Kawasan Air Dingin Diproyeksikan Menjadi Spot Peternakan Sapi


Selasa, 03 Mei 2016 - 03:03:58 WIB
Kawasan Air Dingin Diproyeksikan Menjadi Spot Peternakan Sapi WAKIL Bupati Solok berdialog dengan petugas Balai Pembibitan Ternak Padang Mengatas Nagari Mugo Kec Luak, Kabupaten 50 Kota, saat mengunjungi lokasi peternakan terbesar itu pekan lalu. (YUTIS WANDI)

Arosuka, Haluan — Membangun ekonomi kerakyatan di Kabupaten Solok, dibutuhkan adanya perluasan peluang usaha bagi masyarakat.

Potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Solok sebagai daerah penghasil sayuran dan padi, akan dikembangkan menjadi usaha produktif lain­nya yang mampu menunjang perekonomian, seperti me­rambah sektor peternakan yang dinilai saat ini sangat menjanjikan.

Baca Juga : Rusma Yul Anwar: Pembangunan Harus Terukur

“Hal ini kami rasa sangat baik dan menjanjikan dan kawasan Air Dingin meru­pakan spot yang tepat dalam mengembangkan peternakan di Kabupaten Solok. Alasan ini didukung dengan keter­sedian lahan yang cukup me­madai,” kata Wabup Solok, Yulfadri Nurdin di Arosuka, Minggu (1/5) kemaren.

Wabup menyebutkan, se­le­pas melakukan kunjungan ke Balai Pembibitan Ternak Padang Mengatas Nagari Mu­go Kec Luak, Kabupaten 50 Kota pekan lalu, telah mem­bangkitkan animonya untuk melakukan hal yang sama, ketika belajar dari kesuksesan pengembangan peternakan sapi terbesar di Sumatera itu. Pihaknya memandang, dari kondisi iklim dan alam, ka­wasan Padang Mengatas tak berbeda dengan Kabupaten Solok yang memiliki banyak daerah perbukitan yang dinilai cocok untuk pengembangan peternakan sapi.

Baca Juga : PKKM Sumbar 2020, Sembilan Kepala Madrasah Agam Masuk 10 Besar

Pihaknya bahkan sangat yakin peternakan ini akan menjadi andalan bagi masya­rakat, karena pemerintah Kabupaten Solok akan mem­berikan dukungan penuh de­ngan membawa beberapa in­ves­tor yang memiliki minat tinggi pada sector peter­na­kan. 

Hal ini, kata Wabup, juga didukung dari hasil kunju­ngan­nya ke Kementerian De­sa Tertinggal. Pihak kemen­terian berjanji untuk mem­berikan bantuan berupa bibit ternak (sapi) selama Kabu­paten Solok bisa menyiapkan fasilitas yang memadai. “Kita akan mengawali program ini dengan pemberdayaan be­berapa kelompok tani dan melakukan studi ke Padang Mengatas, Payakumbuh agar petani bisa memahami cara berternak yang efektif dan modern,” pungkasnya.

Baca Juga : DLH Kabupaten Pessel: Kepekaan Siswa Secara Dini Terhadap Ancaman Lingkungan Perlu Dilakukan

Sebagaimana diketahui, kawasan penegmbangan pe­ternakan sapi Padang Me­ngatas memiliki total luas area peternakan mencapai 280 Ha. Dengan pemanfaatan areanya meliputi untuk padang rum­put dan pasture yang luasnya mencapai 268 Ha, untuk kan­dang, kantor, kantin, musala, perumahan dan jalan sekitar 12 Ha dan mampu me­nam­pung sampai 2.000 ekor sapi.

Dengan wilayah kerja 3 (tiga) Provinsi.(Sumbar, Riau dan Jambi) tahun 2002, Balai Pembibitan Ternak Unggul (BPTU) Sapi potong Padang Mengatas. Pada tahun 2013 berubah menjadi (BPTU HPT Padang Mengatas) Pem­bi­bitan Ternak Unggul Hijau Pakan Ternak, dengan pe­ngem­bangan sapi jenis Sim­mental, Limousin dan Pesisir

Baca Juga : Personel Polri dan ASN Polres Agam Jalani Vaksinasi Covid-19

Dengan ketinggian sekitar 700-900 meter dari per­mu­kaan laut. Meski berada di dataran yang cukup tinggi, peternakan ini memiliki iklim tropis. Selain menyajikan hamparan rumput layaknya permadani, peternakan ini juga akan menampilkan pa­norama alam pegunungan dan bukit-bukit yang mengitari peternakan ini, sebab persis di kaki Gunung Sago. (h/ndi)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]