Nelayan Tangkap Kapal Milik Oknum TNI AL


Sabtu, 07 Mei 2016 - 06:50:52 WIB
Nelayan Tangkap Kapal Milik Oknum TNI AL Ilustrasi.

AGAM, HALUAN — Nelayan Pasia Tiku Kecamatan Tanjung Mutiara berhasil mengamankan satu unit KM Bona, Kapal dari Sibolga, Sumatera Utara yang diduga miliki oknum TNI AL di daerah itu, Senin sekitar pukul, 10.00 WIB. Kapal tersebut sebelumnya mengalami kerusakan di sekitar pulau ujung dan pulau tangah, kemudian di giring ke tepi pantai.

Dari dalam kapal dite­mu­kan hasil tangkapan, dan ja­ring pukat harimau, lima unit kompresor. Awak kapal se­kitar lima belas orang ke­mudian digiring ke Kan­tor kemanan laut (Kamla) Tiku. Nahkoda kapal Har­to­no ti­dak bisa berbuat apa-apa ha­nya pas­rah dengan ke­adaan ter­sebut. Rencana ka­pal ter­sebut bakal di­amankan di bawa ke Pa­dang.

Baca Juga : Nutrisi Alami Laa Roiba Dapat Percepat Panen Padi hingga Pepaya

Salah seorang Nelayan Ti­ku, Saiful mengatakan, ma­syarakat serta nelayan re­sah dengan banyaknya ne­la­yan dari luar yang meng­­gu­nakan bahan pela­dak, mau­pun racun dalam menang­kap ikan di pera­ri­ran Tiku. Se­tipa kali di kejar mereka me­larikan diri, ke­be­tulan ka­pal yang di tang­kap me­ngalami ke­rusakan. Ke­mung­kinan me­reka baru me­­laut, karena hasil tangka­pan­­nya belum sampai satu ton.

Masyarakat mengi­ngin­kan kemanan laut di perai­ran Tiku benar-benar terja­ga. Kuat dugaan awak kapal ini menggunakan cara-cara yang tidak ramah dalam menangkap. Hal ini dibuk­tikan dengan adanya alat-alat selam serta jaring de­ngan ukuran yang tidak wajar. Oleh sebab itu ma­syarakat menginginkan ka­pal itu di tahan di Tiku.

Baca Juga : Hingga Besok, Gelombang Air Laut di Perairan Sumbar Bisa Mencapai Ketinggian...

Selain itu, ada hal lain yang menunjukkan keti­dak­wajaran antara lain, surat su­rat tidak sesuai, seperti Gros­ton (GT) daya muat ka­pal. “ Surat-surat kapal itu hanya 6 Gt, se­mentara uku­ran secara kasat mata lebih kurang bisa mencapai  20 Gt. Ne­layan juga sudah mengam­bil sampel ikan dari kapal tersebut untuk diuji,” jelasnya.

Ketua Kelompok Ma­sya­rakat Pengawas (Pok­mas­­was) Raja Laut, pe­nga­was kelautan, Ka­bu­paten Agam Roni Pa­nung­kek Su­tan Pilin­dih me­nga­takan, awal­nya masyarakat ber­sikerasa me­nahan serta me­mus­nahkan kapal ter­sebut di tempat, namun, setelah di me­diasi nelayan mulai me­nga­­lah untuk me­nye­rah­kan­nya ke­pada pihak ber­we­nang.

Baca Juga : Leonardy Tegaskan Penggunaan Anggaran untuk Pembangunan

Jika kapal di tahan disini nantinya nelayan maupun masyarakat bisa anarkis. Kemudian masyarakat juga sudah diingatkan agar tidak menjarah, barang-barang yang ada pada kapal ter­sebut. Lebih baik urusan ini diserahkan kepada mereka yang berwenang.

Sementara itu Dan­kam­la Tiku Pelda Martias, me­nga­takan, pihaknya su­dah meminta keterangan awak kapal dan surat-su­ratnya, untuk lebih aman­nya pro­sesnya kapal dari sibolga ini akan di bawa ke Lantamal Padang. “Ba­gaimana nanti kelan­ju­tannya, akan di se­rah­kan di Padang,” katanya.

Baca Juga : Hari Kedua Bekerja, Bupati-Wabup Pasbar Kunjungi RSUD Jambak dan Pasar Kajai

Menurutnya, sejauh ini pihaknya terus melakukan pembinaan terhadap kapal yang melaut di perariran tiku. Pihaknya bertang­gung­jawab, sekait dengan ke­ma­nan serta aktivitas di perai­ran di Kabupaten Agam. Pihaknya juag me­ngi­ngat­kan masyarakat agar jangan melakukan tindakan mela­wan hukum. (h/yat)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]