Pekerja Konstruksi Bin Laden Mengamuk


Selasa, 03 Mei 2016 - 03:08:23 WIB
Pekerja Konstruksi Bin Laden Mengamuk

MEKAH, HALUAN—Ribuan pekerja peru­sahaan konstruksi Bin Laden melakukan aksi pembakaran di kawasan Iskan Fuq, Mekah, Arab Saudi, pada Sabtu (30/04). Hingga kini, suasana masih mencekam di sekitar lokasi.

Berdasarkan laporan Konsulat Jenderal RI di Mekah, insiden terjadi di kompleks akomodasi pe­kerja Bin Laden, pada Sabtu (30/04), sekitar pukul 13.00 waktu setempat.

Baca Juga : Vaksin Johnson & Johnson Diklaim Ampuh dan Hanya Perlu Satu Dosis

Ribuan pekerja dari ber­bagai negara membakar belasan bus dan mobil pe­tugas. Mereka juga me­maksa memasuki kantor pengelola sehingga bangu­nan rusak berat.

Insiden tersebut, me­nurut KJRI Mekah, dipicu oleh ketiadaan distribusi logistik dan listrik. Selain itu, para pekerja menuntut kejelasan penyelesaian gaji dan pemulangan terhadap mereka yang terkena pe­mutusan hubungan kerja (PHK) sejak empat bulan terakhir.

Baca Juga : Astaga! Akibat Virus Corona Covid-19, Pria Ini Ereksi 3 Jam dan Meninggal Dunia

Kerusuhan telah dihen­tikan oleh kepolisian setem­pat. Meski tidak ada laporan korban jiwa, keadaan masih mencekam.

Banyak karyawan Bin Laden, termasuk karyawan WNI, yang mengalami PHK setelah perusahaan itu dija­tuhi sanksi terkait katrol jatuh di Masjidil Haram.

Baca Juga : Longgarkan Karantina Covid-19, Israel Mulai Buka Restoran

Menurut Direktur Per­lindungan WNI dari Ke­menterian Luar Negeri RI, Lalu Muhammad Iqbal, di kompleks akomodasi terse­but ada sekitar 1.000 karya­wan asal Indonesia di antara karyawan yang berasal dari Mesir, Pakistan, dan Bang­ladesh.

Para WNI, sebut Iqbal, tidak ada yang ditangkap aparat Saudi.

Baca Juga : Menlu China Nyatakan Serius Bantu Indonesia Jadi Pusat Produksi Vaksin Covid-19 di ASEAN

“Menlu telah me­me­rin­tahkan agar siang ini KJRI segera mensuplai dukungan logistik secara berkala yang pengirimannya dilakukan secara tepat dengan mem­pertimbangkan sensitivitas situasi di kamp.

Menlu juga me­me­rin­tahkan agar KJRI mela­kukan upaya-upaya untuk memastikan karya­wan WNI selamat dan tidak terpancing tindakan anar­kis,” kata Iqbal.

Saat ini KJRI sedang menjajaki bantuan penga­cara untuk memastikan pe­me­nuhan hak-hak karyawan WNI di perusahaan Bin Laden.

Secara keseluruhan, di­per­­kirakan terdapat sekitar 6.000 WNI bekerja sebagai karyawan perusahaan kons­truksi terbesar di Arab Sau­di, Bin Laden Group. Aki­bat kesulitan keuangan yang dihadapi setelah peristiwa jatuhnya katrol raksasa pada musim haji lalu, ribuan kar­yawan mengalami PHK, termasuk dari Indonesia.

Katrol jatuh

Pada September 2015 lalu, pihak berwenang Arab Saudi memberi sanksi kepa­da perusahaan konstruksi Bin Laden sesudah salah satu katrol perusahaan ter­se­but runtuh di Masjidil Haram.

Bencana itu menye­bab­kan 111 korban jiwa pada jemaah yang sedang me­laksanakan ibadah haji, 11 di antaranya dari Indonesia.

Perusahaan Bin Laden mengerjakan proyek per­luasan Masjidil Haram agar bisa menampung 2,2 juta orang sekali waktu pada musim haji.

Perusahaan itu didirikan lebih dari 80 tahun lalu oleh ayah dari mendiang pe­mimpin Al Qaeda, Osama bin Laden, dan kini dija­lankan oleh saudara Osama, Bakr bin Laden. (h/trn)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]