SDN 13 Pasar Remaja Bersiap Menuju Adiwiyata Mandiri


Selasa, 03 Mei 2016 - 02:55:46 WIB
SDN 13 Pasar Remaja Bersiap Menuju Adiwiyata Mandiri TAMAN flora dan fauna yang dimiliki Oleh SDN 13 Pasar Remaja. (RIKI)

SAWAHLUNTO, HALUAN — Setelah berhasil meraih pre­dikat sebagai sekolah Adi­wiyata Nasional tahun 2013 lalu, SDN 13 Pasar Remaja, Kecamatan Lembah Segar, Kota Sawahlunto mulai ber­benah dan mempersiapkan diri menuju sekolah Adiwiyata Mandiri. Diantara tugas dan tanggung jawab menuju se­kolah Adiwiyata mandiri, SDN 10 Tanah Lapang harus mengimbaskan program se­kolah Adiwiyata pada 10 se­kolah lainnya.

“Saat ini ada 11 Sekolah yang telah menjadi binaan SDN 13 Pasar Remaja, dari 11 sekolah dasar itu ada yang telah meraih predikat Adi­wiayata Nasional, Provinsi dan tingkat Kota Sawahlunto sen­diri,” kata Hasriwati, Kepala Sekolah SDN 13 Pasar Re­maja kepada Haluan.

Baru baru ini sebutnya, tepatnya di tahun 2013 tiga sekolah binaan SDN 13 Pasar Remaja berhasil meraih pre­dikat Sekolah Adiwiyata ting­kat Nasional, diantaranya SDN 10 Ranah Lapang Keca­matan Lembah Segar, SDN 05 Kolok Mudik Kecamatan Ba­rangin dan SDN 12 Kubang kecamatan Lembah Segar.

Hasriwati menambahkan, ada empat program yang di­im­baskan kepada sekolah binaan menuju adiwiyata man­diri tersebut diantaranya kebijakan berwawasan ling­kungan, agar sekolah binaan visi, misi dan tujuan sekolah harus mengacu kepada kegi­atan berwawasan lingkungan.

Program kedua lanjutnya, mengimplementasikan pada pembelajaran tentang wawa­san lingkungan, Rencana Pe­laksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat guru dan media pembelajaran yang digunakan dikelas harus me­ngacu pada kegiatan berwa­wasan lingkungan.

Dan yang tidak kalah pen­tingnya program parti­sipatif semua elemen, orang tua, komite masyarakat dan pe­merintah dan lainnya, disini sekolah dituntut untuk men­jalin kerjasama dengan dinas atau instansi terkait seperti dinas pertanian, di­nas kese­hatan dan dinas lingkungan hidup serta lain­nya yang ber­kaitan dengan pendidikan.

“Sarana dan prasarana pendukung, masing masing sekolah adiwiyata harus punya bak sampah yang terpisah antara organik dan non or­ganik serta pengelolahan sampah sendiri seperti bank sampah.Memiliki areal hijau atau green garden, tanaman obat keluarga (toga), peng­hijauan, galeri barang bekas, pengomposan, bioferi, sumur resapan dan penampungan air,” katanya lagi.

Untuk menjadi sekolah Adiwiyata Mandiri itu lan­jutnya, tidaklah mudah dan hal tersebut perlu mendapat dukungan dan kerjasama selu­ruh pihak yang terkait ,baik antara warga sekolah dan masyarakat sekitar, serta pem­binaan dari dinas terkait dian­taranya BLH dan Dinas Pen­didikan akan sangat menen­tukan pada penilaian nan­tinya.(h/mg-rki)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]