Tolak Aksi Kekerasan Terhadap Perempuan

DPW PSI Sumbar Lakukan Aksi Solidaritas di Monumen Perdamaian


Ahad, 08 Mei 2016 - 16:50:00 WIB
DPW PSI Sumbar Lakukan Aksi Solidaritas di Monumen Perdamaian Sekretaris DPW PSI Sumatera Barat, Medo Fernando ikut membubuhkan tanda tangannya sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan terhadap kejadian yang menimpa Yuyun. MUHAMMAD AIDIL

PADANG, HALUAN - Aksi pengecaman dan mengutuk aksi kekerasan seksual yang dialami Yuyun, siswi salah satu SMP 5 Satu Atap di Desa Padang Ulak Tanding, Kecamatan Rejang Lebong, Bengkulu yang tewas setelah diperkosa oleh 14 pemuda ketika pulang dari sekolahnya pada 4 April 2016 silam ternyata sampai ke Sumatera Barat.

Di Kota Padang khususnya, aksi solidaritas mengecam tindakan kekerasan seksual dilakukan oleh beberapa kelompok organisasi masyarakat (ormas) dan lembaga, salah satunya Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sumatera Barat, dimana partai yang baru dideklarasikan pada tahun 2014 lalu ini melakukan sejumlah aksi sebagai bentuk protes terhadap kejahatan seksual yang terjadi terhadap anak di bawah umur.

Baca Juga : Pipa Perumda AM di Sungai Lareh Padang Bocor, Ini Daerah Terdampak

Dalam aksi solidaritas yang digelar dari Danau Cimpago, Pantai Padang, Kecamatan Purus hingga ke Monumen Perdamaian yang berada tidak jauh dari Taman Muaro Lasak, pada Minggu (8/5) pagi yang dimulai dari pukul 06.30 WIB ini, terlihat sekitar 200 kader PSI yang membagikan stiker yang bertuliskan #Solidaritas Untuk YY, bunga mawar, serta spanduk putih yang berisi tanda tangan pengunjung pantai.

Ketua DPW PSI Sumatera Barat, Ari Prima kepada Haluan mengatakan bahwa pihaknya sengaja menggelar aksi tesebut sebagai bentuk keprihatinan terhadap kejadian yang menimpa Yuyun, siswi yang diperkosa oleh 14 orang pria hingga tewas tersebut.

Baca Juga : Jadwal Shalat untuk Kota Padang dan Sekitarnya Senin 01 Maret 2021

Sementara itu, Adika Mario, Ketua DPD PSI Kota Padang kepada Haluan melihat kasus Yuyun merupakan tindakan yang tidak manusiawi. "Yang terpenting jangan sampai terjadi lagi kejadian yang dialami Yuyun. Tentu peran Pemerintah dan DPRD setempat harus segera merancang peraturan daerah (perda) terkait kekerasan seksual. Di era digital ini, peran orang tua sangat dibutuhkan karena pada saat ini, pertumbuhan sosial media sangat mempengaruhi sikap anak-anak terhadap lingkungan. Kita harus terus terang saja, budaya Minangkabau tidak terasa lagi menurut saya pada zaman sekarang. Harapan ke depan, agar kejadian tersebut tidak terjadi lagi," ucapnya.  (h/mg-adl)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]