Jalan Nipah-Teluk Bayur

Rekanan Mesti Bayar Ganti Rugi


Selasa, 03 Mei 2016 - 03:47:23 WIB
Rekanan Mesti Bayar Ganti Rugi

PADANG, HALUAN— Anggota Komisi I DPRD Padang, Ilham Maulana meminta rekanan yang mengerjakan pembangunan jalan tembus Nipah-Teluk Bayur menyelesaikan ganti rugi atas tanaman masyarakat.

Dijanjikan akan diberi ganti rugi sejak tahun 1994 lalu, hingga sekarang puluhan warga yang tanamannya dite­bang un­tuk pembangunan jalan tembus itu tak kunjung mendapat apa yang menjadi hak mereka.

Baca Juga : Sebanyak 5000 Orang di Kota Padang Telah Ikuti Vaksinasi Tahap Kedua

Berdasarkan informasi dari masyarakat, sebut Ilham,  tana­man yang dirobohkan tersebut adalah tanaman pro­duktif yang menjadi tumpuan ekonomi bagi mereka. Misal tanaman kelapa, pisang dan lainnya.

“Masyarakat telah bebe­rapa kali meminta pada reka­nan yang memenangkan  ten­der agar ganti rugi segera dibayarkan. Hal tersebut salah satunya dilakukan pada tahun 2012 lalu. 

Baca Juga : Jadwal Shalat untuk Kota Padang dan Sekitarnya Minggu 07 Maret 2021

Rekanan yang me­nger­jakan proyek didatangi dan didesak untuk menunaikan kewajiban mereka. Saat di­desak pemenang pemenang tender menyebut akan segera melakukan penggantian.

Meski telah dijanjikan akan ada ganti rugi, sayangnya sampai sekarang  janii ter­sebut masih tak kunjung tere­alisasi,”  ucap Anggota DPRD Padang Dapil Padang Timur Padang Selatan tersebut.

Baca Juga : Cegah Perceraian dan Kekerasan, Kemenag Padang Dukung Raperda PKK

Terkait proyek jalan ini, tam­bah Ilham lagi, tang­gung­jawab pengawasannya berada di Dinas Prasjaltarkim Pro­vinsi Sumbar. Hal ini karena proyek bersang­kutan adalah proyek provinsi.

“Karena tang­gung­jawab­nya ada di provinsi, lanjut dia dinas terkait yang me­nanga­ninya  kami harap bisa mende­sak pemenang tender untuk menu­naikan kewajiban,”  tu­tur­nya.

Baca Juga : Gempa 5,8 Magnitudo Guncang Padang, Pasien dan Keluarga di RSUP M Djamil Berhamburan

“Jangan sampai dalam pembangunan jalan yang akan digunakan untuk kepentingan bersama ada  pihak yang dirugikan,” pung­kas Ilham.

Pengerjaan Jalan Nipah – Teluk Bayur sepanjang 7 kilo­meter yang dimulai semenjak 1990 silam diren­canakan sebagai kawasan wisata yang juga sebagai jalur alternatif untuk pe­mecah macet di kawasan Teluk Bayur.

Jalan ini memiliki arti penting dan menjadi pro­yek strategis Pemprov Sum­bar. Keberadaannya dapat men­jadi jalan pembuka pengem­bangan wilayah Ko­ta Padang. Tak hanya itu, ruas jalan ini juga menjadi salah satu jalur pari­wisata di samping pe­nunjang kegiatan eko­nomi masyarakat. 

Pembangunan jalan Nipah - Teluk Bayur ini diharap juga menjadi pendukung bagi ren­cana Pemko Padang untuk menjadikan Gunung Padang menjadi kawasan wisata ter­padu.

KWT itu nantinya dileng­kapi dengan fasilitas pengina­pan, lapangan golf, pemu-garan kota tua dan pemugaran kawasan Muaro Pantai Pa­dang menjadi pelabu-han.(h/len/isr)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]