Sawahlunto Randai Festival

Upaya ‘Mambangkik Batang Tarandam’


Selasa, 03 Mei 2016 - 02:57:45 WIB
Upaya ‘Mambangkik Batang Tarandam’ Grup randai Tapian Janiah tampil dalam Hari Pendidikan Nasional. (FADIL)

SAWAHLUNTO, HALUAN —  Digelarnya Sawahlunto Randai Festival 2016, yang merupakan iven randai perdana, yang seakan kembali ‘Mambangkik Batang Tarandam’, mengembalikan kejayaan kesenian randai yang telah turun temurun sebagai sarana media hiburan dari masyarakat Minangkabau.

Istilah  ‘Mambangkik Batang Tarandam’  itu, terlontar oleh salah seorang tokoh masyarakat Sawah­lunto H. Jaswandi, yang juga merupakan salah satu pem­bina sanggar randai di Kota Sawahlunto.

Baca Juga : Leonardy Harmainy Diskusikan Persoalan Layanan Komunikasi dan Internet dengan Masyarakat Tandikek Barat

Haji Wan, biasa pria ini disapa, menilai, festival randai ini sangat penting untuk melestarikn kekayaan seni dan budaya, jangan sampai kekayaan budaya Minangkabau yang dimiliki tergerus kemajuan jaman.

Harus dilestarikan dan diparaktekkan secara terus menerus.Randai sendiri se­but­nya, adalah kesenian tradisional di Ranah Mi­nang yang dimainkan secara berkelompok membentuk lingkaran, kemudian me­langkah kaki secara perla­han dengan gerakan teru­kur, gerakan dilakukan sam­bil menyampaikan cerita dalam bentuk nyanyian se­cara bergantian.

Baca Juga : SDG’S Desa Dikupas Leonardy di Tandikek Barat

“Randai meng­gabung­kan seni musik, tari, drama dan silat menjadi satu. Ada­pun cerita randai biasanya diambil dari legenda yang berkembang ditengah ma­syarakat, Sedangkan fungsi kesenian ini adalah alat pertunjukkan untuk me­nyam­paikan pesan dan na­sehat kepada masyarakat,” ungkapnya.

Yang pantas disyukuri bersama saat ini, adalah adanya perhatian dari pe­merintah daerah setempat untuk mewadahi lestarinya seni dan budaya masyarakat tersebut, tidak banyak dari pemerintah daerah yang mau untuk konsen dan fokus memberikan pembinaan terhadap sanggar sanggar kesenian yang ada.

Baca Juga : Senin Pagi, Bupati Andri Warman Memulai Aktivitas Kedinasan

Dengan semangat itu tentu akan mampu me­ngem­balikan kesenian dan budaya yang dimiliki sebagai kekeyaan bangsa dan dae­rah, apalagi saat ini generasi muda mulai bersemangat untuk mempelajarinya.

“Kita pantas berbangga, Kota Sawahlunto yang ha­nya memiliki empat keca­matan dan 10 nagari itu, telah memiliki lebih dari 16 sanggar randai. Ini bukti bahwa warga kita masih senantiasa peduli dan me­melihara kekayaan seni dan budaya itu sendiri,” terang Jaswandi yang juga anggota DPRD itu.

Baca Juga : Kembangkan Sektor Pariwisata, Bupati Andri Warman Lirik Tiga Kawasan Ini

Ke depan, apa yang ter­si­rat dalam sitilah ‘Mam­bangkik Batang Taran­dam’ akan benar terwujud, kem­bali kembang dan tum­buh­nya serta lestarinya setiap kearifan lokal masya­ra­kat­nya, dalam memaknai bah­wa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai dan memelihara kebu­da­yaan yang dimiliki, terlebih identitas suatu bangsa sa­ngat ditentukan oleh budaya dari masyarakatnya. (h/mg-rki)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]