Pelabuhan Teluk Bayur

200 KK Masih Tergolong Miskin


Kamis, 28 April 2016 - 04:47:53 WIB
200 KK Masih Tergolong Miskin Aktivitas di Pelabuhan Teluk Bayur. Dominan warga sekitar pelabuhan hanyalah buruh dengan penghasilan minim. Sebanayk 200 KK sekitar hidup dalam kondisi memprihatinkan. Banyaknya perusahan yang beroperasi di sekitar pelabuhan, diharapkan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat.

PADANG, HALUAN — Anggota DPRD Pa­dang, Ilham Maulana berharap keberadaan PT Pelindo dan peru­sahaan lain yang beroperasi di  kawasan Teluk Bayur bisa memberi dampak positif bagi pere­konomian masyarakat sekitar.

Hal tersebut disampaikan Politisi Demokrat ini karena pada reses yang ia lakukan ke daerah Teluk Bayur Keca­matan Padang Selatan dua hari yang lalu, 200 KK di sekitar pelabuhan tersebut  berada dalam kondisi eko­nomi yang memprihatinkan.

“Selain Pelindo banyak perusahaan lain yang berdiri di sana, ada PT Agro, Wilmart dan yang lain.  Meski banyak perusahaan yang beroperasi di sekitar kawasan Teluk Bayur, sayangnya 80 persen warga di kawasan itu masih bekerja sebagai buruh dengan peng­hasilan yang minim,” sebut Ilham saat ditemui di rua­ngannya, Rabu (27/4).

Sesuai aturan, CSR wajib dilaksanakan oleh setiap peru­sahaan. Dengan demikian ma­sya­rakat harusnya bisa merasa­kan dampak baik dari kebera­daan perusahaan yang berope­rasi di kawasan tinggal mereka. Pembangunan  mesti berjalan dengan lebih baik, kemudian ada dampak yang siginifikan di bidang pere­konomian.

“Ini apa,  jangankan men­dapatkan kesejahteraan, me­minta bantuan pembangunan musala saja masyarakat su­litnya setengah mati. Kami berharap, setidaknya dua persen dari masyarakat di kawasan Teluk Bayur diberi kesempatan menduduki posisi yang lebih baik,” sebut ang­gota DPRD Padang dari Da­pil Padang Timur dan Padang Selatan tersebut.

Selain menghimbau agar adanya kontribusi dari segi CSR, Ilham juga mengimbau ke semua perusahaan yang beroperasi di Pelabuhan agar mengkomunikasikan setiap program kegiatan yang dija­lan­kan dengan masyarakat.

“Sejauh  ini, itu belumlah dilakukan, perusahaan cen­derung jalan sendiri dalam menyusun kegiatan mereka. Jelang akan dilaksanakan barulah warga diberi tahu,” kata dia.

Persoalan ini juga menjadi keluhan dari masyarakat kare­na sebahagian kegiatan terse­but tak sepenuhnya disetujui dan  terkadang dinilai memba­wa kerugian di tengah masya­rakat.

Intinya, tambah dia, harus ada komunikasi yang baik yang dilakukan perusahaan dengan masyarakat. Me­nyang­­kut dana CSR,  itu wajib untuk dilaksanakan dan mesti bisa menyentuh untuk pere­konomian warga.

“Pelindo dan perusahaan yang ada di sekitar Teluk Bayur akan saya surati dan meminta mereka menjadikan semua tadi sebagai perhatian. Jika tidak dilaksanakan juga, bukan tak mungkin ini akan dibawa pada pembahasan atau rapat di DPRD, dan mereka akan kami panggil,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Ke­tua DPRD Padang Wahyu Iramana Putra menyebut pe­ru­sa­haan wajib mengeluarkan dana CSR di daerah ring I atau masyarakat terdekat di lingkungan perusahaan.

“Keluhan masyarakat ini juga telah kami terima, kami akan jadwalkan rapat dengan Komisi I untuk membahas ini. Tak hanya itu, kami juga akan berkunjung ke Pelindo untuk mempertanyakannya,” tutur Wahyu.

Dikatakan Wahyu, banyak manfaat yang bisa dirasakan jika dana CSR dilaksanakan dengan tepat sasaran. Dian­taranya, masyarakat bisa me­ngem­bangkan usaha, bagi yang  terjun sebagai nelayan bisa diberi bantuan alat tang­kap, atau membangunkan pasar ikan yang lebih baik untuk mereka. (h/len)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 20 Juni 2020 - 20:30:42 WIB

    Tata Kawasan Taman Kota, DLH Agam Pangkas 200 Pohon Mahoni

    Tata Kawasan Taman Kota, DLH Agam Pangkas 200 Pohon Mahoni HARIANHALUAN.COM - Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Agam Sumatera Barat mengintensifkan pemangkasan seluruh pohon pelindung berjenis mahoni yang tersebar di kawasan Lubuk Basung..
  • Jumat, 05 April 2019 - 00:54:38 WIB

    Pembaruan Marka Jalan di Padang Butuhkan Dana Rp200 juta

    Pembaruan Marka Jalan di Padang Butuhkan Dana Rp200 juta PADANG, HARIANHALUAN.COM - Banyaknya marka jalan yang mulai memudar dan butuh sentuhan kembali, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Padang akan lakukan pembaruan. Tahun ini, anggaran sebesar Rp200 juta akan dilayangkan untuk pemb.
  • Jumat, 23 November 2018 - 13:21:13 WIB

    1.200 HA Sawah Kekeringan, Irigasi Koto Tuo Butuh Perbaikan Mendesak

    1.200 HA Sawah Kekeringan, Irigasi Koto Tuo Butuh Perbaikan Mendesak PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Sekitar 1.200 hektare sawah di Kota Padang masih terdampak kekeringan. Hal ini disebabkan belum diperbaikinya Irigasi Koto Tuo yang rusak akibat banjir bandang tahun 2016 lalu..
  • Rabu, 11 Oktober 2017 - 10:55:45 WIB

    Pemko Cari Investor, Atom Center Butuh Rp200 Miliar

    Pemko Cari Investor, Atom Center Butuh Rp200 Miliar PADANG, HARIANHALUAN.COM—Pemerintah Kota Padang masih mencarikan pihak ketiga yang mau membangun kawasan Atom Center di Imam Bonjol agar tempat tersebut tidak dijadikan sebagai tempat esek-esek berkedok salon. Untuk itu but.
  • Rabu, 11 Oktober 2017 - 02:16:14 WIB
    PEMKO CARI INVESTOR

    Atom Center Butuh Rp200 Miliar

    PADANG,HALUAN—Pemerintah Kota Padang masih mencarikan pihak ketiga yang mau membangun kawasan Atom Center di Imam Bonjol agar tempat tersebut tidak dijadikan sebagai tempat esek-esek berkedok salon. Untuk itu butuh membutuh.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]