Mantan Wartawan Haluan Jadi Guru Besar

Yalvema Miaz Profesor di Injury Time


Sabtu, 07 Mei 2016 - 06:59:46 WIB
Yalvema Miaz Profesor di Injury Time PROF. Dr. Yalvema Miaz, MA bersalaman dengan Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Padang (UNP) Alwen Betri dan para undangan lainnya yang hadir dalam acara syukuran, Aula FIP UNP, Rabu (4/5). (ISHAQ)

PADANG, HALUAN – Yalvema Miaz, mantan war­tawan Haluan (1973-1990), tak dapat menyembunyikan kebahagiaannya. Rabu (4/5) lalu ia menggelar syukuran atas keberhasilannya me­reng­kuh gelar Guru Besar pada Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Pa­dang (UNP). Melihat beg­itu panjang dan kompleksnya ragam karir yang di­tem­puh­nya, Yalvema mengaku tak menyangka bisa merengkuh titel seorang profesor.

Menjadi guru besar di saat injury time, begitu Yalvema menyebut per­juangannya dalam merengkuh gelar ter­tinggi di bidang akademik tersebut. Soalnya, gelar guru besar diraihnya hanya dua bulan jelang pensiun. Dengan  gelar guru besar, maka masa   dinasnya bertambah lima tahun lagi.   

Baca Juga : Jadwal Shalat untuk Kota Padang dan Sekitarnya Rabu 03 Maret 2021

Baginya, meraih cita-cita tidak akan bisa di­la­kukan jika hanya me­ngan­dalkan doa, sehingga dip­er­lukan perjuangan yang d­it­empuh dengan keyakinan dan usaha yang sistematis.

“Bagi yang sudah dok­tor, meraih guru besar itu akan sulit bila dianggap sulit, tapi jika dilewati dengan kesungguh-sungguhan dan keyakinan, insyaallah ada jalannya. Jadi, jangan patah arang. Jika ditolak sekali, ajukan lagi,” katanya kepada Haluan di Aula Dekanat Fakultas Ilmu Pendidikan UNP.

Baca Juga : Peringati Setahun Covid-19, Hendri Septa Beberkan Prosesi PBM Tatap Muka di Kota Padang

Sebelumnya, Yavelma meraih gelar doktornya di Phillosophy of Doctor (Ph.D) Na­­tional University of Malaysia. Ditilik ke be­lakang, hampir semua bidang pe­kerjaan yang mem­bu­tuh­kan kecakapan dan pe­nge­tahuan serta wawasan tinggi pernah dilakoninya

Selepas kuliah Strata 1, ia menjadi guru di Sekolah Pendidikan Guru (SPG) Bukittinggi. Selanjutnya ia diangkat menjadi dosen di UNP yang menjadi alma­ma­ternya. Setelah itu ia juga me­ngajar di beberapa uni­versitas seperti STAIN Bu­kit­tinggi dan Universitas Kebangsaan Malaysia.

Baca Juga : Padang Diguyur Hujan Lebat, Rumah Warga Mulai Digenangi Air

Di luar pendidikan, Yalvema pernah dipercaya se­bagai Kepala Dinas Pen­didikan Kota Bukittinggi dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga. Tak cukup sampai di situ, perjalanan karirnya juga merambah ke gedung parlemen sebagai Anggota DPRD Bukittinggi dua periode (1982-1992).

Di Haluan sendiri, pem­baca surat kabar ini pernah begitu terkesan dengan ha­sil-hasil peliputan yang di­ha­dirkan Yalvema yang ba­nyak menghabiskan masa kerja di Haluan sebagai kepala perwakilan wilayah Bukittinggi.

Baca Juga : Geledah Kamar Hunian Warga Binaan, Rutan Padang Temukan 10 Sajam

“Peliputan saya yang paling berkesan saat masih di Haluan, tentu saja 64 tulisan bersambung saat terjadinya bencana galodo di Kabupaten Tanah Datar dan Agam. Selain beritanya, saya juga tulis sisi lain yang saya temukan semasa me­liput peristiwa itu,” kata sosok kelahiran Sumani 22 Juni 1951 tersebut.

Terhitung 1 Maret 2016, Yalvema resmi bergelar profesor, sesuatu yang tidak ia bayangkan sebelumnya. Namun dengan keyakinan ia mampu mencapainya.

“Lika-liku hidup yang saya jalani, berbagai profesi, banyak membentuk ka­rak­ter saya untuk terus ber­juang dan berjuang. Lan­da­san saya cuma keyakinan dan pengabdian, itu saja. Selain itu, motivasi orang-orang terdekat sangat ber­pengaruh untuk mendorong saya,” tukasnya.

Gelaran syukuran ter­sebut dihadiri ratusan tamu undangan, tampak di an­taranya Wakil Rektor IV UNP Profesor Ardipal, De­kan FIP UNP  Alwen Betri, Ketua Jurusan PGSD UNP Muhammadi dan ratusan undangan lain yang sebagian besar adalah keluarga civi­tas akademika UNP. (h/isq)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]