Alek Batagak Pangulu

Hendra Hibrata Bergelar Dt Tamamaik


Senin, 09 Mei 2016 - 04:48:02 WIB
Hendra Hibrata Bergelar Dt Tamamaik Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan anggota DPR-RI Suir Syam foto bersama Hendra Hibrata Dt Tumamaik pangulu suku Kaum Sikumbang, disela malewakan gelar di rumah Kaum di Kampung Jambak, Padangpanjang, Sabtu (7/5). (IWAN DN)

PADANGPANJANG, HALUAN —  Kaum suku Sikumbang hilir nagari Lareh Nan Panjang ,  nobatkan gelar Dt Tamamaik sebagai  pangulu suku generasi ke 8 kepada Dr H Hendra Hibrata Spa melalui  prosesi adat dalam jamuan “ Jamba nan rimbun “ di rumah Gadang suku Kampung Jambak, Sabtu ( 7 / 05 ).

Dalam alek batagak pangulu kaum suku Sikumbang hilir ter­sebut juga dilewakan gelar Panung­kek  Dt Malintang  kepada Nusyir­wan  dan gelar tuo kampung  Dt Jo Alam  kepada  Asrinal.

Baca Juga : Sebanyak 27.419 Orang di Sumbar Telah Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Nusyirwan Dt Malintang disela alek pangulu kepada Haluan meny­ebutkan, Gelar Dt Tamamaik se­belum­nya di amanah kan kepada Ir H Zainal shaleh yang meninggal dunia Januari 2016. Sesuai adat yang berlaku “ patah tumbuah hilang ba ganti, pusako lakek ke nan Mudo “ yang dilaksanakan secara adat dihadapan pangulu dari 3 kena­garian masing masing Nagari Lareh nan Panjang, nagari Gunung dan nagari Paninjauan kecamatan X Koto.

 Alek Batagak Pangulu suku Sikumbang hilir ini diawali dengan maarak pangulu dari Rumah Bako dan dilanjutkan dengan acara “ ma lakek kan gelar adat dalam jamuan “ Jamba nan rimbun” atau jamuan  makan bantai kerbau  bersama  pangulu 3 nagari, gubernur Sumbar  Prof. Dr. H. Irwan Prayitno, Psi, MSc. Dt Rajo Bandaro Basa dr H Suir Syam Mkes MMR anggota DPR- RI,    yang juga hadir ditengah undangan lain nya.

Baca Juga : Kasus Positif Corona di Sumbar Bertambah, Total 29.098 Kasus

   Penobatan gelar pusako adat Dt Tamamaik  ini dilakukan mela­lui pidato adat yang bersahutan sahutan untuk mencari “ bulek sagiliang” agar nantinya gelar itu di himbaukan di “ pasa nan rami, labuah nan golong” artinya di himbaukan di tengah masyarakat.

Sesuai dengan fungsi dan tugas­nya seorang pangulu suku,  kata Nusyirwan Dt Malintang adalah untuk menjadi pengayom bagi kemenakan dalam kaum  suku Sikumbang hilir. Bak pepatah “ sasek ka manyapo,tadorong ka manyintak, “   atau menegur  seluruh kemenakan dalam kaum suku si­kum­­bang hilir agar tidak terjadi pelanggaran secara adat maupun agama, syarak mangato,adat mama­kai artinya tidak terjadi sumbang ditengah kampung ( nagari).

Baca Juga : Hijab Bukan Halangan bagi Perempuan untuk Belajar Diving

  Dan selanjutnya, Dt Tumamaik diarak lagi menuju Balai adat Lareh Nan Panjang di Bancah Laweh yang diringi bersama pangulu suku 3 nagari yang hadir dalam prosesi batagak pangulu.

Gubernur Sumbar  Prof. DR. H. Irwan Prayitno, Psi, MSc  Dt Rajo Bandaro Basa yang didaulat men­yam­paikan sambutannya mem­beri­kan apresiasi atas penobatan gelar pusako adat Dt Tumamaik sebagai pangulu suku sikumbang hilir nagari Lareh Nan Panjang. Prosesi ini dapat memelihara adat. Jika adat ter­pelihara dan terim­ple­mentasi dalam kehidupan, dan para pangulu sudah dapat menjalankan perannya, maka segala persoalan Hukum ditengah kaum dan diteng­ah masyarakat tidak perlu sampai ke kejaksaan maupun ke kepolisian, kata Irwan Prayitno.

Baca Juga : Merespon Harapan Masyarakat Cimpago Selatan, Leonardy Harmainy Upayakan Pembangunan dari APBD

 Dr H Hendra Hibrata Spa yang dinobatkan memikul amanah se­bagai  pangulu suku sikumbang hilir dengan gelar pusako adat Dt Tamamaik diyakini akan mampu menjalankan amanah ini karena memiliki ilmu yang lebih diantara anggota kaumnya. (h/one)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]