Ketua Asita Sumbar Ian Hanafiah: Kabupaten/Kota Jangan Jadi Follower


Rabu, 04 Mei 2016 - 05:53:31 WIB
Ketua Asita Sumbar Ian Hanafiah: Kabupaten/Kota Jangan Jadi Follower

PADANG, HALUAN — Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita, Asso­ciation of the Indonesia Tours and Travel Agencies) Sumbar Ian Hanafiah menyarankan agar pengembangan wisata oleh p­e­merintah kabupaten/kota di Sum­bar menjauhi konsep ‘follower’ (menjadi pengikut), di mana daerah yang satu mengikuti atau meniru konsep pengembangan wisata daerah lain.

“Setiap daerah punya potensi keunggulan masing-masing, ka­rena itu jangan jadi follower. Mandeh di Painan punya ke­unggulan sendiri, batu Malin Kundang juga punya keisti­me­waan. Semua terpulang pada pengelolaan oleh masing-masing pemerintah daerah, termasuk juga dukungan sadar wisata dari masyarakatnya,” kata Ian, Senin (2/5), di Padang.

Baca Juga : Dinkes Kota Padang Sebut Vaksinasi Tahap Kedua Targetkan Lansia dan Aparat Pelayan Publik

Menurut Ian yang juga CEO Ero Tour ini, Asita Sumbar me­ngap­resiasi gebrakan yang dila­kukan Pemprov Sumbar, yang menggenjot dilakukannya pem­be­nahan sektor kepariwisataan oleh masing-masing pemerintah daerah kabupaten/kota di Sum­bar.

“Sebagian pemkab/pemko selama ini memang masih ‘tidur’, sementara sebagian lagi ada yang giat menggenjot pengembangan pariwisata mereka. Tapi berkat gebrakan yang dilakukan guber­nur dan wakil gubernur, bela­kangan ini tampaknya semua daerah mulai gencar, mulai ber­pacu,” ujarnya.

Baca Juga : Jadwal Shalat untuk Kota Padang dan Sekitarnya Selasa 02 Maret 2021

Ian yang terpilih menjadi Ketua Asita Sumbar untuk ke­duakalinya, periode 2016-2020 pada Maret 2016 lalu, juga meng­ingatkan bahwa pembangunan infrastruktur pariwisata jauh lebih mudah daripada membangun sikap sadar wisata masyarakat di sekitar objek wisata.

Dia mencontohkan objek wisata Pantai Air Manis Padang, yang beberapa tahun lalu sempat tidak direkomendasikan oleh Asita Sumbar sebagai objek wi­sata yang nyaman dan aman untuk dikunjungi.

Baca Juga : Pipa Perumda AM di Sungai Lareh Padang Bocor, Ini Daerah Terdampak

“Sekarang masyarakat di Air Manis mulai iri, dalam artian positif, ya, kepada objek wisata Mandeh di Painan yang lebih diminati oleh wisatawan ke­timbang Air Manis. Dan Asita sempat membahas ini dengan masyarakat di Air Manis, kalau Pantai Air Manis masih rawan pemalakan dan lainnya, maka Air Manis akan kehilangan pe­ngun­jung, masyarakat di sana pun mulai mengerti. Peran pe­me­rintah juga diharapkan untuk membangun kesadaran wisata masyarakat di sana, dan kita optimistis Air Ma­nis ramai lagi dikunjungi,” terang Ian.

Asita Sumbar, kata Ian, juga siap mem­bantu pemerintah dae­rah untuk mengedukasi dan membangun kesa­daran wisata masya­rakat, karena Asita memahami apa yang dibutuhkan wisatawan, apakah itu penginapan yang nyaman, tempat makan yang representatif dan lainnya.

Baca Juga : Jadwal Shalat untuk Kota Padang dan Sekitarnya Senin 01 Maret 2021

Terkait destinasi wisata favorit yang direkomendasikan anggota Asita Sumbar bagi para wisa­tawan yang datang ke Sumbar, Ian mengatakan masih berupa destinasi wisata yang ada di Kota Padang, Bukittinggi, Tanah Datar dan sejumlah daerah lainnya.

“Selain Painan dengan Man­deh-nya, Payakumbuh dan Lima­puluh Kota sekarang juga jadi pilihan wisatawan, terutama fly over di Kelok 9, Bukittinggi juga masih ok,” ujar Ian.

Dia berharap, pemerintah daerah setempat memaksimalkan potensi ini. “Kelok 9 ini bisa dijadikan highlight-nya Lima­puluh Kota, tinggal melengkapi dengan rest area, menata pe­dagang yang berjualan di sana, menyediakan juga photo-stop yang menarik untuk pengunjung, sehingga lewat foto-foto yang di-upload pengunjung ke media sosial, bisa menjadi media promosi gratis,” terang Ian.  

 Domestik dan ASEAN Dominan

Sementara itu, terkait do­minasi kunjungan wisatawan ke Sumbar, Ian mengatakan, kun­jungan wisata ke Sumbar masih didominasi wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara dari kawasan ASEAN.

“Wisatawan Malaysia masih mendominasi, selain karena ada penerbangan langsung Padang-Malaysia, juga karena kedekatan budaya Melayu-Minang. Wisa­tawan Singapura juga cukup bagus, tapi bukan flight langsung, masuk dari Batam,” ujar Ian, sembari menolak menyebutkan persentasenya, karena Asita Sum­bar tak mendata secara detail.

Menurut pria berkaca mata ini, kunjungan wisatawan do­mestik dan ASEAN sangat mem­bawa ‘manfaat’ besar bagi Sum­bar, dari pada kunjungan wisa­tawan asing alias bule-bule dari luar ASEAN.

“Kalau domestik dan ASEAN pasti berbelanja di Sumbar, me­reka wisata belanja. Kalau turis luar cenderung menikmati alam, apakah surfing dan sebagainya, tak banyak yang membeli kerajinan dan lainnya,” ulas Ian. (h/nov) 

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]