Nasib Buruh dan Kondisi Perusahaan


Sabtu, 30 April 2016 - 02:28:52 WIB

Hari Buruh Internasional di­pe­ringati setiap tanggal 1 Mei yang dikenal dengan May Day. Tahun 2016 ini Hari Buruh jatuh pada hari Minggu besok. Di Ibukota Jakarta, sudah ada rencana buruh melakukan aksi demo. Namun di Sumbar kelihatannya tenang-tenang saja.

Nasib buruh di Sumatera Barat me­mang belum lagi menggembirakan. Rata-rata gaji buruh di daerah ini masih rendah. Bahkan diperkirakan masih ada yang mendapatkan gaji di bawah Upah Mi­nimum Provinsi (UMP). Kondisi ini juga sejalan dengan kondisi perusahaan yang ada di Sumbar. Kita tahu, rata-rata pe­rusahaan di Sumbar hanya skala kecil. Bahkan yang banyak UMKM (Usaha Menengah Kecil dan Mikro).  

Berdasarkan Surat Keputusan Gu­bernur Sumatera Barat No 562/777/2015 tentang upah minimum Provinsi Sumatera Barat tahun 2016 besaran UMP mencapai Rp 1.800.725, naik Rp 185.725 atau 11,5% dibandingkan UMP tahun 2015. Kenaikan menggunakan formula PP 78/2015 dan merupakan peningkatan UMP tertinggi dalam sejarah pengupahan di Sumatera Barat.

Meski UMP di Sumbar tak begitu besar, masih banyak perusahaan yang kesulitan menerapkannya. Alasannya, tak sesuainya pendapatan dengan gaji yang harus dikeluar­kan untuk karyawan. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Trans­migrasi Sumbar Syofyan sendiri juga meyakini  masih ada perusa­haan yang belum membayar upah buruh sesuai dengan  UMP.

Meski tidak diperoleh data yang valid, namun fakta di lapangan masih kita temui buruh mendapatkan upah yang rendah atau di bawah UMP. Kondisi ini terdapat pada perusahaan-perusahaan skala kecil.

Namun selama tidak ada laporan dari pekerja, maka pihak terkait juga tidak bisa melakukan tindakan. Bagi perusahaan yang tidak sanggup atau mampu membayar upah sesuai UMP masih ada celah untuk tidak melaksanakannya. Namun harus menga­jukan permohonan penangguhan. 

Akan tetapi, jika si pengusaha tidak mendapatkan persetujuan untuk penang­guhan penerapan upah minimum dari Gubernur, dan tetap membayar upah pekerja di bawah upah minimum, maka dia akan dikenakan sanksi pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 4 tahun dan/atau denda paling sedikit Rp100 juta dan paling banyak Rp400 juta.

Alhamdulillah, hingga saat ini kita belum mendengar komplain dari pekerja soal besaran upah yang mereka terima meski di bawah UMP. Barangkali mereka menyadari bahwa perusahaan tempat mereka bekerja omzetnya masih kecil. Kalau dipaksakan membayar upah sesuai UMP atau bahkan lebih besar tentunya perusahaan bersangkutan tidak sanggup dan bisa-bisa gulung tikar.

Apalagi situasi ekonomi yang belum membaik saat ini, banyak perusahaan yang mengalami kesulitan untuk meningkatkan kesejahteraan karyawannya. Namun demi­kian, perlu tindakan trans­paran dari pe­milik perusahaan terhadap kondisi peru­sahaannya kepada karyawan. Kalau peng­hasilan perusahaan itu besar, tak eloklah rasanya membayar gaji dengan jumlah kecil.

Kita tentunya berharap, perusahaan-pe­rusahaan di Sumbar mengalami kemajuan dan sehat. Perusahaan yang sehat akan ber­dampak positif terhadap karyawannya. ***

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 26 Agustus 2019 - 16:53:22 WIB

    Bendi, Nasibmu Kini, Dulu Ditunggu, Kini Tak Lagi Dilirik

    Bendi, Nasibmu Kini, Dulu Ditunggu, Kini Tak Lagi Dilirik Bendi merupakan salah satu sarana transportasi tradisional yang keberadaannya kini mulai ditinggalkan. Pasalnya, perkembangan zaman saat ini merubah berbagai jenis angkutan atau alat transportasi di Sumatera Barat baik angkot.
  • Rabu, 10 Juli 2019 - 11:31:58 WIB

    Beda Nasib, Beda Status  Mantan Ketua BPPN Syafrudin dan Pegawai Honorer Baiq Nuril

    Beda Nasib, Beda Status  Mantan Ketua BPPN Syafrudin dan Pegawai Honorer Baiq Nuril HARIANHALUAN.COM-DUA putusan  Mahkamah Agung (MA)  hari ini memantik pendapat pro dan kontra dikalangan pakar dan warga. Putusan itu adalah tentang kasasi Baiq Nuril pegawai  honorer, dan   Syafrudin  Arsyad Temenggung, .
  • Sabtu, 13 Agustus 2016 - 04:20:16 WIB

    Nasib Petani Tomat

    Harga tomat anjlok, petani mengeluh. Berita begini selalu kita dengar jika harga tomat anjlok. Masalah ini merupakan masalah klasik yang tak belum terpecahkan. Nasib petani umumnya selalu saja dalam keadaan sulit. Sedikit sek.
  • Sabtu, 07 Mei 2016 - 06:37:31 WIB

    Nasib Jalan Sicincin-Malalak

    Jalan Sicincin-Malalak yang mulai dibangun masa pemerintahan Gu­bernur Gamawan Fauzi sudah di­gunakan sejak tahun 2010. Jalan ini sebagai alternatif menghindari kemacetan jalur Padang-Bukittinggi melewati Lembah Anai, terut.
  • Sabtu, 16 April 2016 - 01:31:35 WIB

    Nasib Nelayan Bagaikan 'Singgang'

    Nasib Nelayan Bagaikan 'Singgang' Secara umum, nelayan yang dipahami adalah mereka yang mela­ku­kan usaha me­nangkap ikan secara teratur di laut. Namun ada kalanya bu­ruh yang be­kerja di kapal tonda, payang dan lain-lain juga disebut nelayan..

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]