Lapas Bina Narapidana Bikin Sandal


Selasa, 10 Mei 2016 - 04:19:28 WIB
Lapas Bina Narapidana Bikin Sandal Ilustrasi.

PADANG, HALUAN — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Padang memberikan pembinaan kepada kurungan narapidana berupa keterampilan membuat sandal.

Berdasarkan pan­tau­an Haluan, Senin (9/5) di La­pas tersebut, keterampilan membuat sandal oleh se­jumlah narapidana masih dilakukan dengan cara tra­disional. Pemotongan pola sandal menggunakan pisau, setelah itu sandal diamplas menggunakan mesin asahan, kemudian telapak sandal disablon, dan tahap terakhir pemasangan tali sandal.

Baca Juga : Pasokan Turun, Harga Cabai Merah Melambung di Padang

Eri, narapidana kasus narkoba, mengaku tidak kesulitan membuat sandal meski menggunakan cara tradisional.

“Saya baru satu bulan saya bergabung dengan te­man-teman untuk membuat sandal ini. Pekerjaan ini tidak memberatkan saya karena pola sandalnya su­dah ada. Kami hanya mengi­kuti contoh pola sandal saja,” bebernya.

Baca Juga : Emas Antam Turun Rp5.000, Jadi Rp 918 Ribu per Gram

Jumlah anggota yang membuat sandal sebanyak 6 orang, sementara yang me­miliki keahlian membuat sandal itu ada 2 orang, salah satunya adalah Abi, nara­pidana kasus narkoba.

Abi menceritakan, sebe­lum ia terjerat kasus nar­koba, ia membuat dan me­masarkan sandal selama setahun.

Baca Juga : Pasar Keuangan Indonesia Merah Membara: Rupiah Keok, IHSG Rontok, Emas Pegadaian Merosot

“Saya tidak menduga bahwa dalam kurungan juga ada keterampilan seperti yang sudah saya jalani sebe­lum­nya. Di sini saya bisa mengembangkan lagi ke­mampuan-kemampuan yang saya miliki,” ujarnya.

Destri Syam, Kepala Lapas Kelas II A Padang mengatakan, dua di antara hakikat pembinaan nara­pidana di Lapas yang dila­kukan pihaknya adalah pem­binaan kepribadian dan pembinaan ke­man­di­rian. Hal itu dilakukan agar na­rapidana memiliki kete­ram­pilan setelah ke­luar dari Lapas.

Baca Juga : Pagi Ini Nilai Tukar Rupiah Stagnan di Rp 14.260/US$

“Kendala program pem­bi­naan yang kami lakukan ini adalah peralatan mem­buat sandal. Kami mem­butuhkan dorongan dari pihak-pihak terkait untuk mendorong program yang kami lakukan ini,” harap­nya.

Ia menuturkan, karya- karya narapidana itu akan dipasarkan kepada masya­rakat. Hasil penjualan karya itu akan diberikan kepada narapidana sebanyak 50 persen, sedangkan 50 persen lagi untuk Lapas.

“Keterampilan yang di­mi­liki narapidana tidak saja membuat sandal, te­tapi juga keterampilan di bidang pe­rikanan, perke­bunan, dan lain-lain,” tam­bahnya. (h/mg-ina)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]