Bersama Rokok Bercukai Palsu

Polisi Amankan Gula Tanpa SNI


Kamis, 28 April 2016 - 05:08:29 WIB
Polisi Amankan Gula Tanpa SNI Kasubdit I Ditreskrimsus Polda Sumbar AKBP Imran Amir (kiri) didampingi Kabid Humas Polda Sumbar AKBP Syamsi saat menunjukan barang bukti berupa rokok dengan cukai palsu serta gula tanpa label SNI di gedung Shabara Polda Sumbar, Jalan Sudirman, Padang, Rabu (27/4). Dalam tangkapan tersebut diamankan sebanyak 124.320 bungkus rokok dengan cukai palsu dan 30 ton gula. (RIVO)

PADANG, HALUAN — Anggota Subdit I/Indag Ditreskrimsus Polda Sumatera Barat mengamankan pelaku peredaran  124.320 bungkus rokok cukai palsu dan 30 ton gula kemasan ilegal tanpa SNI (Standar  Na­sional Indonesia). Barang illegal sebanyak itu diamankan petugas, Selasa (26/4) sekira pukul 17.00 WIB.

Kabid Humas Polda Sumbar, AKBP Syamsi dalam keterangan pers-nya, Rabu (27/4) kemarin menyebutkan terungkapnya peredaran rokok cukai palsu itu, berawal dari informasi masyarakat ten­tang adanya rokok tersebut dijual di warung-warung.

Oleh jajaran Subdit I/ Indag Ditreskrimsus Polda, informasi itu ditindaklanjuti dengan mela­ku­kan penyelidikan pada Jumat (15/4) sekitar pukul 10.30 WIB. Hasilnya, dari peyelidikan ter­sebut diamankan barang bukti 124.320 bungkus rokok ber­merek gudang cengkeh dan satu unit mobil box.

Barang bukti ini berhasil diamankan di sebuah rumah yang digunakan sebagai gudang ber­lokasi di daerah Bawah Asam Sungai Sapih Kota Padang.

Menurut mantan Wadirlantas Polda Sumbar itu, semua barang bukti diamankan dari seseorang berinisial Ops (30) sebagai sopir mobil box dengan pemilik BM (45), saat ini BM untuk semen­tara terduga sebagai orang yang menguasai rokok.

“Mengenai penetapan ter­sang­ka masih menunggu nilai perkara.Inshaallah dalam waktu dua atau tiga hari lagi status dari pelaku sudah ditetap­kan, sesuai hasil peyidikan pelaku dari pe­nge­dar rokok cukai palsu mela­kukan pemasaran di wilayah Sumatera Barat,” ungkapnya.

Terkait kasus di atas pelaku telah menyalahi aturan UU No 39 tahun 2007 tentang perubahan UU No 11 tahun1945 tentang cukai, dengan ancaman di penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 8 tahun, denda paling sedi­kit sepuluh kali nilai cukai dan pa­ling banyak  20 kali nilai cukai.

Selain mengungkap pere­daran rokok tanpa cukai itu, petugas juga menangkap terduga pengedaran gula ilegal tanpa standar S­NI. Penangkapan ini juga bera­wal dari informasi mas­yarakat tentang adanya praktek menguntungkan diri sendiri dan telah beredarnya gula ilegal tersebut.

Sehingga Selasa, 26 April 2016 sekira pukul 17.00 WIB Subdit I berhasil mengamankan kurang lebih 30 ton gula ber­merek Berlian Jaya yang dikemas dalam karung besar dan juga dalam bentuk kemasan 0,5 kg sampai 1 kg.

Gula ilegal tersebut memilki dua type, ada namanya type simanis dan type si putih, masing-masing dibungkus dalam bentuk kemasan ½ kg dan 1 kg. Barang bukti diamankan dalam sebuah gudang di KM 2 Kecamatan Koto Tangah By Pass Padang dari seseorang berinisial SS (55) warga keturunan Tionghoa.

Pelaku telah menyalahi UU No 7 tahun 2014 tentang perda­gangan dan UU No 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman pidana 5 tahun penjara. Saat ini tim jajaran Polda sedang melakukan penyidikan terhadap kedua pelaku

Penangkapan 30 ton gula yang dilakukan Polda Sumbar dikhawatirkan dapat meng­gang­gu pasokan gula terutama men­jelang Ramadan dan Lebaran. Hal tersebut terlihat dari bere­darnya surat perihal petunjuk yang ditujukan kepada Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Harga Kementerian Perda­gangan RI oleh Sekretariat Dae­rah Sumbar yang diketik Kamis, 14-April 2016 dengan nomor 500/189/Perek-Sarana/2016.

Surat tersebut terkait dengan ditangkapnya 25 ton gula yang dikemas ulang CV Rimbun Padi Berjaya oleh Polda Sumut pada tanggal (6/4). Dengan sangkaan tidak memiliki label Standar Nasional Indonesia (SNI) dan su­rat edar. Namun CV Rimbun Pa­di Berjaya belum mengetahui regulasi yang ada, bahkan pem­prov sumbar melalui Dinas Pe­rin­dag baru melakukan sosia­lisasi ke­pada sejumlah pengusaha sete­lah terjadinya penangkapan di Sumut.

Masih dalam surat tersebut, Pemrov Sumbar meminta petun­juk serta langkah dari Kemen­trian Perdagangan RI tentang peraturan dan ketentuan yang berlaku. Bahkan CV Rimbun Padi Berjaya dari surat itu aktif dalam operasi pasar dengan harga di bawah pasaran sehingga inflasi di Sumbar dapat dikendalikan terutama saat harga gula naik.

Menurut Pimpinan CV Rim­bun Padi Berjaya Tanto, pihak­nya bukan sebagai produsen tetapi sebagai distributor. Selain itu perusahaanya hanya bertugas memberi kemasan untuk me­mudah konsumen.

“Gula itu didapat dari pasar yang dibeli dalam karung, lalu diberi kemasan agar mempermu­dah konsumen,” terang Tanto.

Lebih lanjut ia mengatakan, CV Rimbun Padi Berjaya sejak tahun 2009 telah aktif sebagai distributor. Gula dengan label siputih juga sudah beredar di swalayan, toko, dan dikonsumsi oleh masyarakat Sumbar.

“Selama ini kami selalu ber­kor­dinasi dengan Disperindag Sumbar untuk mendis­tribu­sikan­nya. Kami tidak mengetahui distri­butor wajib memberikan label SNI, karena sosialisasi baru dila­kukan.” ungkapnya.(h/rvo/mg-ina)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]