Pemulihan Danau Maninjau Penting

Trinda: Separuh Biota Sudah Hilang


Sabtu, 30 April 2016 - 02:57:00 WIB

MANINJAU, HALUAN — Wakil Bupati Agam Trinda Farhan Satria, menyatakan ada tiga indikator yang per­lu diselamatkan di dalam gerakan penyelamatan Da­nau Maninjau.

Pertama, gerakan pe­nye­lamatan ekosistem Danau Maninjau, kedua pe­nye­lamatan biota endemik da­nau atau spesies ikan da­nau dan ketiga, penyelamatan terhadap perekonomian masyarakat salingka da­nau. ”Ke-tiga aspek ini perlu kita pertahankan, karena saling ketergantungan antara ma­syarakat dan alam demi menjaga keseimbangan an­tara lingkungan dan alam se­kitar,” jelas Trinda dilansir agam media centre.

Menurut Trinda, danau adalah komponen alam yang sangat lekat dengan kehi­dupan masyarakat. Mul­ti­fungsi danau menjadi bagian dari keseharian kehidupan, mulai dari kebutuhan dasar, mata pencaharian, sampai pusat tumbuh budaya dan kearifan. Namun, kondisi lingkungan di danau saat ini mengalami penurunan atau pencemaran.

Dari hasil penelitian LIPI, lebih dari 57 jenis biota di Danau Maninjau, hanya 37 biota yang di­temukan saat ini. “Hampir separuhnya sudah tidak ditemukan lagi. Apakah mereka sudah punah atau tidak bisa ditemukan lagi karena faktor pencemaran air,” jelasnya.

Menurutnya, sangat di­sayangkan apabila biota ini terus berkurang karena dari beberapa biota yang masih bertahan merupakan jenis biota yang langka di dunia.

Kemudian aspek per­e­konomian, tambah Trinda, bah­wasannya setelah ber­ku­rangnya KJA secara ber­tahap di salingka danau, pihak­nya akan mem­bu­di­dayakan petani dari pentani air menuju petani darat.

Sementara itu, hail dari komitmen Pemerintah Ka­bupaten Agam dalam me­nangani masalah pen­ce­maran lingkungan Danau Maninjau sudah berbuah manis.

Ada sekitar 200 unit Ke­ramba Jaring Apung (KJA) milik Hadi asal Jorong Alai Nagari Koto Malintang, Ke­camatan Tanjung Raya, me­lakukan pengurangan ke­ram­ba sekaligus pembersihan danau.

Tidak tanggung-tang­gung, bentuk apresiasi ter­sebut Wakil Bupati Agam Trinda Farhan bersama ja­jaran kecamatan, nagari juga ambil alih terhadap kegiatan goro tersebut.

Pemilik KJA Hadi, me­ng­ungkapkan bahwa pi­hak­nya bersedia mengurangi KJA demi keselamatan dan pelestarian lingkungan Da­nau Maninjau. “Tentunya ini demi kita bersama dan anak cucu nanti. Apa sa­lah­nya kita mengalah atau me­rugi se­dikit, demi ke­baikan yang beri­bu-ribu kali lipat nan­tinya,” jelasnya. (h/dn/amc)





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM