Pelabuhan Parit Rampak Dikaji


Rabu, 04 Mei 2016 - 05:07:04 WIB
Pelabuhan Parit Rampak Dikaji AKTIVITAS bongkar muat batang di Pelabuhan Taman Bunga, ke depan Pemkab Karimun akan mengalihkan aktivitas pelabuhan tersebut ke Pelabuhan Parit Rampak, Senin (2/5). (HK)

KARIMUN, HALUAN — Pemerintah Kabupaten (Pem­k­ab) Karimun akan m­e­­­mindahkan pelabuhan kargo, dari Pelabuhan Ta­man Bunga yang terletak persis di depan kediaman dinas Bupati Karimun, ke pelabuhan Parit Rampak di Meral. Sebelum pemindahan dilakukan, Pemkab meminta Kementerian Perhubungan untuk mengkaji kelayakan pelabuhan Parit Rampak.

Keputusan pemindahan pelabuhan kargo muncul setelah dilakukan rapat pem­bahasan yang dipimpin Bu­pati Karimun, Aunur Rafiq dengan PT Pelabuhan In­donesia Cabang 1 Tan­jung­balai Karimun, Kantor Syah­bandar dan Otoritas Pela­buhan (KSOP), Badan Usa­ha Pelabuhan dan Dinas Per­hubungan, bertempat di ru­mah dinas Bupati Karimun, Senin (2/5).

Baca Juga : Dampak Pandemi Covid-19, Hanya Seorang Wisman Kunjungi Riau

Usai rapat, bupati men­jelaskan, tim yang mengkaji kelayakan Pelabuhan Parit Rampak selain Kemen­te­rian Perhubungan juga akan melibatkan PT Pelindo dan Pemkab Karimun. Kajian itu untuk memastikan apakah pelabuhan yang berada di wilayah FTZ Karimun itu bisa dioperasikan untuk sandar dan bongkar muat kapal.

“Bagaimana pe­nga­tu­ran­nya sudah ditunjuk Tim Per­cepatan Pembangunan Infra­struktur Daerah. Sekda saya tunjuk sebagai ketua­nya, agar persoalan ini bisa di­dudukkan secara cepat. Kalau pelabuhan itu dipin­dahkan, tentu akan muncul masalah Tenaga Kerja Bong­kar Muat (TKMB),” ungka­p Rafiq.

Baca Juga : Grand Launching COE Pariaman Festival 2021 Dihelat di Pekanbaru

Rencananya, untuk se­mentara TKBM yang ada di pelabuhan Taman Bunga akan disatukan dengan TKBM yang di Pelabuhan Parit Rampak. Namun, jika belum bisa, maka dua ke­lompok tersebut akan bekerja berdasarkan kelompok ma­sing-masing yang diatur oleh tim tersebut. Sehingga, me­reka bisa memperoleh peng­hasilan yang layak.

Pemkab Karimun juga akan menyesuaikan regulasi masuknya barang di Pe­labuhan Parit Rampak, ka­rena berada di Kawasan Pelabuhan Bebas atau Free Trade Zone (FTZ).

Baca Juga : Leonardy Harmainy: Pariwisata Sumbar Butuh Kepedulian Semua Elemen

“Memang, ada beberapa barang yang tidak di­ke­nakan biaya saat masuk di Pelabuhan Parit Rampak, dan itu jelas akan me­ngun­tungkan para pengusaha. Hanya saja, soal itu tidak dibahas dalam rapat tadi. Rapat hanya membahas masalah teknis tentang pe­mindahan pelabuhan saja,” terang Rafiq.

Sementara, Kepala Seksi Lalulintas Laut KSOP Tan­jungbalai Karimun M Yusuf menambahkan, memang ada upaya-upaya yang perlu di­lakukan agar proses pe­mindahan pelabuhan kargo itu bisa berjalan dengan lancar. Selain proses admi­nistrasi, juga akan dikaji soal teknis pemindahan pela­buhan itu sendiri. (h/hk)

Baca Juga : Emersia Water Park Siap Ramaikan Pariwisata Tanah Datar

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]