Kepala BPBD Pasbar Ditahan Jaksa


Kamis, 28 April 2016 - 05:07:37 WIB
Kepala BPBD Pasbar Ditahan Jaksa

PASAMAN BARAT, HALUAN — Kepala BPBD Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Asgiarman ditahan Kejari Simpang Empat, Rabu(27/4). Ia diduga terkait dalam kasus korupsi kasus penanggulangan bencana sebesar Rp3,5 miliar tahun 2013 ber­dasarkan temuan Inspektorat Pasbar.

“Berdasarkan barang bukti dan ketera­ngan 12 saksi dan satu orang ahli maka pada pemeriksaan ketiga kalinya kami mene­tapkan Asgiarman sebagai tersangka dan langsung dilakukan penahanan,”kata Kajari Simpang Empat, Teguh Wibowo, SH didampingi Kepala Seksi Pidana Khusus, Ihsan, SH. Menurut Teguh, pihaknya telah menetapkan Asgiarman sebagai tersangka dan langsung ditahan di Rumah Tahanan Talu Keca­matan Talamau. Ia dijerat pasal 2,3 dan 8 Undang-Undang Tin­dak Pidana Korupsi dengan anca­man minimal empat tahun penja­ra dan maksimal seumur hidup.

“Untuk sementara tersangka kita tahan di Rutan Talu selama 20 hari sebelum dilimpahkan ke Rutan Muaro Padang untuk menjalani sidang di PN Tipikor Padang,”sebutnya.

Ia menyebutkan penyidikan terhadap kasus tersangka sudah dilakukan sejak 19 Januari 2016. Sebab, diduga tersangka melaku­kan tindak pidana korupsi. Kasus ini berawal adanya dana tanggap darurat bencana dari Badan Na­sio­nal Penanggulangan Bencana (BNPB) sebesar Rp4.145. 119.000 yang masuk ke rekening BPBD Pasbar pada 2013.

Dari anggaran itu, BPBD melaksanakan enam proyek tang­gap bencana di enam lokasi yang anggarannya sudah tersedia di rekening BPBD Pasaman Barat.

Namun ketika dilakukan audit ter­nyata ada sisa anggaran dari Rp4,1 miliar tersebut sebesar Rp3,5 miliar harus dikembalikan ke kas negara. “Ternyata sisa ang­garan tersebut tidak dikem­balikan menjadi temuan Inspek­torat dan kami tindaklan­juti,” ujarnya.

Sementara itu tersangka, As­giar­man didampingi penasehat hukumnya, Syafrijon dan Abdul Hamid mengatakan dirinya siap menjalani proses hukum terkait kasus hukum yang sedang dijala­ninya. “Saya siap memper­tang­gung­jawabkannya dan menjalani proses hukum, karena negara kita adalah negara hukum,”tegasnya.

Menurutnya, ia hanya korban dari keteledoran dirinya sebagai kepala BPBD dalam melaksa­nakan kewenangannya. “Saya bersama penasehat hukum akan terus berjuang karena saya hanya korban. Saya akan koperatif menghadapi proses hukum ini,” tegasnya. (h/mg-Idn)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]