Perjalanan Pimpinan Diniyah Puteri ke Amerika Serikat

Anggota Kongres AS Takjub Karakter Keislaman Indonesia


Sabtu, 07 Mei 2016 - 06:46:03 WIB
Anggota Kongres AS Takjub Karakter Keislaman Indonesia PIMPINAN perguruan Diniyah Puteri Padangpanjang Fauziah Fauzan EL Muhammady melakukan pertemuan dengan Matt Salmon - anggota kongres Partai Republik Amerika Serikat.

PADANGPANJANG, HA­LU­AN — Pimpinan per­gu­ru­an Diniyah Puteri Pa­dang­panjang Fauziah Fauzan EL Muhammady diundang  me­­m­perkenalkan Islam ya­ng damai di Amerika Serikat 25 April-7 Mei 2016.  Fauziah juga bertemu dengan se­jumlah anggota kongres Amerika Keith Ellison dan Andre Carson anggota kong­ress Amerika dari Partai Demokrat yang beragama Islam, dan Matt Salmon anggota kongres senior Par­tai Republik.

Dalam diskusi tersebut, anggota Kongres AS Keith Ellison takjub dengan ka­rak­ter keislaman di Indo­nesia yang mengedepankan nilai-nilai toleransi dan penghormatan terhadap ke­lom­pok lain. Dia pun me­ngaku tertarik dan ingin berkunjung ke Indonesia.

Baca Juga : Angka Kematian Karena Covid-19 di Sumbar Mencapai 647 Kasus

 “Ini luar biasa. Insya Allah suatu saat saya akan berkunjung ke Indonesia,” kata Keith Ellison dalam pertemuan dengan Pim­pinan Diniyah Putri Padang Panjang, Fauziah Fauzan, dan Imam Shamsi Ali dari New York,  di Washington DC, AS, Kamis (28/4) diku­tip dari laman detik.com.

Dan secara khusus Keith mengungkapkan ke­ka­gu­man terhadap pesantren yang me­n­didik perempuan seperti Diniyah Putri Pa­dang Pan­jang, Sumatera Barat. Me­nurut­nya pen­di­dikan perem­puan adalah kunci bagi kema­juan suatu bangsa. Dan itulah yang sudah dilakukan oleh Per­gu­ruan Diniyah Puteri Pa­dang­panjang yang me­ngk­hususkan diri mendidik san­tri putri.

Baca Juga : Positif Corona di Sumbar Bertambah 22 Orang dan Sembuh 30 Kasus

“Jika kita tidak men­didik perempuan, berarti kita tidak mendidik anak-anak, karena perempuan adalah guru pertama bagi mereka. Dengan demikian,  jika kita tidak mendidik perempuan, kita akan me­lemahkan negara secara keseluruhan,” ujarnya.

Di hadapan anggota ko­ng­res Amerika Serikat, Fau­ziah Fauzan menjelaskan keberadaan perguruan yang dipimpinnya. Diniyah Putri yang didirikan pada tahun 1923 telah mencetak ribuan alumni yang tersebar di seluruh nusantara, bahkan dunia. Di antara lulusannya adalah HR Rasuna Said yang namanya diabadikan sebagai nama jalan protokol di Jakarta. Saat ini pe­san­tren tersebut memiliki lebih dari 1.100 santri yang se­mua­nya perempuan.

Baca Juga : Perdagangan Miras, Pemkab Solsel Telah Melarang Secara Aturan

 “Kita mendidik pe­rem­puan untuk tidak hanya menjadi ibu yang baik tetapi juga dapat berkontribusi kepada masyarakat,” kata Fauziah. Imam Shamsi Ali mengatakan bahwa kun­jung­an Ellison ke Indonesia akan membawa pesan po­sitif kepada warga Indonesia yang memiliki kesan negatif terhadap Amerika. Ellision adalah seorang muslim.

 Fakta bahwa dia dapat menjadi anggota Kongres menunjukkan bahwa tidak ada kontradiksi antara Is­lam dan Amerika.

Baca Juga : Sumbar Bakal Konsumsi Produk Organik Nutrisi Alami Laa Roiba

“Anda tidak harus men­jadi muslim yang buruk un­tuk bisa menjadi warga Ame­rika yang baik. De­mikian pula, Anda tidak harus men­jadi warga Ame­rika yang buruk untuk men­jadi muslim yang baik,” kata Shamsi Ali.

Pertemuan ini tentunya menjadi ajang pembuktian diri bagi Negara Islam ba­h­wa sistem pendidikan yang dianut selama ini bukanlah mencetak teroris. Fauziah pun menekankan Diniyah Puteri bukanlah pesantren yang me­nga­jar­kan santrinya melakukan tindakan tercela seperti teroris, malah melahirkan insan penerus bangsa. ***

 

Laporan: IWAN DN

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]