Fenomena Leicester City


Rabu, 04 Mei 2016 - 05:31:48 WIB
Fenomena Leicester City

Musim lalu, tim ini adalah tim promosi Liga Premier Inggris. Berstatus sebagai juara di kasta kedua liga sepakbola pro di negeri asal sepakbola itu, Leicester City menyelesaikan kompetisi di urutan ke-14. Pantas rasanya, tim berjuluk The Foxes ini dianggap sebagai tim penggembira dan tak seujung kuku-pun prediksi sepakbola dunia, tim ini akan melahirkan kejutan saat melanjutkan kisahnya di Liga Utama ini.

Selain berpatokan pada capaian musim 2014-2015, pengamat sepakbola dunia juga akan melirik materi pemain yang disiapkan untuk mengarungi musim baru, edisi 2015-2016. Hampir tak satupun pemain yang ada di King Power Stadium, berlebel bintang. Tak salah, kiranya para pengamat me­mandang mereka sebelah mata, demikian juga kiranya dengan 19 klub Liga Premier Inggris lainnya.

Baca Juga : SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam siswa Perlu Ditinjau Ulang

Dari sekian banyak deretan nama yang ada dalam manajemen tim, hanya Claudio Renieri, sang manajer yang punya nama beken. Sejumlah tim besar, pernah ditu­kangi oleh sang italiano ini, mulai dari At­letico Madrid, Juventus, Inter Milan, AS Mo­naco hingga Timnas Yunani. Namun, se­bagai tukang racik, ia tak mengeluh atas kom­posisi bahan yang terhidang untuk ia racik.

Namun, dengan segala kekurangannya itu, Leicester City menjelma menjadi tim tak terhadang untuk menjadi pemuncak. Nyaris, sejak awal-awal kompetisi, tim yang sejak tahun 1919 bernama Leicester City ini tak tergeser. Tim-tim yang punya nama besar, seperti Arsenal, Chelsea, Manchester City dan United hingga Tottenham Hotspur, tak mampu menghadang Leicester menjadi kampiun, sebelum kompetisi usai.

Baca Juga : Jangan Ikuti! Iblis Penebar Hoaks Pertama

Apa yang membuat tim ini menjadi begitu hebat? Belum ada jawaban yang pasti untuk itu. Namun, jika direka-reka, kekua­tan yang dimiliki tim ini adalah kekuatan untuk menjadi super tim, bukan tim super yang dibangun untuk menjadi kekuatan. Banyak contoh sekaligus nilai yang bisa tampak dari keberhasilan Leicester yang dipastikan akan menapaki Liga Champions Eropa edisi 2016-2017 ini.

Nilai-nilai yang diusung tim yang dimiliki pengusaha Thailand itu menjadi cerminan, bahwa materi yahud yang jami­nan untuk hasil yang mempuni. Di Indo­nesia, contoh ini sebenarnya sudah banyak. Terdekat dari Sumbar adalah PSPS Pekan­baru. Tim ini pada awal dekade 2000-an lalu punya nafsu besar untuk meraih title di Liga Indonesia. Untuk memenuhi syahwat­nya, sederet pemain tenar Indonesia saat itu, seperti Kuniawan Dwi Yulianto, Bima Sakti dan lainnya, sempat menjadi bagian tim ini. Namun, hasilnya tak seperti yang ditar­getkan. Di tim elit lainnya sebenarnya juga banyak yang demikian, dan hasilnya, juga tak jaminan untuk menjadi juara.

Baca Juga : Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam

Semangat Leicester ini pula-lah yang hendaknya dimiliki Semen Padang FC yang di awal musim ini ditinggal sejumlah punggawa pentingnya. Sempat galau, tapi ketika mulai melangkah, keraguan itu mulai sirna saat tampilan tim ini yang menunjukkan grafik membaik.

Sejumlah nama pemain yang sebenarnya tak hebat-hebat benar, dikumpulkan Semen Padang FC. Dengan kondisi yang apa adanya, pantas juga-lah kiranya, banyak pengamat yang tak melirik Kabau Sirah akan bisa bersaing di papan atas. Lihat saja komposisi pemainnya yang jauh dari hingar bingar nama beken pesepakbola republik ini.

Baca Juga : Prabowo dan Habib Rizieq

Untuk itu, tak ada alasan bagi tim ini untuk minder mengarungi persaingan kompetisi-kompetisian ala Torabika Soccer Championship ini. Kekuatan super tim seperti yang disebut sebagai fenomena Leicester City bisa jadi cerminan Semen Padang bisa dan pede bersaing. (*)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 09 Februari 2021 - 14:07:37 WIB

    SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam siswa Perlu Ditinjau Ulang

    SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam  siswa Perlu Ditinjau Ulang Ternyata persoalan pemakaian jilbab bagi siswi Non Muslim di SMKN 2 Padang,  belum berakhir. Pemberitaannya hiruk pikuk dan viral  diperbincangkan secara nasional dalam dunia pendidikan. Sampai Mendikbud terpancing angkat b.
  • Kamis, 04 Februari 2021 - 14:45:37 WIB

    Jangan Ikuti! Iblis Penebar Hoaks Pertama

    Jangan Ikuti!  Iblis Penebar Hoaks Pertama Kita barangkali akrab dengan cerita Nabi Adam ‘alaihissalam diciptakan oleh Allah SWT sebagai khalifah. Melalui anugerah ilmu, Allah memuliakan Nabi Adam di atas malaikat dan iblis..
  • Senin, 01 Februari 2021 - 16:58:52 WIB

    Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam

    Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam Syekh Muhammad Djamil Djambek adalah ulama pelopor pembaruan Islam dari Sumatra Barat awal abad ke-20, dilahirkan pada tahun 1860 di Bukittinggi, terkenal sebagai ahli ilmu falak terkemuka..
  • Senin, 04 Januari 2021 - 09:37:20 WIB

    Prabowo dan Habib Rizieq

    Prabowo dan Habib Rizieq Partai Gerindra sungguh seperti berkayuh di antara dua karang dalam bersikap terhadap kasus yang dialami Habib Rizieq Sihab (HRS), Ormas dan pengikutnya sekarang ini. .
  • Kamis, 31 Desember 2020 - 20:46:02 WIB

    Catatan Akhir Tahun (4): Selamat Tinggal Tahun Kelam

    Catatan Akhir Tahun (4): Selamat Tinggal Tahun Kelam TAHUN 2020 segera akan berakhir. Tahun 2021 segera akan tiba. "Selamat tinggal tahun 2020. Selamat tinggal tahun kelam. Selamat tinggal tahun yang penuh dengan kepahitan hidup. .
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]