Buana Lestari Hotel Syariah Diresmikan


Sabtu, 07 Mei 2016 - 06:27:39 WIB
Buana Lestari Hotel Syariah Diresmikan WAKIL Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur menandatangani prasasti peresmian Buana Lestari Hotel Syariah, di Surau Inyiak Palindih, jalan menuju BIM, Kamis (5/5).

PADANG, HALUAN — Bu­a­na Lestari Hotel Syariah diresmikan oleh bupati Pa­dang Pariaman, yang diwa­kili oleh wakili bupati, Su­hatri Bur, di Surau Inyiak Datuak Palindih, jalan me­nuju Bandara Internasional Minangkabau, Kamis (5/5) malam. Hotel ini dires­mikan setelah beroperasi sejak akhir Februari 2016.

Suhatri Bur menga­ta­kan, Pemda Padang Paria­man bersyukur dan men­dukung penuh berdirinya hotel tersebut karena di kabupaten tersebut belum ada hotel semewah itu. Me­nu­rutnya, meski Buana Les­tari Hotel Syariah belum ter­masuk kategori hotel ber­bintang 5, akan tetapi fa­silitas dan pelayanannya sudah seperti hotel ber­bintang 5.

General Manager Buana Lestari Hotel Syariah, Wah­yu mengatakan, saat ini hotel tersebut memiliki 8 kamar. Fasilitas lainnya adalah restoran, kolam re­nang, musala, kemudian didukung oleh parkir inap.

Putra Boy Lestari itu menuturkan, hotel itu me­miliki tiga kategori kamar yang mem­be­dakan fasilitas dan harga se­wa, yak­ni VIP dengan harga Rp800 ri­bu semalam, superior Rp­600 ribu, dan deluxe Rp500 ribu.

Pria yang masih ber­status mahasiswa Fakultas Hukum Unand ini menye­butkan, sejak dioperasikan, tingkat hunian kamar hotel tersebut 50 persen setiap hari. Melihat banyaknya kunjungan tamu hotel terse­but, pihaknya berencana menambah kamar.

“Kami berencana me­nam­bah 42 kamar lagi di lantai II, dan membangun gedung serba guna yang akan menampung 900 orang di lantai III. Pembangunan akan dimulai pada Juni nanti. Mudah-mudahan 2017 nanti selesai,” tutur Wahyu.

Sementara itu, Boy Les­tari mengatakan, ia mem­bangun hotel itu mulai Fe­bruari 2015 dan selesai Februari 2016. Ia mem­bangun hotel itu tanpa meng­gunakan dana bank.

Alasannya membangun hotel tersebut adalah untuk mendu­kung fasilitas BIM. Menu­rut­nya, salah satu fasilitas yang seharusnya ada di de­kat bandara ada­lah hotel atau penginapan. Akan teta­pi, selama ini tak ada hotel yang terbilang sangat dekat dengan BIM. Hotel-hotel terdekat selama ini terdapat di Kota Padang, yang harus ditempuh dalam kurun waktu sekitar 20 me­nit dari BIM.

“Keberadaan hotel de­kat bandara sangat penting kare­na penumpang mem­bu­tuh­kan penginapan, apalagi penumpang dari daerah yang jauh, saat akan berang­kat maupun penumpang yang baru mendarat. Selain itu, kalau penerbangan ter­tunda, apalagi kalau pe­nundaan terjadi sehari, pe­numpang bisa beristirahat di hotel dekat bandara,” ujar pria bergelar Syekh Sahibul Fadilah itu.

Alasan kedua, Sumbar sebagai provinsi yang ma­yoritas penduduknya bera­gama Islam dengan filosofi Mi­nang­kabau, mesti me­miliki hotel berkonsep sya­riah.  Boy mengklaim ho­tel­nya sebagai hotel ber­kon­sep syariah pertama di Sumbar.

Boy meresmikan hotel tersebut dengan acara syu­kuran saja dengan bertempat di surau dan mengundang anak puluhan anak yatim, dan masyarakat sekitar. Ia sengaja menggelar acara sederhana karena me­nu­rutnya berlebih-lebihan itu tidak baik. (h/dib)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]