Padang Kaduduak, Tarok dan Cubadak Air Resmi Digabung


Selasa, 10 Mei 2016 - 04:50:17 WIB
Padang Kaduduak, Tarok dan Cubadak Air Resmi Digabung Wako Riza Falepi bersama unsur Muspika dan Camat Payakumbuh Utara meresmikan kelurahan baru hasil penggabungan Tigo Koto Diate. (ZULKIFLI)

PAYAKUMBUH, HALUAN — Tiga kelurahan di Ke­ca­ma­tan Payakumbuh Ut­a­ra yakni, Padang Ka­du­duak, Tarok, dan Cubadak Aia resmi digabung menjadi kelurahan Koto Tigo Diate, Senin (9/5). Penggabungan kelurahan ini di resmikan Walikota Payakumbuh Riza Falepi yang ditandai dengan pembukaan selubung papan nama, di halaman Kantor Lurah Tigo Koto Diate yang sebelumnya dikenal dengan kantor lurah Padang Ka­duduak.

Camat Payakumbuh Ut­a­ra, Nofriwand langsung memperkenalkan ke­de­la­pan personil yang akan me­lay­ani masyarakat di kantor Lu­rah Tigo Koto Diate. Me­reka adalah,  Yusrizal, se­bagai Lurah, Murni se­bagai Sekretaris, Yetna Wilis me­na­jabat Kasi Pe­me­rinta­han, Adenal menjabat Kasi Eko­nomi Pembangunan, Safitri Yeni menduduki Kasi Ke­sejahteraan Sosial, Dar­nis sebagai Kasi Ketertiban dan Keamanan, dan dibantu dua orang tenaga sukarela Rubi Rusito dan Rahmadini.

Baca Juga : RS Pratama Lubuk Malako Solsel Segera Dioperasikan, Siap Layani Masyarakat

Walikota Riza Falepi dalam sambutannya me­ne­kankan, penggabungan ke­lu­rahan dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Pega­wai kelurahan peng­ga­bung­an minimal enam orang. Sehingga mampu melayani masyarakat dengan mak­simal. Tidak seperti yang ada sebelumnya pegawai kelurahan hanya terdiri dari tiga orang.

Selama ini yang terjadi, jika pegawai yang satu ke kantor camat, yang satu lagi ke kantor Balaikota yang satunya ada urusan lain kan­tor terpaksa ditutup. “Se­hingga pelayanan tidak mak­simal. Kalau pega­wai­nya sudah banyak dan leng­kap, walu Pak Lurah ber­ha­langan atau ada urusan ke luar, pelayanan harus tetap ber­lanjut”, sebut Riza Falepi.

Baca Juga : Nagari Sikucua Tengah Padang Pariaman Harapkan Dukungan Terhadap Objek Wisata Lubuak Jambu

Pada kesempatan itu, Riza mengurai, money fol­low function dalam artian uang mengikuti fungsi. Pe­ng­ga­bungan kelurahan akan mem­perluas fungsi ke­lu­rahan yang artinya anggaran untuk ke­lura­han juga akan bertambah. “Target setiap kelurahan diberi anggaran Rp1 miliar. Tapi dalam masa transisi ini, anggaran ke­lu­rahan penggabungan mi­ni­mal, baru  Rp100 Ju­ta,”jelasnya.

Dengan penggabungan kelurahan ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja lurah dan meningkatkan hubungan persaudaraan dan persatuan antar elemen masyarakat. Lagipula, ke­tiga kelurahan yang diga­bung ini dulunya adalah satu dalam kanagarian Koto Nan Gadang dengan nama kam­pung Anam Diate.

Baca Juga : Seratusan Relawan Pemenangan Mahyeldi - Audy Padati BIM, Sambut Kepulangan Gubernur Terpilih

Sehingga berbagai per­soalan yang muncul di teng­ah masyarakat dapat dise­lesaik­an secara bersama. Setiap pekerjaan dapat di­suk­seskan bersama pula. “Dan semoga ke depan, Kota Payakumbuh bersama warganya semakin baik dan semakin sejahtera,”ulasnya, dihadapan Muspida, Mus­pika, Pimpinan SKPD, Ca­mat, Ketua LKAAM, Ketua KAN Koto Nan Gadang, Ketua LPM, dan Ketua TP-PKK Kecamatan Paya­kum­buh Utara. (h/zkf)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]