Pemko Harus Buat Aturan Larangan Berkunjung ke Pulau Kasiak


Rabu, 04 Mei 2016 - 05:19:41 WIB
Pemko Harus Buat Aturan Larangan Berkunjung ke Pulau Kasiak

Pariaman, Haluan — Staf Ahli Bidang Ekologi Sumber Daya Laut, Ke­menterian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Aryo Anggono. DEA, me­nga­takan, Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman, untuk segera membuat aturan dan larangan yang jelas ber­kunjung ke Pulau Kasiak terkait sebagai kawasan Konservasi Penyu.

Aryo Anggono. DEA, mengatakan hal itu, saat meresmikan Dermaga Apung Pulau Angso Duo bersama Wali Kota Paria­man dan sejumlah pejabat terkait, di Pulau Angso Duo Pariaman, Kamis lalu.

Baca Juga : Polres Agam Beri Sanksi 8 Orang Karena Langgar Prokes

Dikatakan, sampai saat ini koordinasi dengan pe­me­rintah daerah memang belum ada aturan yang jelas terkait perizinan ke Pulau Kasiak yang telah dite­tapkan sebagai kawasan atau zona inti dan hal terse­but merupakan suatu ma­salah jika tidak ditanggapi.

Menurut Aryo Ang­go­no, dengan adanya aturan yang jelas maka tidak se­mua masyarakat atau pe­lancong dapat memasuki kawasan pulau tersebut untuk melindungi habitat dan ekosistem yang ada di sana karena Pariaman me­rupakan daerah wisata ba­hari yang mulai berkem­bang.

Baca Juga : Sempat Tertutup Longsor, Ruas Jalan Provinsi di Agam Sudah Bisa Dilalui Kendaraan

“Saya rasa tujuanya sa­ngat jelas terutama kepada habitat penyu hewan yang dilindungi oleh negara ber­dasarkan Undang-undang yang jelas,” sebutnya.

Menurutnya, peman­fatan pulau-pulau kecil harus jelas sehingga tidak terjadi ekspolitasi sumber daya yang tidak mem­per­hartikan keseimbangan ling­kungan.

Baca Juga : Bank Nagari Cabang Painan Dorong Percepatan Pembangunan Bidang Pariwisata Melalui Aplikasi E-Retribusi

Sebagai contoh, ungkap dia, Pulau Angso Duo di­anggap cocok sebagai pe­ngem­bangan pariwisata, dan Pulau Kasiak difo­kuskan kepada zona peles­tarian ekosistem penyu sehingga harus ada atu­ranya yang jelas serta me­ngikat.

“Pulau Kasiak sendiri tidak boleh dikunjungi oleh siapa pun kecuali untuk kepentingan penelitian, dan yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan lainya,” imbuhnya.

Baca Juga : Masyarakat Padang Sago Harapkan Perbaikan Kantor Camat Pada Leonardy Harmainy

Menurutnya sektor wi­sa­ta bahari di Indonesia merupakan salah satu pa­ling tinggi dalam menyum­bang pendapatan negara. Oleh karena itu setiap dae­rah yang berada di pesisir pantai diharapkan dapat memanfatkan potensi yang ada.

Sementara itu Walikota Pariaman, Mukhlis Rah­man, mengatakan pemerin­tah memang telah mene­tapkan empat pulau kawa­san inti dan peruntukannya. Pulau Angsoduo dan Pulau Tangah sebagai kawasan wisata terbuka sedangkan dua pulau lainnya akan dipertegas regulasi per­untukannya.

Ungkap dia, selama ini pihaknya sudah melakukan himbauan kepada para wi­sa­tawan dan pemilik kapal wisata agar tidak mengun­jungi Pulau Kasiak untuk tujuan wisata.

“Namun pemerintah sendiri memang belum me­miliki aturan seperti Peraturan Daerah (Perda) tentang ke Pulau Kasiak,” kata Mukhlis.

Selama ini Pulau Kasiak yang telah difokuskan oleh pemerintah sebagai kawasan konservasi penyu masih saja dikunjungi oleh para wisatawan yang bertu­juan bukan untuk penelitian atau riset. (h/rel)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]