LKAAM Apresiasi Pengembalian Kedaulatan Adat


Selasa, 03 Mei 2016 - 03:29:11 WIB
LKAAM Apresiasi Pengembalian Kedaulatan Adat

LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kabupaten Limapuluh Kota apresiasi keinginan Bupati Irfendi Arbi dan Wakil Bupati Ferizal Ridwan untuk mengem­balikan kedaulatan adat di Lima­puluh Kota.

Hal ini sejalan dengan visi LKAAM yakni, pulangkan sirieh ka­gagangnyo, pulangkan pinang katam­puaknyo.

Baca Juga : Sebanyak 27.798 Orang di Sumbar Telah Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

“Saya sangat mengapresiasi lang­kah untuk mengembalikan ke­dau­latan adat dan melanjutkan kembali revi­talisasi nagari adat yang terhenti selama bupati sebelumnya. Ini lang­kah yang bagus,”ungkap Ketua LKAAM Limapuluh Kota, H.Abdul Aziz Dt.Gindo Malano dalam suatu perca­kapan di kantor Haluan jalan Su­karno Hatta, Payakumbuh, Senin (2/5).

Dikatakannya, sebagus apapun visi kepala daerah masih diper­lukannya pemahaman semua unit untuk menyusun dan menjalankan visi tersebut dengan konsisten. Na­mun yang sering terjadi antar divisi unit organisasi yang satu dengan lainnya tidak saling berkaitan, pa­dahal semua itu bagian dari sebuah sistem.

Baca Juga : Positif Corona di Sumbar Bertambah 87 Orang, Total 29.467 Kasus

“Kita khawatir, kurang adanya konsistensi antara visi dan misi, tujuan strategi, program dan kegiatan yang disusun oleh unit kerja. S­e­hing­ga tidak dapat diimplementasikan dengan baik, karena kurangnya dukungan anggaran ataupun karena terganggu banyaknya pertimbangan politik didalamnya. Karena itu kepala daerah harus jeli menyusun ka­binetnya nanti sesuai dengan bi­dangnya,” ulas mantan Ketua PGRI Limapuluh Kota itu.

Abdul Aziiz juga menilai sudah saatnya Limapuluh Kota mempunyai visi daerah. Dimana visi daerah ini bersifat jangka panjang dengan rentang waktu 20-25 tahun. Disusun bersama masyarakat, legislatif dan eksekutif dan ditetapkan melalui Perda. “Visi daerah iniah yang akan menentukan arahnya daerah akan dibawa kemana sekian tahun yang akan datang, akan menjadi pedoman bagi kepala daerah,” tambah Abdul Aziz.

Baca Juga : Deklarasi Tolak KLB, Tegaskan Demokrat Solid dan Tegak Lurus dengan AHY

Ia menyebut, disuatu daerah ada visi daerah sifatnya jangka panjang, ada visi kepala daerah, ada visi pemerintah daerah. Kemudian ada­lagi visi perangkat daerah, visi kepala daerah dan visi perangkat daerah inilah yang akan menjadi visi pe­merintah daerah, ujarnya me­nam­bahkan. (h/zkf)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]