Pembekalan Ekonomi Pembangunan Mahasiswa Unitas

Sarjana Bangun Nagari, Jangan Tinggalkan Kampung


Selasa, 03 Mei 2016 - 03:42:03 WIB
Sarjana Bangun Nagari, Jangan Tinggalkan Kampung

PADANG, HALUAN — Ratusan Mahasiswa Universitas Tamansiswa (Unitas) Padang dibekali pengetahuan Pembangunan Eko­nomi Desa/Nagari di Kampus Universitas Tamansiswa, Senin (2/5) kemarin.

Dalam acara yang ber­te­ma­kan Pembangunan Eko­nomi Nagari dalam Rangka Ketahanan Nasional Untuk Pembangunan Desa/Nagari Melalui Pembangunan Desa oleh Tenaga Ahli Pengkaji Ekonomi Lembaga Per­ta­hanan Nasional (Lemhanas) RI, Prof. H Fashbir Noor Sidin. MSP, PH.D. Pem­bekalan ini ditujukan agar setelah mahasiswa meraih gelar sarjana, mereka mam­pu membangun nagari/desa mereka secara mandiri ti­dak pergi merantau.

Baca Juga : Wujudkan GCG, Perumda AM Kota Padang Kunjungi BPKP Sumbar

Rektor Universitas Ta­man­siswa, Irwandi Sulin mengatakan mahasiswa se­bagai generasi penerus bang­sa yang berintelektual tinggi harus memiliki kapasitas yang cukup untuk men­dobrak pembangunan eko­nomi. Khususnya daerah mereka berasal.

“Karena yang berkuliah di Universitas Tamansiswa ini kebanyakan berasal dari luar Kota Padang, mereka harus dibekali dengan mo­dal yang mampu mengasah dirinya untuk membangun desa/nagari tempat mereka berasal. Ini tanggung jawab mahasiswa karena mereka adalah generasi intelektual yang akan kembali ke da­erah­nya setelah meraih ge­lar sarjana,” kata Irwandi Sulin dalam pidatonya.

Baca Juga : Ditinggal Pasangannya Mahyeldi, Hendri Septa: Selamat Bertugas Pak Gubernur!

Menurutnya, untuk me­mu­puk mental dan penge­tahuan akan pembangunan ekonomi nagari/desa, para mahasiswa harus paham ak­an administrasi, per­a­turan, sosiologis, budaya, pere­konomian nasional dan IP­TEK. Unsur-unsur inilah yang bisa memberikan jalan kepada mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmunya nanti di daerah asalnya nanti.

“Ada banyak aspek yang harus dipahami oleh ma­ha­siswa. Baik itu administrasi, hukum, peraturan, sosial, budaya, ekonomi dan IP­TEK. Dengan memahami ini, maka akan terbuka bagi mahasiswa untuk mem­ba­ng­un ekonomi desa/nagari-nya nanti,” katanya

Baca Juga : Jadwal Shalat untuk Kota Padang dan Sekitarnya Kamis 25 Februari 2021

Sementara itu, Tenaga Ahli Pengkaji Ekonomi Lemhanas  RI, Prof. H Fas­hbir Noor Sidin. MSP, P­H.D menuturkan banyak hal yang harus dipelajari oleh mahasiswa dalam me­m­bangun desa/nagarinya nanti. Memperluas net­wor­king (jaringan), kemitraan, dan pengetahuan adalah modal dasar bagi ma­ha­siswa. Tanpa pemahaman ini, banyak para sarjana yang masih kesusahan mem­bang­un daerah asalnya dan me­milih untuk merantau.

“Banyak para sarjana urang awak yang memilih merantau ke ibukota dan meninggalkan desanya. Pa­ra­dig­ma ini sebenarnya sa­ng­at berbahaya dan terkesan individual. Harusnya para sarjana setelah men­ye­le­saikan pendidikannya, ia harus membangun desanya. Terutama di sektor eko­nomi. Karena itulah mereka harus belajar sedari maha­siswa untuk memperluas networking, mitra usaha, dan pengetahuan mereka,” Jelas Fashbir.

Baca Juga : Pemko Padang Terima CSR Ambulance dan Mobil Operasional dari Bank Nagari Guna Tingkatkan Layanan Kesehatan

Ia juga mengatakan da­lam membangun desa/na­gari tidaklah sulit pada masa sekarang ini. Dimana pe­me­rintah sejak tahun 2014 telah membuat program satu miliar rupiah per desa. Dengan dana sebesar ini, para sarjana bisa be­kerj­a­sama dengan pemerintah setempat untuk mem­ber­dayakan dana ini.

“Sejak tahun 2014, pe­me­rintah sudah mem­beri­kan bantuan satu miliar rupiah per desa untuk pem­bangu­nan ekonomi, fisik dan so­sial. Gunakanlah da­na ini sebagai modal untuk men­dongkrak kesejahteraan di kampung halaman,” katanya.

Ia juga menyampaikan dalam membangun na­gari/desa nantinya harap meng­gaet para ahli/kon­sul­tan yang telah ber­pe­nga­laman di bidangnya. Tanpa pen­dam­ping, akan susah mem­ber­dayakan SD­M dan SDA de­sa/na­gari tersebut. (h/mg-ang)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]