Puting Beliung Terjang Salayo Solok

Puluhan Rumah Rusak


Rabu, 04 Mei 2016 - 06:23:14 WIB
Puluhan Rumah Rusak Wakil Bupati Solok Yulfadri Nurdin meninjau rumah warga yang hancur akibat puting beliung di Nagari Salayo, Selasa (3/5). Puting beliung ini merusak 72 unit rumah , 1,5 ha sawah, 2 ha tanaman jagung, 2 ha kebun pisang, 5 kandang sapi, 18 tiang listrik, 1 musala, 1 unit bangunan PAUD. Selain itu, puluhan pohon tumbang. (YUTIS WANDI)

Puluhan rumah rusak diterjang angin puting beliung di Nagari Salayo, Kabupaten Solok. Listrik pun padam.

SOLOK, HALUAN —Ben­cana angin puting beliung disertai hujan lebat kembali merusak puluhan rumah di Nagari Salayo Kecamatan Kubung Kabupaten Solok, Senin (2/5) malam. Pekan lalu (26/4) angin kencang juga memporak-porandakan dua Nagari di Kecamatan X Koto Singkarak.

Baca Juga : Positif Corona di Sumbar Bertambah 84 Orang dan Sembuh 51 Kasus

Dari pantauan Haluan, belasan tiang listrik di se­panjang jalan menuju Jorong Batupalano dan Jorong Sawah Sudut roboh. Puluhan pohon kayu tumbang dan beberapa kandang ternak sapi masya­rakat juga roboh diterjang angin limbubu.

Angin kencang yang me­landa kawasan Salayo ini bermula dari hujan deras mengguyur kawasan tersebut sejak pukul 17.15 WIB. Hujan dan petir bersamaan dengan angin kencang tak kunjung berhenti hingga pukul 21.00 WIB.

Baca Juga : Produksi Ditaksir Mencapai 100 Ribu Ton, Potensi Perikanan Pessel Perlu Digarap Maksimal

Badan Penanggulan Ben­ca­na Daerah (BPBD) Kabu­paten Solok mencatat seba­nyak 72 unit rumah masya­rakat yang ditempati oleh 89 KK dengan 445 jiwa di tiga jorong rusak. Masing-masing Jorong Batu Palano, Jorong Sawahsudut dan Jorong Ga­langgang Tangah, Nagari Sala­yo, Kecamatan Kubung serta dua unit fasilitas umum beru­pa 1 unit musala dan 1 unit PAUD di Jorong Sawah Sudut juga rusak dihantam angin kencang.

Angin kencang ini juga meng­akibatkan lahan pertanian mas­ya­rakat porak-poranda. Setidak­nya sekitar 1,5 hektare lahan pesawahan masyarakat rusak parah dan terancam gagal panen. 2 hektare tanaman jagung dan 2 hektare kebun pisang masyarakat juga rusak. Tak hanya rumah dan tanaman, setidaknya terdapat 5 kandang sapi warga roboh di Jorong Batupalano.

Baca Juga : Diskusi dengan Leonardy Harmainy, Masyarakat Padang Alai Inginkan Sawah Mereka Kembali

Begitu juga fasilitas umum, sekitar 18  tiang listrik bengkok dan rusak, dua di antaranya patah dan 6 tiang listrik di jalan menuju Jorong Batu Palano tumbang. Kondisi ini menyebabkan listrik di Salayo padam sejak pukul 17.30 WIB (2/5) hingga  pukul 17.00 WIB (3/5) kemarin belum me­nyala . Meski tidak menelan kor­ban jiwa, namun kerugian semen­tara ditaksir mencapai Rp274 juta.

Riki (27) salah seorang warga Jorong Batu Palano menyebut­kan, peristiwa angin kencang disertai hujan es yang terjadi di kawasan Salayo itu merupakan kejadian terparah sepanjang umur­nya. Bahkan,  angin juga sampai membongkar fondasi rumah milik warga setempat Nal Buya (42). Beruntung saat keja­dian Nal bersama istri dan anak­nya tengah berada di ruang tamu rumah. Sedangkan angin meng­hantam dinding rumah yang dekat dengan dapur. “Ini kejadian yang di luar dugaan kami. Sangat mengerikan,” kata Riki sembari menyebutkan banyak juga atap rumah warga yang rusak dan diterbangkan angin kencang ini.

Baca Juga : Sekitar 16 Sepeda Motor Disita Polisi di Jalanan Pesisir Selatan

Sementara itu, warga lain­nya  Icun Palindih Rajo Baran­tai, (53) menyebutkan, meski di rumahnya hanya 3 atapnya yang diterbangkan angin, namun angin membongkar satu batang pohon mangga besar disudut kamarnya. Begitu juga kandang sapinya juga roboh diterjang angin. Beruntung dua ekor sapinya tidak dihantam bangunan kandang dan bisa dise­lamatkan.

“Saya kira galodo, rupanya pohon tumbang. Karena listrik padam, saya diamkan dulu sam­pai angin tenang. Waktu saya lihat keluar, kandang sapi sudah roboh. Urat pohon mangga juga keluar. Saya langsung berlari menyelamatkan sapi,” kata Icun yang mengaku saat kejadian tengah bertiduran di kamar rumahnya.

Pasca kejadian itu, Kapolres Arosuka AKBP Reh Ngenana juga datang ke lokasi untuk memberikan bantuan. Sementara itu,  Wakil Bupati Solok Yulfadri Nurdin juga turut meninjau siang kemarin. Namun Wabup tak bisa menyembunyikan rasa kece­wanya karena pihak Nagari, Kecamatan dan BPBD Kabu­paten Solok dianggap kurang sigap dalam melakukan penda­taan terhadap korban musibah angin puting beliung. Sebab saat malam kejadian Bupati Solok juga telah meninjau langsung ke lokasi kejadian.

Di sisi lain, lanjut Wabup, sejak awal tahun 2016, tak terhi­tung jumlah musibah melanda masyarakat Kabupaten Solok. Mulai dari wabah Demam Berda­rah Dengue (DBD), kebakaran di berbagai lokasi, nelayan hilang di Singkarak dan belum ditemukan sampai hari ini hingga bencana longsor di Kotosani dan bencana puting beliung di Salayo. Kondisi ini seharusnya menjadi perhatian serius. Terutama untuk BPBD agar cepat tanggap dalam setiap bencana alam.

Kepala BPBD Kabupaten Solok, Abdul Manan menye­butkan, pihaknya dibantu petugas Satpol PP, TNI-Polri tengah melakukan penanganan semen­tara berupa pembersihan pohon dengan menggunakan sinso. Begitu juga soal pendataan, pi­haknya mengaku sudah hampir merampungkan data korban bencana. “Kita sudah bergerak dan sudah mendata korban ben­cana,” kata Abdul Manan.

Sementara terkait  listrik padam, Manajer PLN Rayon Kayu Aro, Syaiful Azhari Siregar menyebutkan, akan meng­upaya­kan penghidupan listrik secepat­nya. Pihaknya juga mengganti tiang-tiang listrik yang tumbang dengan tiang baru. Sedangkan untuk tiang listrik yang masih bisa digunakan, akan diupayakan untuk memperbaiki.

Upaya untuk menghidupkan listrik secepatnya terkendala masih banyak tiang tumbang yang perlu diperbaiki. (h/ndi)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]