Istri Disuruh Beli Lontong, Adek Ipar Dicabuli


Kamis, 28 April 2016 - 04:34:53 WIB
Istri Disuruh Beli Lontong, Adek Ipar Dicabuli “LP” (tidak berbaju) tersangka pencabulan terhadap adik ipar saat digiring jajaran Satreskrim Polres Padang Panjang, Rabu (27/4) sore kemarin. (MUHAMMAD APIS)

PADANG PANJANG, HA­LU­AN — Kasus pencabulan dan pemerkosaan yang se­ma­k­in marak terjadi, mem­buat resah para wanita. Se­bab, terkadang pelakunya orang-orang terdekat seperti ke­luarga dan teman. Seperti yang terjadi dengan “AS” (15), siswi yang masih du­duk di bangku SMP ini dicabuli oleh kakak iparnya sendiri “LP”(23) setelah sempat di ancam oleh tersangka.

Dari informasi yang di­himpun Haluan di Mako Polres Padang Panjang, Rabu (27/4) kemarin, ter­sangka  telah beberapa kali menggauli adik iparnya di rumah sendiri pada saat adik iparnya itu berada di rumahnya yang berada di Solok Batuang, Kelurahan Ganting Padang Panjang Timur , dengan dalih men­yuruh sang istri pergi mem­beli sarapan pagi untuknya, dan di saat itu lah “LP” melancarkan aksinya me­ngg­auli “AS” yang me­ru­pakan adik kandung istrinya sendiri. “Mendapat laporan dari keluarga, kita langsung  memburu keberadaan ter­sangka. Akibat kesigapan anggota saya, kita berhasil membekuk tersangka saat beristirahat di rumah ke­diaman­nya,” jelas Kapolres Padang Panjang, AKBP He­ru Yulianto SIK melalui Kasat Reskrim Polres Pa­dang Panjang AKP.Ismet.

Dari penuturan ter­sang­ka di Mako Polres Pa­dang Pan­jang, ia mengaku telah tiga kali menggauli adik iparnya tersebut di rumah kon­tra­kan­nya, dan ia pun mengatakan telah menjalin hubungan asmara dan sering curhat dengan korban. “Per­setu­buhan itu telah saya lakukan sebanyak tiga kali, awalnya pada bulan Maret lalu, di bulan Maret saya sempat dua menggaulinya, dan yang te­rakir saya gauli lagi pada Senin kemarin. Waktu per­tama kali me­la­kukan aksi itu, saya bersama istri menjemput adik ipar ke rumah mertua (rumah ora­ng tua istri-red) yang berada di Labuah Sam­pik Ke­lura­han Ngalau Pa­dang Panjang Timur, untuk menemani sang kakak di rumah. Na­mun sesampainya di rumah, saya menyuruh istri pergi mem­belikan Lon­tong untuk sa­rap­an pagi, dan saat itu lah tanpa menyiakan-nyiakan kesempatan saya menggauli korban tanpa per­lawanan,” terang tersangka sembari menceritakan kro­nologis kejadian kepada Ha­lu­an di Mako Polres Padang Panjang.

Tersangka juga men­ce­rita­kan, untuk pencabulan yang terakir, ia lancarkan lagi dirumahnya, dengan alih-alih mau mengantar­kan korban pergi kesekolah d­ari kediaman sang mertua. Na­mun di tengah pe­r­jala­nan, dia malah membawa korban kerumah kon­tra­kan­nya dan kembali me­lancarkan aksi bejatnya tersebut. “Yang terakir ini saya tidak sadarkan diri bang, waktu itu saya sempat mengkonsumsi obat-obatan jenis Pil TPA yang saya minta dari teman saya,” terangnya dengan wajah memelas.

Berbeda dengan pe­nga­ku­an tersangka yang me­ngat­akan telah melakukan perbuatan bejatnya tanpa perlawanan dengan alih-alih sama-sama suka, Haluan mencoba memperoleh in­for­masi lebih mendalam kepada korban yang pada saat itu tengah berada di ruang penyidikan PPA Pol­res Padang Panjang.

Informasi lanjut yang diperloh Haluan, ternyata sang koban mengatakan, awalnya sempat menolak dan melawan aksi ter­sang­ka, namun tersangka  beru­paya mengancam korban.  “Saya diancam akan di­bunuh jika tak menuruti kemauannya, ia me­nga­ta­kan, kalau saya tak mau dan melaporkan niatnya itu,  ia akan membunuh saya atau kakak saya,” terang korban “AS” di ruangan Kanit PPA.

Terkait hubungan me­reka, “AS” mengaku setelah keperawanan direnggut ka­kak ipar, sejak itulah hu­bung­an terlarang tersebut berlanjut  hingga diketahui keluarga. “Saya sangat takut untuk mengatakan kejadian ini ter­hadap keluarga, saya sangat takut karena diancam dan saya terpaksa diam,” ujar AS kepada penyidik kepolisian.

Pantauan Haluan di Ma­ko Polres Padang Panjang, kejadian tersebut membuat sang istri tidak menerima perlakukan suaminya ke­pada adik kandungnya. Ta­ngis sang istri pun membuat suasana ruangan penyidik buncah hingga petugas ke­polisian harus ikut me­redam kesedihan ibu yang tengah hamil muda itu. “Saya tidak menyangka Uda melakukan ini, saya tidak mengerti apa yang ada da­lam pikiran Uda,” ucap NL  histeris, tidak memaafkan kelakukan tersangka.

Dihadapan istri, ter­sa­ng­kapun mengaku telah me­n­yesali perbuatannya, “ Ma­af­kan Uda diak, uda men­ye­sal atas kejadian ini, ma­af,,,,, maaf,,,,,” ucap ter­sang­ka sujut dikedua kaki NL.

Sementara kanit PPA Polres Padang Panjang Ipda Junarti menambahkan, ter­sangka merupakan residivis kasus pemerkosaan pada beberapatahun lalu. Di­mana tersangka telah me­lakukan pemerkosaan ter­hadap salah satu mahasiswa perguruan tinggi di Kota Padang Pan­jang.”Untuk kasus ini, kita telah mela­kukan pe­nang­kapan ter­sangka dan me­nga­mankan barang bukti pa­kaian ter­sangka saat ber­hubungan. Kita akan segera dalami kasus dan me­lim­pahkan ke kejaksaan Negeri untuk diproses lebih lanjut,” jelas Junarti mengakhiri. (h/mg-pis)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]