Selfie Ekstrem

Menantang Maut, Tunjukkan Keakuan Diri


Sabtu, 07 Mei 2016 - 02:46:38 WIB
Menantang Maut, Tunjukkan Keakuan Diri Ilustrasi.

Sejak booming pada tahun 2013, demam foto selfiee melanda semua kalangan. Berbeda dengan trend lainnya, selfiee kadang bagai perlombaan bagi mereka yang menggemarinya, karena hasil selfiee terbaik akan diunggah ke Media Sosial (Medsos) dan dapat mengundang berbagai komentar. Terutama sekali—yang diharapkan—komentar pujian.

Berbagai hal di­lakukan semata-mata agar foto sel­fiee terlihat keren dan berbeda. Bahkan tidak jarang sejumlah orang mela­kukan aksi ekstrem dan be­rani, seperti mengambil sega­la resiko mempertaruhkan nyawa hanya untuk men­da­patkan hasil terbaiknya.

Baca Juga : SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam siswa Perlu Ditinjau Ulang

Pengamat Sosial Budaya Sumbar, Damsar, menga­ta­kan, jika seseorang mela­kukan suatu perbuatan dengan sadar, dan perbuatan tersebut diketahui sangat beresiko untuk keselamatan jiwanya maka yang dilakukan tersebut adalah bunuh diri.

“Dari sisi agama, dan seca­ra teorinya itu juga ada dise­butkan. Apabila seseorang melakukan perbuatan yang tahun konsekuensinya buruk, berarti ia menantang bunuh diri dan ini patut disayangkan oleh kita semua, karena ia paham konsekuensinya dan sengaja dilakukan di tempat-tempat berbahaya,” katanya, Rabu (4/5).

Baca Juga : Jangan Ikuti! Iblis Penebar Hoaks Pertama

Menurutnya, Selfie adalah budaya baru yang tumbuh dan berkembang di era teknologi informasi yang dahsyat saat ini. Selfie yang banyak dila­kukan oleh orang di tempat-tempat beresiko adalah selfiee dengan tujuan agar berbeda dari yang lain, dan jika se­seorang berhasil menun­juk­kan kalau ia mampu mela­kukan selfiee di tempat-tempat ekstrem, maka akan menjadi suatu kepuasan dan kebanggaan tersendiri bagi mereka.

Bahkan ia melihat, budaya selfiee juga bukti mening­katnya individualisme di masyarakat karena dengan budaya ini, individu seolah-olah ingin menunjukkan ke­akuannya dan keberanian yang ia miliki. Jika dikaji lagi, sebenarnya mengumbar ke­hebatan sangat tabu bagi mas­yarakat di masa lampau, tapi saat sekarang dengan adanya kemajuan teknologi, dan masuknya berbagai budaya asing maka sudah menjadi hal yang biasa.

Baca Juga : Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam

“Mereka sadar dan tahu dengan resiko yang akan diambil jika berfoto di tem­pat-tempat berbahaya, namun mereka tetap kekeuh untuk melakukannya dan me­nga­baikan segala bentuk resiko yang akan diterimanya. Nah, secara agama ini juga disebut menantang maut karena da­lam keadaan sadar melakukan perbuatan yang memba­haya­kan nyawanya dan mening­galnya juga bukan syahid tapi bunuh diri,” jelasnya.

Hal ini harus ditegaskan kembali pada masyarakat, bahwa kelakuan seperti itu sama saja bunuh diri. Ten­tunya juga perlu perhatian dan edukasi dari semua pihak, baik itu dari sisi sosial, agama, budaya, dan segala resikonya. Ia juga berharap adanya peran dari banyak pihak, tidak hanya ulama, tokoh masyarakat, lembaga pemuka adat nagari, dan yang tidak kalah penting adalah masyarakat.

Baca Juga : Prabowo dan Habib Rizieq

Sementara itu, kalau di­pandang dari sisi psikolo­gisnya seseorang yang nekat melakukan selfiee di tempat-tempat berbahaya adalah karakter orang yang memiliki percaya diri yang tinggi, dan keberanian yang sangat tinggi. Kepribadian seperti ini hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu, dan bukan ke­ba­nyakan orang.

Seperti yang disampaikan oleh Pimpinan Lembaga Psi­kologi Progressive Reflection Padang Yuni Ussy Johan, euforia foto selfiee memang begitu besar dari semua kala­ngan, bahkan saat ini bukan hanya remaja kekinian saja yang melakukan selfiee tapi semua kalangan hingga peja­bat kenamaan di negeri ini.

Melakukan selfiee di tem­pat-tempat yang berbahaya, atau dengan berbagai gaya, bagi sejumlah orang menjadi ke­puasan batin, dan suatu ke­banggaan sendiri, karena de­ngan demikian ia bisa me­nunjukkan kalau ia punya kemampauan untuk mela­kukan apa yang belum tentu semua orang bisa mela­ku­kannya.

“Biasanya, orang yang cenderung melakukan hal-hal demikian adalah orang yang punya keberanian yang besar dan punya percaya diri yang sangat tinggi. Dengan kebe­ranian, dan percayadiri yang tinggi itu ia mengabaikan segala resiko yang ada, bahkan berani mempertaruhkan nya­wanya sendiri,” ungkapnya.

Diketahui, seorang maha­siswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Pada Sabtu, 16 Mei 2015, terjatuh setelah melakukan selfiee di atas Puncak Garuda Gunung Me­rapi. Erry Yunanto terpeleset dan jatuh ke dalam kawah sedalam 300 200 meter. 

Selain itu, foto selfiee menjadi aksi terakhir Xenia Ignatyaeva, sebelum me­ning­galkan dunia ini. Gadis ber­usia 17 tahun ini memiliki keinginan melakukan selfiee ekstrem di ketinggian 30 kaki dengan menggunakan kamera kesayangannya pada malam hari untuk memberikan efek kota Rusia dengan latar bela­kang jalur kereta api. (*)

 

Laporan : RINA AKMAL

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 09 Februari 2021 - 14:07:37 WIB

    SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam siswa Perlu Ditinjau Ulang

    SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam  siswa Perlu Ditinjau Ulang Ternyata persoalan pemakaian jilbab bagi siswi Non Muslim di SMKN 2 Padang,  belum berakhir. Pemberitaannya hiruk pikuk dan viral  diperbincangkan secara nasional dalam dunia pendidikan. Sampai Mendikbud terpancing angkat b.
  • Kamis, 04 Februari 2021 - 14:45:37 WIB

    Jangan Ikuti! Iblis Penebar Hoaks Pertama

    Jangan Ikuti!  Iblis Penebar Hoaks Pertama Kita barangkali akrab dengan cerita Nabi Adam ‘alaihissalam diciptakan oleh Allah SWT sebagai khalifah. Melalui anugerah ilmu, Allah memuliakan Nabi Adam di atas malaikat dan iblis..
  • Senin, 01 Februari 2021 - 16:58:52 WIB

    Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam

    Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam Syekh Muhammad Djamil Djambek adalah ulama pelopor pembaruan Islam dari Sumatra Barat awal abad ke-20, dilahirkan pada tahun 1860 di Bukittinggi, terkenal sebagai ahli ilmu falak terkemuka..
  • Senin, 04 Januari 2021 - 09:37:20 WIB

    Prabowo dan Habib Rizieq

    Prabowo dan Habib Rizieq Partai Gerindra sungguh seperti berkayuh di antara dua karang dalam bersikap terhadap kasus yang dialami Habib Rizieq Sihab (HRS), Ormas dan pengikutnya sekarang ini. .
  • Kamis, 31 Desember 2020 - 20:46:02 WIB

    Catatan Akhir Tahun (4): Selamat Tinggal Tahun Kelam

    Catatan Akhir Tahun (4): Selamat Tinggal Tahun Kelam TAHUN 2020 segera akan berakhir. Tahun 2021 segera akan tiba. "Selamat tinggal tahun 2020. Selamat tinggal tahun kelam. Selamat tinggal tahun yang penuh dengan kepahitan hidup. .
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]