Minta Rp 600 T ke Pemerintah Buat Modal Kerja

    Pengusaha Minta Rp 600 T ke Pemerintah Buat Modal Kerja HARIANHALUAN.COM - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) membutuhkan bantuan modal kerja dari pemerintah untuk memulai kembali bisnis dunia usaha yang sempat terhenti akibat Covid-19. Nilai modal kerja yang dibutuhkan d.
  • Rabu, 24 Juni 2020 - 17:53:17 WIB

    Usaha Ini Bisa Dijalankan Tanpa Modal, Mau Coba?

    Usaha Ini Bisa Dijalankan Tanpa Modal, Mau Coba? HARIANHALUAN.COM - Membuka usaha di tengah pandemi virus Corona (COVID-19) dapat membantu kondisi perekonomian di tengah ketidakpastian saat ini. Salah satu usaha yang bisa dijalankan tanpa modal adalah menjual barang bekas..
  • Kamis, 18 Juni 2020 - 13:14:59 WIB

    Bisa Dicoba! Ini Ide Usaha Modal Rp1 Juta yang Bisa Laku Keras

    Bisa Dicoba! Ini Ide Usaha Modal Rp1 Juta yang Bisa Laku Keras HARIANHALUAN.COM - Pandemi virus Corona berdampak terhadap perekonomian banyak negara, termasuk Indonesia. Virus yang belum ada vaksinnya ini menggerus penghasilan masyarakat lantaran kantor, pabrik, atau ladang usahanya terp.
  • Senin, 01 Juni 2020 - 19:12:44 WIB

    Apindo: Kita Butuh Suntikan Modal Kerja Rp 990 T

    Apindo: Kita Butuh Suntikan Modal Kerja Rp 990 T HARIANHALUAN.COM - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyebutkan dunia usaha membutuhkan bantuan stimulus yang cukup besar untuk membantu pemulihan ekonomi nasional (PEN). Ketua umum Apindo Hariyadi Sukamdani menjelaskan .
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]