HMI Minta Kejaksaan Usut Dugaan Korupsi KPU


Selasa, 10 Mei 2016 - 04:50:51 WIB
HMI Minta Kejaksaan Usut Dugaan Korupsi KPU Ilustrasi.

PAYAKUMBUH, HALUAN — Belasan ma­hasiswa dari orga­nisasi  Himpunan Maha­siswa Islam (HMI) Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota meminta Kejak­saan Negeri (Kejari) Payakumbuh untuk mengusut dugaan korupsi yang ada di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Limapuluh Kota.

Permintaan  mahasiswa dari berbagai kampus ter­sebut, disampaikan saat me­la­­kukan orasi damai di depan kantor Kejari Kota Pa­ya­ku­m­buh pada Senin, (9/4) sekitar pukul 09.00 WIB. “Kita me­minta kejaksaan segera tun­taskan adanya dugaan ko­rup­si pada KPU Limapuluh Ko­ta,”terang Ke­tua HMI Kota Paya­kum­buh dan Kabupaten Lima­pu­luh Kota, Fauzi ke­pada media.

Baca Juga : Angka Kematian Karena Covid-19 di Sumbar Mencapai 650 Kasus

Aksi damai dari belasan organisasi HMI tersebut, turut mendapatkan penga­walan ketat dari pihak ke­polisian, Satpol PP  dan petugas kejak­saan Paya­kum­buh. Rom­bong­an maha­sis­wa HMI tersebut, disambut Kepala Seksi Inteli­jen Ke­jak­saan Negeri Paya­kumbuh Ade Azhari.

Aksi dari Himpunan Ma­­­­hasiswa Islam Kota Paya­kumbuh dan Kabupaten Li­ma­­puluh Kota yang ber­lang­sung pada Senin ( 9/5) selama hampir 2 jam ter­sebut, sem­pat tegang. Ke­tegang­an bera­wal ketika petugas kepolisian melarang mahasiswa yang hendak me­­­nurun­kan bendera merah putih yang berkibar halaman Kejaksaan Negeri Paya­kumbuh.

Baca Juga : Sebanyak 27.587 Orang di Sumbar Telah Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Ketegangan memuncak ketika petugas kepolisian hendak mengamankan salah seorang anggota HMI yang berupaya menurunkan ben­dera merah putih dari tiang­nya. Suasanya kembali men­cair setelah beberapa pe­tugas kepolisian mem­beri­kan pengarahan kepada mahasiwa.

Tak berapa lama di de­pan kejaksaan, Ade Azhari mengajak belasan anggota serta pengurus HMI ter­sebut ke aula Kejaksaan Negeri Payakumbuh untuk duduk bersama dalam mem­perjelas proses  tindakan hukum terhadap dugaan korupsi yang disampaikan oleh HMI Payakumbuh dan Limapuluh Kota tersebut.

Baca Juga : Positif Corona di Sumbar Bertambah 71 Orang

“Kita tetap  terus da­lami adanya dugaan korupsi pada KPU Limapuluh Kota. Untuk pengusutan adanya dugaan korupsi ini, perlu data dan fakta yang je­las, ”terang Ade Azhari di ha­dapan belasan HMI. Di­tegas_kannya, sampai saat ini Kejaksaan Negeri Paya­kum­buh tengah me­ngum­pulkan informasi dan ke­terangan terkait dugaan korupsi tersebut.

“Mengungkap tindakan korupsi tidak semudah yang dibayangkan. Ada proses dan mekanisme hingga me­m­butuhkan waktu yang pan­jang,”ucapnya. (h/ddg)

Baca Juga : Nutrisi Alami Laa Roiba Dapat Percepat Panen Padi hingga Pepaya

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]