Mari Membangun Mentawai


Jumat, 29 April 2016 - 03:55:56 WIB

Kabupaten Kepulauan Mentawai adalah salah satu dari tiga daerah yang masih berstatus tertinggal di Sumatera Barat. Dua daerah lainnya yang masih tertinggal adalah Kabupaten Solok Selatan dan Pasaman Barat.

Kepulauan Mentawai dibentuk berda­sarkan UU RI No. 49 Tahun 1999 yang diundangkan pada 4 Oktober 1999. Daerah ini merupakan pemekaran dari Kabupaten Padang Pariaman. Kabupaten ini terdiri dari 4 kelompok pulau utama yang berpeng­huni yaitu Pulau Siberut, Pulau Sipora, Pulau Pagai Utara dan Pulau Pagai Selatan yang dihuni oleh mayoritas masyarakat suku Mentawai.

Selain itu masih ada beberapa pulau kecil lainnya yang berpenghuni namun sebahagian besar pulau yang lain hanya ditanami dengan pohon kelapa.

Daerah ini memiliki potensi alam yang banyak, selain dalam bidang perkebunan, pertanian dan perikanan. Daerah ini memi­liki potensi untuk menjadi daerah kawasan wisata. Hasil laut merupakan salah potensi yang terus dikembangkan di kabupaten ini terutama ikan kerapu yang laku untuk di ekspor.

Sayang, Kapulauan Mentawai masih kekurangan sumber daya manusia (SDM) untuk membangun negeri Bumi Sikerei ini.  Itu merupakan salah satu penyebab kenapa daerah ini masih belum bebas dari status daerah tertinggal, meski sudah berumur hampir 17 tahun.

Posisi Mentawai saat ini berada pada peringkat 76 dari 122 daerah tertinggal di Indonesia. Sementara Kabupaten Solok Selatan berada pada peringkat 35 dan Pasaman Barat pada peringkat 33. Artinya, dari tiga daerah yang masih tertinggal di Sumbar, posisi paling bawah adalah Kepu­lauan Mentawai.

Untuk mengeluarkan Kepulauan Men­ta­wai dari daerah tertinggal bukanlah pekerjaan mudah. Memerlukan kerja keras dan dukungan dari pemerintah yang lebih tinggi. Pemerintah Provinsi Sumbar sendiri seperti yang pernah diungkapkan  Wakil Gubernur Nasrul Abit, berusaha semak­simal mungkin membantu daerah tertinggal tersebut.

Ada enam kriteria dan 27 indikator yang menjadi acuan daerah dikatakan tertinggal. Masing-masing perekonomian masyarakat, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, kemampuan keuangan daerah, aksesibilitas dan karakteristik daerah.

Pemerintah pusat sendiri cukup mem­berikan perhatian untuk pembangunan Kepulauan Mentawai ini. Berbagai pro­gram diluncurkan ke daerah ini. Namun gempa bumi dan tsunami yang terjadi pada tahun 2010 silam membuat daerah ini porak poranda. Nasib masyarakat Mentawai masih memprihatinkan.

Meski 2.072 unit hunian tetap (huntap) sudah selesai dibangun, namun belum mengakhiri penderitaan masyarakat Men­tawai. Masyarakat masih susah untuk mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Begitu juga terhadap pelayanan kesehatan yang masih minim.

Kedatangan Menko PMK Puan Maha­rani didampingi Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa ke Sumbar kemarin diharapkan dapat menyelesaikan persoalan air bersih dan pelayanan kesehatan di wilayah huntap Mentawai.

Pembangunan Mentawai tidak bisa dibebankan saja kepada pemerintah daerah dan masyarakat Mentawai. Mari kita sama-sama membangun Mentawai yang meru­pa­kan bagian yang tak terpisahkan dengan Sumatera Barat. ***

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 26 Agustus 2018 - 10:11:11 WIB

    Mari Kita Bangun Kota Pertemuan Tiga Luhak

    Mari Kita Bangun Kota Pertemuan Tiga Luhak Sampai kita di Baso dari Bukittinggi, lalu membelok kita ke kanan arah ke Tabek Patah, Batu Sangkar, dan tak lama masih jauh kita dari Tabek Patah, ada dua simpang..
  • Jumat, 28 Oktober 2016 - 00:52:10 WIB

    Pemuda Mari Berkarya

    Hari ini, tanggal 28 Oktober 2016 kita mem­peringati Hari Sumpah Pemuda yang ke-88. Sumpah Pemuda lahir pada tanggal 28 Oktober 1928, suatu pengakuan da­ri Pemu­da-Pemudi Indonesia yang meng­ikrar­kan satu tanah air, sa.
  • Selasa, 12 April 2016 - 03:38:31 WIB

    Hendaknya Diprioritas, Pelabuhan Jadi Gerbang Maritim

    Hendaknya Diprioritas, Pelabuhan Jadi Gerbang Maritim Pelabuhan laut memiliki arti pen­ting bagi sec­tor kemaritiman. Sejarah masa lalu telah di­ukir melalui keberadaan Pelabuhan Teluk Bayur. Namun seiring waktu, jarak tempuh ke Teluk Bayur terasa jauh dari daerah pa­ling u.
  • Sabtu, 05 Maret 2016 - 03:22:30 WIB

    Mari Sukseskan PIN

    Pekan Imunisisasi Nasional (PIN) Polio tahun 2016 serentak di seluruh Indonesia kecuali Provinsi Yog­yakarta. Pelak­sanaannya mulai 8-15 Maret nanti atau hanya tiga hari lagi..

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]