Jelang Ramadan dan Lebaran

Harga Daging Lokal Sulit Turun di Sumbar


Rabu, 04 Mei 2016 - 05:30:14 WIB
Harga Daging Lokal Sulit Turun di Sumbar Ilustrasi.

PADANG, HALUAN —  Di­nas Peternakan Sumbar be­lum bisa memastikan harga daging sapi bisa turun men­capai maksimal Rp 80 ribu per kilogram jelang Ramadan dan lebaran tahun ini, teru­tama untuk harga daging sapi lokal. Harga Rp 80 ribu per kilogram memungkinkan jika daging sapi dari India, seperti kebijakan pemerintah pusat yang membuka kran impor sapi, ikut dirasakan Sumbar.

“Untuk daging impor dari India harga daging Rp 80 ribu per kilogram bisa diterapkan, tapi untuk sapi lokal tidak memungkinkan karena biaya produksi di tingkat peternak lokal cukup tinggi,” kata Ke­pala Dinas Peternakan Sumbar Erinaldi, Selasa (3/5).

Baca Juga : Bank Nagari Luncurkan QRIS Puskesmas dan Serahkan CSR Berupa Dua Unit Mobil untuk Pelayanan Kesehatan  di Padang

Presiden Joko Widodo akhir bulan lalu dalam rapat dengan para menteri terkait, meminta harga pangan saat puasa dan lebaran tahun ini bisa turun, tidak seperti le­ba­ran tahun-tahun sebelumnya. Harga daging sapi yang saat ini sekitar Rp 120 ribu per kilogram, diminta presiden untuk diturunkan saat Rama­dan dan lebaran di bawah Rp 80 ribu per kilogram.

Data di Dinas Peternakan Sumbar menyebutkan, pro­duksi daging sapi di Sumbar tiap tahun melebihi kebutu­han. Kebutuhan masyarakat setiap tahun sebesar 16.000 ton, sedangkan produksi dagi­ng sapi untuk Sumbar setiap tahun mencapai 58.000 ton.

Baca Juga : Asal Diperlakukan Manusiawi, Pedagang Dukung Pembangunan Pasar Induk

Disebutkan, di seluruh Rumah Potong Hewan (RP­H) di Sumbar, rata-rata sapi yang dipotong sebanyak 110 ekor per hari, atau sekitar 3.300 ekor per bulan.

­Jika diakumulasikan, ma­ka populasi sapi yang dipo­tong setiap tahun mencapai 400.000 ekor. Angka ini dia­kui terus menunjukkan pe­ning­katan se­besar 3 sampai 6 persen.

Baca Juga : Rupiah Ditutup Menguat Lawan Dolar AS Rabu Sore

Untuk menambah jumlah populasi sapi di Sumbar, Dinas Peternakan Sumbar juga me­ne­tap­kan lima daerah yang dijadikan sentra peng­gemu­kan sapi potong, yaitu Kabu­paten Agam, Lima­pu­luh Kota, Tanah Datar, Kota Bukittinggi dan Kota Paya­kumbuh.

Tak hanya harga daging sapi, presiden juga meminta harga komoditi lain seperti bawang, cabai dan sejumlah komoditi lainnya ditekan harganya sehingga tidak me­m­beratkan masyarakat. Ke­bi­ja­kan ini tentunya juga ter­masuk berlaku di daerah.

Baca Juga : Parah! Harga Emas Antam Anjlok Rp127.000 dari Rekor Tertinggi

Namun dari pantauan Ha­luan di Kota Padang, sebulan menjelang bulan Ramadan, harga cabai, bawang merah dan telur mulai merangkak naik. Diperkirakan kenaikan harga akan mencapai sepekan sebe­lum Ramadan. Rini (28) seo­rang pe­daga­ng di Pasar Pagi, Padang, kemarin, me­n­ga­takan, harga telur naik dari harga normal Rp 1.200 per butir menjadi Rp 1.300 per butirnya.

Harga bawang merah juga naik dari harga normal Rp 32 ribu per kg jadi Rp 36 ribu per kg. Demikian juga harga cabai merah naik dari Rp 20 ribu menjadi Rp 25 ribu per kg. (h/nov)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]