Ranah Sakato Salak Juara SRF 2016


Selasa, 03 Mei 2016 - 02:53:54 WIB
Ranah Sakato Salak Juara SRF 2016

SAWAHLUNTO, HALUAN — Grup Kesenian Randai Ranah Sakato Desa Salak, Kecamatan Barangin berhasil menjadi juara pertama pada Sawahlunto Randai Festival (SRF) 2016, dan berhak menerima tropi bergilir Walikota dan uang tunai Rp10 juta.Grup Kesenian Randai Ranah Sakato berhasil menyisihkan 13 grup randai lainnya yang bertarung pada festival randai tingkat kota Sawahlunto yang digelar di Kawsan Silo Saringan, Jumat – Minggu (29/4 - 1/5).

Keluar sebagai jura kedua Grup Randai Minang Saiyo Sijantang Ke­camatan Talawi berhak menggondol uang tunai Rp7,5 juta. Juara ketiga grup randai Tuah Sakato Desa Talago Gunung, Kecamatan Barangin berhak atas uang tunai sebesa Rp5 juta, terbaik empat grup randai Ngalau Nan Sati Bukik Gadang, Talawi meraih hadiah sebesar Rp1,5 juta, serta grup favorit diraih oleh grup Randai Tapian Janiah dari Lunto, Kecamatan Lembah Segar.

Baca Juga : Dinkes Kabupaten Pesisir Selatan Lakukan Visitasi ke Instalasi Rehabilitasi Medik RSUD Dr M Zein Painan

Walikota Sawahlunto Ali Yusuf, ketika menutup festival tersebut menuturkan, kegiatan yang digelar ini merupakan wujud dari semangat untuk mengisi visi kota menjadi kota wisata tambang yang ber­budaya, dengan menggali semua potensi seni dan budaya yang dimiliki oleh kota ini, dimana Sawahlunto sebagai kota yang heterogen dan multikultural, menyim­pan banyak kebudayaan serta seni yang semes­tinya senantiasa dilestarikan sebagai salah satu bentuk kearifan lokal ma­syarakatnya.

“Mengisi roh budaya untuk visi kota, inilah yang menjadi alasan untuk peme­rintah daerah menggali kearifan lokal warganya, sehingga apa yang menjadi tujuan dan cita-cita bersama akan terwujud,” ungkapnya.

Baca Juga : Sekitar 48 Pencaker di Agam Ikuti Pelatihan Berbasis Kompetensi

Pria yang sebelumnya menjabat Ketua DPRD Sawahlunto ini juga mengin­struk­sikan kepada seluruh kepala desa dan kelurahan, agar terus menggali potensi seni dan budaya yang ada dikota ini, terlebih seni dan budaya yang telah menjadi bahagian hidup dari warganya, salah satunya kesenian randai sebagai kesenian turun te­murun yang harus dilestarikan.

“Kegiatan ini diharapkan mampu me­mancing minat masyarakat untuk ikut melestarikan seni dan budaya tersebut, sekaligus menjadi ajang promosi pariwisata Sawahlunto dari segi budaya dan kreasi,” katanya.

Baca Juga : Kebakaran Lahan Gambut di Durian Kapeh Meluas Jadi 9,5 Hektare

Sementara itu Budayawan Sumatra Barat yang juga sebagai salah satu Dosen di Perguruan Tinggi Seni yang ada di Sumbar, Zulkifli Dt Sinaro Nan Kuniang sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Sawahlunto dalam upaya melestarikan ksesnian randai ini, terutama disaat banyaknya dari generasi bangsa ini yang mulai lupa bahkan terkesan men­ing­galkan sejarah dan budaya yang dimilikinya.

Dia menilai Festival Randai ini me­rupakan sebagai wadah apresiasi terhadap pelaku seni tardisi, sehingga akan semakin termotivasi untuk se­nantiasa eksis dan terus berkembang kreatif, tidak tertindas proses mo­dernisasi, sehingga kesenian tradisional semakin dikenal sebagai jati diri orang Minangkabau.(h/mg-rki)

Baca Juga : Walinagari Mengalihkan Bantuan untuk Siswa Korban Banjir Solsel, Kepsek: Kami Tidak Tahu

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]