Kaitkan HMI dengan Koruptor

Saut Situmorang Mesti Minta Maaf


Senin, 09 Mei 2016 - 04:09:19 WIB
Saut Situmorang Mesti Minta Maaf Mantan Penasihat KPK, Abdullah Hehamahua.

JAKARTA, HALUAN — Man­tan Penasihat KPK, Abdullah Hehamahua menya­rankan Saut Situmorang untuk meminta maaf atas per­nyataannya yang menga­itkan alumni HMI dengan koruptor, dalam salah satu acara di stasiun televisi swasta pekan lalu.

Abdullah mengatakan, ada dua cara yang bisa ditem­puh Komisioner KPK itu. Pertama melakukan klari­fikasi dengan menyampaikan permintaan maaf kepada HMI dan KAHMI (Korps Alumni Himpunan Maha­siswa Islam).

Baca Juga : JK: Buzzer Sumber Kekacauan di Tanah Air

“Pak Saut harus menyam­paika pernyataan maaf secara terbuka,” katanya Ahad (8/5).

Kedua, ia melanjutkan kalau pernyataan tersebut didorong oleh kepentingan tertentu selain kepentingan yang sesuai Tupoksi (tugas pokok dan fungsi) KPK, maka perlu dipertimbangkan agar PI (pengawas internal) mela­kukan klarifikasi atas tindakan Pak Saut tersebut.

Baca Juga : Luhut Tanggapi soal 'Dekat' dengan China Hingga Istilah 4L

Jika dalam temuan PI ter­nyata ada dugaan kuat pe­langgaran Kode Etik KPK. Maka PI dapat mereko­men­dasikan agar Pimpinan mem­bentuk Komite Etik untuk memeriksa pak Saut.

Menurut dia, langkah ini dilakukan dalam rangka penye­lamatan eksistensi dan kredibiltas KPK. Lembaga Penegak hukum yang menjadi contoh penegakkan aturan secara konsekwen, baik secara internal maupun eksternal.

Baca Juga : Penegasan Mahfud MD, Revisi UU ITE Bisa Dilakukan

Dalam waktu dekat, man­tan panitia seleksi pimpinan KPK jilid III ini menyarankan pimpinan KPK segera ber­temu dengann PB. HMI dan Presidium Majelis Nasional KAHMI, guna mengklrafikasi isu tersebut.

“Ini demi menjaga mar­wah lembaga KPK, jika benar apa yang disampaikan terse­but,” ujar pria yang juga per­nah menjabat sebagai Ketua Umum PB HMI periode 1978-1981 itu. (h/rol)

Baca Juga : Polisi Dapat Hibah Tesla dari IMI, Bamsoet: Cocok, Indonesia Tidak Boleh Ketinggalan

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 26 Februari 2021 - 07:10:31 WIB

    JK: Buzzer Sumber Kekacauan di Tanah Air

    JK: Buzzer Sumber Kekacauan di Tanah Air Seputar kiprah para buzzer di tanah air kembali menjadi sorotan Wakil Presiden dua periode (2004-2009 dan 2014-2019), Jusuf Kalla (JK). Dia mengakui buzzer sengaja hadir dan mendapat ruang dalam kampanye pemilu untuk menyampa.
  • Jumat, 26 Februari 2021 - 07:00:50 WIB

    Luhut Tanggapi soal 'Dekat' dengan China Hingga Istilah 4L

    Luhut Tanggapi soal 'Dekat' dengan China Hingga Istilah 4L Luhut Binsar Pandjaitan dan  'kedekatannya' dengan China akhirnya terjawab sudah. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi ini pun dengan tegas menjelaskan hal tersebut..
  • Kamis, 25 Februari 2021 - 22:28:20 WIB

    Penegasan Mahfud MD, Revisi UU ITE Bisa Dilakukan

    Penegasan Mahfud MD, Revisi UU ITE Bisa Dilakukan Revisi UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dapat dilakukan apabila ada substansi yang berwatak pasal karet.  Demikian ditegaskan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, Kam.
  • Kamis, 25 Februari 2021 - 22:27:16 WIB

    Polisi Dapat Hibah Tesla dari IMI, Bamsoet: Cocok, Indonesia Tidak Boleh Ketinggalan

    Polisi Dapat Hibah Tesla dari IMI, Bamsoet: Cocok, Indonesia Tidak Boleh Ketinggalan Ikatan Motor Indonesia (IMI) bersama Prestige Motorcars menghibahkan satu unit mobil listrik Tesla Seri 3 kepada Korps Lalu Lintas Polri (Korlantas). Menurut Ketua IMI yang juga Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet), mobil ter.
  • Kamis, 25 Februari 2021 - 19:45:29 WIB

    KBM Tatap Muka Dimulai Juli, Wakil Ketua DPD RI: Pemerintah Jangan Gegabah

    KBM Tatap Muka Dimulai Juli, Wakil Ketua DPD RI: Pemerintah Jangan Gegabah Wakil Ketua DPD Sultan B Najamudin meminta pemerintah untuk tidak gegabah dalam mengaktifkan kembali kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka di sekolah pada bulan Juli mendatang..
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]