2.000 Pengungsi Rohingya Jadi Korban Kebakaran Kamp


Rabu, 04 Mei 2016 - 05:25:00 WIB
2.000 Pengungsi Rohingya Jadi Korban Kebakaran Kamp Para perempuan pengungsi Muslim Rohingya terlihat sangat pasrah menghadapi nasibnya. (REP)

RAKHINE, HALUAN — Kebakaran menghancurkan 50 tempat penampungan pengungsi di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, Selasa (3/5). Kamp tersebut merupakan tempat bagi pengungsi yang masih tetap tinggal di Rakhine.

Kamp juga bertempat di area dengan mayoritas Mus­lim Rohingya. Mereka mela­rikan diri dan terpaksa keluar dari rumah-rumah mereka yang hancur pascabentrok antara Muslim dan Budha pada 2012.

Baca Juga : Pertama di Dunia! Australia Berhasil Bikin Disinfektan Bunuh Covid-19 dalam 90 Detik

Seorang saksi, Khin Ma­ung Myint (30 tahun) menga­takan kebakaran bermula di kamp Baw Du Pha 2 di ibu kota, Sittwe. Ia berada di lokasi kebakaran. Otoritas setempat tidak segera ber­komentar atas kejadian ini.

Menurut Myanmar Times, kebakaran diduga akibat kece­lakaan saat memasak. Sejum­lah pengungsi dilaporkan terluka serius. Tidak jelas pula berapa banyak pengungsi yang terjebak dalam api.

Baca Juga : Perhatian! Saudi akan Wajibkan Jemaah Haji Vaksinasi Covid-19

Pemadam kebakaran telah berada di sana untuk meng­atasi kebakaran. Biasanya satu penampungan dihuni sekitar enam keluarga.

“Ada sekitar 2.000 pe­ngungsi yang terdampak,” kata seorang pekerja bantuan.

Baca Juga : Berkat Vaksin, Akankah COVID-19 Berakhir di Penghujung 2021?

Setidaknya mereka akan kehilangan atap untuk ber­teduh dan tempat tinggal sementara. Organisasi lokal dan internasional berada di lokasi untuk membantu res­pons.

Direktur kelompok HAM Fortify Rights, Matthew Smith mengunggah cicitan di Twit­ternya, mengatakan sekitar 500 keluarga kini tak punya tempat berlindung. “Penam­pungan terbakar habis dalam 45 menit,” katanya.

Baca Juga : Presiden Duterte Ancam Usir Tentara AS dari Filipina, Lho Kenapa?

Ada sekitar 250 ribu Ro­hingya yang masih jadi pengungsi dan menghadapi larangan perjalanan sehingga terpaksa tinggal di kamp. Kelompok HAM mendesak pemerintah untuk mem­fa­silitasi hak kembali mereka ke kamp yang dikecam PBB karena kondisinya yang tidak layak. (h/rep)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]