Nofi Candra Dorong Kembangkan Wisata Religi


Selasa, 10 Mei 2016 - 03:48:43 WIB
Nofi Candra Dorong Kembangkan Wisata Religi Anggota DPD RI H. Nofi Candra, SE

Arosuka, Haluan — Nagari Batang Barus Kec. Gunung Talang merupakan gerbang masuk ke kabu­paten Solok dari Kota Pa­dang yang merupakan Ibu­kota Provinsi Sumbar. Posisi yang strategis ini  meng­haruskan nagari yang berada di ibukota Kab. Solok ini, banyak berbenah agar mam­pu menjadi patron bagi na­gari lain dalam berbagai bidang, terutama dalam bi­dang pariwisata dan kebudayaan.

“Batang Barus adalah gerbang masuk ke Kab. Solok, makanya kita ingin ketika orang pertama kali masuk ke Batang Barus, potret potensi wisata yang ada di daerah ini langsung kelihatan,” kata Anggota DPD RI H. Nofi Candra, SE saat kunjungan masa reses­nya ke Nagari Batang Barus, Rabu (4/5) kemaren.

Baca Juga : Minimalisir Penggelapan Aset Daerah, Pemkab Pessel Lakukan Inventarisasi Secara Berkala

Nofi meneybutkan, na­ga­ri Batang Barus di sam­ping memiliki anugerah ke­in­dahan alam yang memu­kau, juga memiliki objek wisata religi yang terkenal dengan adanya mesjid tuo Kayu Jao yang telah beru­mur ratusan tahun di daerah itu. Dan bukan tidak mungkin, nagari Batang Barus kedepan, akan ber­kembang menjadi nagari wisata religi seperti kota Sawahlunto yang terkenal dengan kota wisata tam­bangnya. “Yang penting bikin dulu brandnya, baru kemudian kita focus mem­benahi sesuai dengan kon­sep brand yang ada tersebut. Konsep wisata Religi bisa menjadi icon nagari ini,” kata Nofi.

Dengan demikian, kata senator asal Solok ini, kon­sep pembangunan di nagari Batang Barus disamping lebih focus, bisa terarah dan terukur.

Baca Juga : Pemkab Pesisir Selatan Proaktif Lakukan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba

Apalagi, dengan pem­berlakuan undang-un­dang desa yang dibarengi dengan kucuran dana dari pemerintah pusat untuk penunjang pembangunan sektor ekonomi masyarakat, tentunya akan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi ma­syarakat itu sendiri.

Terkait itu, Wali Nagari Batang Barus Syamsul Az­war mengakui,  turunnya dana desa dari pemerintah pusat kepada nagari, telah memacu pembangunan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Pemanfaatan dana desa sesuai dengan peruntukannnya, yang 80 persen penggunaanya lebih mengedepankan pemba­ngunan fisik untuk pembe­nahan jaringan infrastruktur sebagai penunjang ekonomi masyarakat. “Penggunaan dana desa tahun lalu dan tahun ini kita utamakan untuk pembukaan jaringan infrastruktur jalan usaha tani di dari masyarakat,” ung­kapnya.

Baca Juga : Mengenal M. Irfan Monaf dan Rihhadatul Aisya Yube, Pemenang Duta GenRe Solsel 2021

Sementara itu kabid PK­PP (Penguatan kelem­ba­gaan dan peningkatan par­tisipasi masyarakat) Badan Pemberdayaan masyarakat (BPM) Kab. Solok Syef­dinon, SE,M.Si menye­but­kan dengan adanya alokasi dana desa/nagari sebagai implementasi dari UU no 6 tahun  2014 tetang desa, telah memberikan angin segar bagi desa/nagari yang selama ini kewalahan men­dapatkan anggaran untuk pengembangan sektor pe­nunjang perekonomian ma­syarakat.

Kucuran dana de­sa/Nagari saat ini dinilai mampu mendorong pertum­buhan ekonomi baru di te­ngah masyarakat, termasuk sektor pariwisata yang ada di masing-masing daerah. (h/ndi)

Baca Juga : Ratusan Personel Koramil di Pasbar Disuntik Vaksin Covid-19

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]