Hukum Berat Pemerkosa Yuyun


Sabtu, 07 Mei 2016 - 06:34:39 WIB
Hukum Berat Pemerkosa Yuyun Sejumlah elemen masyarakat menggelar aksi solidaritas untuk Yuyun. (ANTARA)

JAKARTA, HALUAN — Menteri Yohana Yembise tak kuasa menahan air mata saat menyampaikan ucapan duka kepada Yana dan Yakin, orangtua Yuyun (14 tahun), korban pemerkosaan dan pembunuhan oleh 14 orang laki-laki.

Dengan suara bergetar, Menteri Pemberdayaan Pe­rempuan dan Perlindungan Anak itu menyampaikan duka Indonesia untuk ke­per­gian Yuyun dan me­ngu­tuk peristiwa tragis yang dialami siswi kelas I SMP itu.

Baca Juga : Hari Ini Tepat Setahun Pandemi Covid-19, IDI Sampaikan Harapan kepada Pemerintah

“Indonesia berduka, ne­ga­ra kaget atas peristiwa ini, mungkin ini yang pertama terjadi di Indonesia, seorang anak meninggal diperkosa 14 orang laki-laki,” kata Menteri saat mengunjungi rumah Yuyun di Desa Kasie Kasubun Kecamatan Pa­dang Ulak Tanding, Kabu­paten Rejanglebong, Beng­kulu, Kamis (5/5).

Di halaman rumah ber­dinding papan berlantai tanah itu, kedua orangtua Yuyun dan saudara kem­barnya menerima keda­ta­ngan Menteri. Ibu korban, Yana (30) terlihat berusaha tegar dan menyampaikan terimakasih atas kedatangan Menteri dan apresiasi selu­ruh masyarakat atas kasus yang menimpa putrinya.

Baca Juga : Januari-Maret, 657 Bencana Landa Indonesia

“Biarkan seluruh dunia tahu apa yang dialami anak saya dan kami minta pelaku dihukum berat,” kata Yana.

Menteri Yohana me­nga­takan kedatangannya ke Bengkulu untuk menyam­paikan duka sekaligus me­lihat dan mengawal kasus kekerasan seksual yang me­nimpa Yuyun.

Baca Juga : HMI Tolak Keras Perpres Investasi Miras

Di hadapan masyarakat yang memadati rumah kor­ban, Yohana mengatakan bahwa orangtua para pelaku pemerkosa itu dapat ditun­tut hukuman penjara karena membiarkan anaknya me­lakukan kejahatan berat.

Diketahui, tujuh dari 12 orang pelaku yang sudah ditangkap polisi masih ber­status anak di bawah umur. Namun, terkait tuntutan hukuman berat bagi pelaku yang masih berstatus anak-anak, Menteri mengatakan sesuai dengan Undang-Un­dang Perlindungan Anak yakni tuntutan 10 tahun penjara.

Baca Juga : Selain Mobil dan Rumah, Menko Airlangga Siapkan Insentif untuk Hotel hingga Resto

Pemerintah sudah mera­tifikasi konvensi interna­sional tentang Undang-Un­dang Perlindungan Anak yaitu anak-anak tidak boleh dijatuhi hukuman mati atau tuntutan penjara seumur hidup.

Sedangkan bagi ter­sang­ka yang berusia di atas 18 tahun, Menteri menegaskan akan dihukum seberat-be­ratnya yakni tuntutan pen­jara seumur hidup.

“Sepulang dari sini saya akan merancang gerakan nasional laki-laki lindungi perempuan dan anak, ka­rena pelaku kekerasan ter­ha­dap perempuan dan anak adalah laki-laki,” kata Men­teri.

Kasus Pemerkosaan Yu­yun Momentum Batasi Al­kohol

Praktisi kesehatan dan pengajar Fakultas Kedok­teran Universitas Indonesia (FKUI) Dr Ari F Syam me­ngatakan, kasus tragis yang menimpa Yuyun (14) di Bengkulu harus dijadikan momentum untuk me­ngelu­arkan kebijakan pemba­tasan alkohol di daerah.

“Kasus Yuyun menjadi pelajaran buat kita semua. Pemerintah daerah harus membatasi dan melarang penjualan minuman bera­l­kohol di tengah masya­ra­kat,” kata Ari F Syam dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (6/5).

Apalagi, menurut Ari Syam, kepedulian ma­sya­rakat juga semakin rendah saat ini sehingga berita tra­gis seperti pemerkosaan dan pembunuhan seperti sudah dianggap hal yang biasa.

Ia berpendapat, bila ka­sus Yuyun tidak diangkat di media sosial, maka pem­beritaan pemerkosaan dan pembunuhan gara-gara pe­la­ku minum alkohol akan sepi saja dan menjadi hal yang biasa. “Akhirnya tentu kita tidak berharap para peminum alkohol yang se­dang mabuk tersebut bisa bebas berkeliaran,” katanya.

Karena dalam keadaan mabuk, ujar dia, peminum alkohol cenderung akan melakukan kegiatan anti­sosial bahkan sampai mem­bunuh orang.

Ia memaparkan, dam­pak buruk dari penggunaan alkohol sendiri akan me­ngenai berbagai organ di dal­am tubuh, mulai dari otak, saluran pencernaan mulai dari mulut sampai ke usus besar, organ-organ dalam tubuh khususnya li­ver, pankreas, otot, tulang dan sistim genetalia baik laki-laki maupun perem­puan.

Kasus pemerkosaan dan pembunuhan Yuyun (14) pelajar SMP N 5 Padang Ulak Tanding yang terjadi pada 2 April 2016 lalu dila­kukan di Desa Kasie Kasu­bun, Kecamatan Padang Ulak Tanding, Rejangle­bong, Bengkulu oleh 14 tersangka, dimana 12 ter­sangka sudah ditangkap polisi tercatat tujuh orang berstatus anak-anak dan lima lainnya dewasa.

12 tersangka yang telah diamankan yakni HM, TW, D, S, B, SE, Z, SS, SL, AL, SO, dan EK. “Sementara dua orang buron masih da­lam penyelidikan dan pen­carian,” ujar kata Kadiv Humas Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta, Rabu 4 Mei.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlin­du­ngan Anak (PP-PA) Yohana Yembise bereaksi keras pa­da kasus perkosaan yang menimpa Yuyun (14) pe­lajar SMP di Bengkulu dan menegaskan para pelaku harus dihukum berat. “Hu­kum pelaku seberat-be­rat­nya,” kata Menteri PP-PA Yohana Yembise di Jakarta, Rabu 4 Mei. Yohana juga minta RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) segera diproses menjadi undang-undang. (h/oke)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]